... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cina Sebut Mesut Ozil Termakan Hoaks Soal Uighur

Foto: Pemain tengah Arsenal, Mesut Ozil. (Foto: Reuters)

KIBLAT.NET, Beijing – Kementerian Luar Negeri Cina menyebut pemain tengah Arsenal, Mesut Ozil termakan berita palsu terkait Uighur. Sebelumnya pada Jumat (13/12/2019), Mesut Ozil mengkritik sikap represif pemerintah Cina terhadap etnis muslim minoritas di Xinjiang.

Hal itu diampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang dalam pernyataanya pada hari Senin (16/12/2019).

“Saya tidak tahu apakah Ozil pernah ke Xinjiang secara pribadi tetapi dia benar-benar ditipu oleh berita palsu dan pernyataan palsu telah memengaruhi penilaiannya.” katanya.

“Kami juga menyambut Tuan Ozil untuk datang ke Xinjiang jika ia memiliki kesempatan, untuk berjalan-jalan dan melihat-lihat, selama ia memiliki hati nurani, mampu membedakan yang benar dari yang salah dan menegakkan prinsip-prinsip objektivitas dan keadilan, ia akan melihat Xinjiang yang berbeda,” tambah Geng Shuang.

Arsenal menyatakan berlepas diri dari komentar Ozil. Mereka menegaskan hal itu merupakan murni pendapat pribadi Ozil dan Arsenal selalu berpegang pada prinsip untuk tidak melibatkan diri dalam politik.

Pernyataan Ozil memicu kemarahan masyarakat Cina. Diketahui, salah satu buntutnya adalah batal tayangnya pertandingan Liga Premiere antara Arsenal vs Manchester City di salah satu saluran TV Cina CCTV.

Menurut jadwal yang diterbitkan sebelumnya di akun resmi Weibo Liga, pertandingan Liga Premier yang berlangsung di London pada hari Minggu awalnya akan disiarkan langsung oleh saluran olahraga CCTV pada Senin. Namun pada hari Minggu, CCTV mengganti jadwal penayangan Arsenal vs Manchester City dengan tayangan ulang pertandingan Tottenham vs Wolverhampton Wanderers.

BACA JUGA  Cina dan Rusia Berjanji Jaga Hubungan Baik

Reporter: Qoid

Sumber: Reuters


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Indeks Kerukunan Umat Beragama 2019 Versi Kemenag Dinilai Tak Sesuai Fakta

Survei untuk KUB itu dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan pada Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat) Kemenag. Merujuk pada angka KUB nasional 73,83 terdapat sejumlah provinsi yang berada di bawah rata-rata nasional.

Senin, 16/12/2019 19:26 0

Indonesia

Pemprov DKI Cabut Penghargaan Adikarya Wisata Diskotek Colosseum

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta membatalkan penghargaan Adikarya Wisata 2019 yang diberikan kepada tempat hiburan Colosseum

Senin, 16/12/2019 18:02 0

Indonesia

Beredar Isu Ledakan di Dekat Istiqlal, Ini Penjelasan Pengurus Masjid

Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah menanggapi kabar adanya ledakan di dekat masjid Istiqlal,

Senin, 16/12/2019 15:30 0

Indonesia

FPI Protes Keras Anies Soal Penghargaan Diskotek Colosseum

Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (FPI) memberikan kritik terhadap Anies Baswedan yang dianggap pro tempat kemaksiatan

Senin, 16/12/2019 14:42 0

Indonesia

Soal Regulasi Majelis Taklim, Kemenag: Murni Pendataan

Kementerian Agama Republik Indonesia mengungkapkan bahwa regulasi majelis taklim diadakan murni untuk pendataan. Hal itu diungkapkan Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, M. Juradi.

Senin, 16/12/2019 13:13 0

Indonesia

Praktisi Hukum: Jihad dan Khilafah adalah Ajaran Islam

Kementerian Agama Republlik Indonesia belum lama ini resmi mengeluarkan keputusan untuk menarik materi tentang khilafah, jihad, dan perang dari kurikulum madrasah yang ada di seluruh Indonesia.

Senin, 16/12/2019 12:37 0

Indonesia

Ustadz Hanan Attaki: Belajar Sejarah Tajamkan Nalar Berpikir

Karena sejarah ini tidak eksklusif dengan satu jenis mazhab fiqih.

Senin, 16/12/2019 12:14 0

Indonesia

Muhammadiyah: Kalau Majelis Taklim Harus Didaftar, Lama-lama Seperti Gereja

majelis taklim tidak perlu diatur. Sebab, tanpa diatur pun sudah berkembang dengan baik.

Sabtu, 14/12/2019 15:30 0

Indonesia

Disebut Terima Dana dari Cina, Muhammadiyah: Kami Tidak Bisa Dibeli

Sekertaris Umum Muhammadiyah, Abdul Mu'ti membantah bahwa Muhammadiyah menerima bantuan dana dari Cina

Sabtu, 14/12/2019 14:19 0

Indonesia

Ali Taher: PMA Majelis Taklim Lahir Bukan karena Kebutuhan

Ali Taher Parasong menilai bahwa Peraturan Menteri Agama tentang majelis taklim lahir bukan karena kebutuhan.

Sabtu, 14/12/2019 14:16 0

Close