... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Disebut Terima Dana dari Cina, Muhammadiyah: Kami Tidak Bisa Dibeli

Foto: Seketaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekertaris Umum Muhammadiyah, Abdul Mu’ti membantah bahwa jajarannya menerima bantuan dana dari Cina agar tidak mengkritik masalah Uighur. Menurutnya, Muhammadiyah tidak bisa dibeli.

“Tidak ada ceritanya Muhammadiyah itu bisa dibeli. Ssikap Muhammadiyah terhadap pelanggaran hak asasi manusia jelas. Siapapun, di manapun, dan kapanpun ysng melakukan pelanggaran hak asasi manusia tentu Muhammadiyah akan memberikan kritik keras,” katanya di Jakarta pada Jumat (13/12/2019).

“Sama sekali Muhammadiyah tidak mendapatkan bantuan, tidak pula dibeli, dan tidak pula dibayar hanya karena kepentingan politik tertentu. Apalagi yang membiayai negara asing,” tuturnya.

Maka, kata dia, dalam kaitannya dengan berbagai isu yang beredar itu, kami menegaskan bahwa Muhammadiyah akan senantiasa jernih menyampaikan pandangannya sesuai dengan prinsip dakwah amar maruf nahi munkar. Dan Muhammadiyah tidak hendak mencampuri urusan politik negara lain.

Oleh sebab itu, terkait berita Wall Street Journal Abdul Mu’ti mengatakan berita itu salah, keliru, sesat serta menyesatkan. Muhammadiyah, lanjutnya, insyaallah akan senantiasa istiqomah menyuarakan kebenaran kepada siapapun.

“Dan dalam menyuarakan kebenaran itu, Muhammadiyah sekali lagi berprinsip kepada sikap dan posisi yang independen,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Unggah Post Soal Uighur, Mesut Ozil: Umat Nabi Muhammad Bungkam

Ia mempertanyakan diamnya umat dan negara-negara muslim dalam menyikapi penganiayaan yang terjadi di Turkistan Timur.

Sabtu, 14/12/2019 12:04 2

India

Protes UU Kewarganegaraan Anti Muslim, Ribuan Mahasiswa India Bentrok dengan Polisi

Para pengunjuk rasa menyerang mobil-mobil di ibukota, dan beberapa orang terluka dan dibawa ke rumah sakit.

Sabtu, 14/12/2019 09:06 0

Asia

AS Ajak Sekutu Asia Tenggara Hadapi Tiongkok

"Saya katakan kita bersaing dengan China, tetapi ini tidak berarti konflik. Kami akan bekerja sama dalam hal apa yang dapat kami kerjakan, dan kami akan bersaing dalam apa yang harus kami lawan,” ujar Aquliono.

Sabtu, 14/12/2019 08:44 0

India

PBB: UU Kewarganegaraan Baru India Diskriminasi Warga Muslim

"Kami prihatin bahwa (amandemen) Undang-undang Kewarganegaraan India tahun 2019 pada dasarnya bersifat diskriminatif," kata Jeremy Lawrence, juru bicara hak asasi manusia PBB, dalam siaran pers di Jenewa.

Sabtu, 14/12/2019 07:58 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Surgamu Tergantung Akhlakmu

 Hubungan kita dengan Allah harus senantiasa berjalan seiring dengan hubungan kita dengan manusia.

Jum'at, 13/12/2019 17:54 0

Afrika

Pasukan Turki dan Rusia di Libya, Musuh atau Mitra?

Penempatan pasukan Turki oleh pemerintah Turki di Libya kemungkinan dapat membuat titik keseimbangan kekuatan dan dapat menempatkan Turki di garis silang Rusia.

Jum'at, 13/12/2019 15:46 0

Myanmar

Ini Peran Israel dalam Kasus Genosida Rohingya

Perdana menteri pertama Myanmar U Nu disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Perdana Menteri Israel pertama David Ben-Gurion.

Jum'at, 13/12/2019 14:29 0

China

China Tak Berniat Tutup Kamp-kamp Konsentrasi Uighur di Xinjiang

China tetap mempertahankan kamp-kamp "indoktrinasi" yang luas di Xinjiang. Pemerintah akan terus "melatih" penduduk, meskipun terjadi kebocoran dokumen yang merinci pengawasan dan pengendalian orang-orang Uighur di kawasan itu.

Jum'at, 13/12/2019 11:02 0

Suriah

Musim Dingin Kembali Sapa Suriah, PBB Peringatkan Keselamatan Pengungsi

"Warga Suriah menghadapi musim dingin yang sangat sulit. Jutaan perempuan terlantar, anak-anak dan laki-laki hidup tanpa listrik dan pemanas, dan ada puluhan ribu keluarga di tempat penampungan sementara, termasuk di kamp-kamp pengungsi," kata Haq.

Jum'at, 13/12/2019 10:58 0

Qatar

Bentuk Komite Tinggi Bersama, Malaysia dan Qatar Perkuat Hubungan Bilateral

Malaysia menyambut lebih banyak perusahaan Qatar untuk berinvestasi di Malaysia dan memanfaatkan peluang investasi, terutama di industri minyak, gas, kimia, makanan dan makanan halal, serta di hotel, pariwisata, perbankan syariah, dan sektor keuangan.

Jum'at, 13/12/2019 08:41 0

Close