... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Protes UU Kewarganegaraan Anti Muslim, Ribuan Mahasiswa India Bentrok dengan Polisi

Foto: Polisi India menghalau demonstran dengan gas air mata.

KIBLAT.NET, New Delhi – Bentrokan sengit meletus antara polisi dan ribuan mahasiswa, yang menolak undang-undang kewarganegaraan baru, di ibukota India New Delhi pada Jumat (13/12/2019). Kondisi ini mendorong Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membatalkan rencana kunjungan ke India.

Undang-undang yang disahkan beberapa hari lalu itu memungkinkan pemberian kewarganegaraan India kepada enam kelompok minoritas agama dari Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan, selama bukan beragama Islam. Para penentang UU tersebut mengatakan bahwa aturan baru itu merusak fondasi sekuler India.

Polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan pentungan untuk membubarkan puluhan mahasiswa yang berdemonstrasi di Universitas Islam di jantung New Delhi.

Para pengunjuk rasa menyerang mobil-mobil di ibukota, dan beberapa orang terluka dan dibawa ke rumah sakit.

Zakir Riaz, seorang mahasiswa pascasarjana, mengatakan undang-undang baru ini sangat kontras dengan keterbukaan agama di India.

“Ini benar-benar bertentangan dengan gagasan India sekuler,” katanya melalui telepon dari Rumah Sakit Hely Family di New Delhi, tempat perawatan 15 rekannya yang terluka oleh pentungan polisi.

TV India Mirror Now menunjukkan cuplikan mahasiswa yang berdiri di atas papan penghalang ketika polisi mencoba membubarkan mereka.

Sehari sebelumnya, setidaknya dua orang tewas di negara bagian Assam ketika polisi menembak kerumunan orang yang berupaya membakar gedung-gedung dan menyerang stasiun kereta api. Massa menggelar aksi untuk memprotes aturan kewarganegaraan baru yang ditandatangani menjadi undang-undang.

BACA JUGA  Hubungan Dengan Cina Memanas, India Borong 33 Jet Tempur Rusia

Akibatnya, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membatalkan perjalanan ke Assam untuk menghadiri pertemuan puncak dengan koleganya dari India Narendra Modi, yang dijadwalkan akan dimulai pada Ahad.

Jepang telah mengintensifkan pekerjaan pembangunan infrastruktur di negara bagian Assam dalam beberapa tahun terakhir, yang diharapkan akan disorot oleh kedua belah pihak selama KTT. Abe juga telah merencanakan untuk mengunjungi tugu peringatan di negara bagian Manipur di dekatnya di mana tentara Jepang terbunuh dalam Perang Dunia Kedua.

“Mengenai usulan kunjungan Perdana Menteri Jepang ke India, kedua belah pihak memutuskan untuk menunda kunjungan ke tanggal yang sesuai untuk kedua pihak dalam waktu dekat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Ravish Kumar, dalam sebuah tweet.
Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan bahwa kedua negara akan membuat keputusan tentang waktu kunjungan yang tepat, tetapi sejauh ini belum ada keputusan yang diambil.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Disebut Terlibat Penyusunan PMA Majelis Taklim, Nasyiatul Aisyiyah: Kami Pasif, Ada yang Kurang Sreg

Diyah Puspitarini membenarkan penyataan Kementerian Agama tersebut. Namun ia mengaku, pihaknya hanya sempat datang di pertemuan pertama.

Sabtu, 14/12/2019 03:45 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Surgamu Tergantung Akhlakmu

 Hubungan kita dengan Allah harus senantiasa berjalan seiring dengan hubungan kita dengan manusia.

Jum'at, 13/12/2019 17:54 0

Indonesia

Penunjukan Wantimpres Oleh Jokowi Dinilai Bentuk Balas Budi

Ujang Komarudin menilai bahwa pengangkatan Wantimpres oleh Presiden Jokowi untuk mengakomodir kepentingan entitas kelompok tertentu.

Jum'at, 13/12/2019 17:38 0

Indonesia

Kemenag Sebut Pendataan Majelis Taklim Untuk Permudah Pembinaan

Kementerian Agama mengklaim bahwa pihaknya telah melibatkan berbagai ormas islam dalam penyusunan PMA Nomor 29 tahun 2019 tentang Majelis Taklim.

Jum'at, 13/12/2019 17:34 0

Indonesia

Jokowi Lantik 9 Wantimpres: Dari Wiranto Hingga Habib Luthfi Bin Yahya

Presiden Joko Widodo resmi melantik Sembilan Dewan Pertimbangan (Wantimpres).

Jum'at, 13/12/2019 16:09 0

Indonesia

Wasekjen MUI Apresiasi Masuknya RUU Perlindungan Ulama

Masuknya Rancangan Undang Undang (RUU) Perlindungan Tokoh agama

Kamis, 12/12/2019 18:13 0

Indonesia

DSKS Minta Bupati Sukoharjo Tutup PT RUM Demi Jaga Kesehatan Warga

Dampak Limbah Cair dan Gas PT. RUM terbukti masih meresahkan warga

Kamis, 12/12/2019 17:59 0

Indonesia

Kemenag: Perusahaan Marketplace Dilarang Berangkatkan Jamaah

Arfi Hatim menegaskan bahwa marketplace tidak boleh berperan sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK)

Kamis, 12/12/2019 16:37 0

Indonesia

KPAI: Penghapusan UN Sejalan Dengan Sistem Zonasi PPDB

KPAI menyatakan sangat mendukung dua diantara kebijakan tersebut. Yaitu terkait penghapusan Ujian Nasional dan dipertahankannya sistem zonasi PPDB.

Kamis, 12/12/2019 15:49 0

Indonesia

Soal Materi Jihad, KH Luthfi Bashori Minta Menag Lebih Bijak

Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Luthfi Basori meminta Kemenag menjelaskan dengan benar apa itu jihad terhadap siswa madrasah

Kamis, 12/12/2019 15:16 0

Close