... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bentuk Komite Tinggi Bersama, Malaysia dan Qatar Perkuat Hubungan Bilateral

KIBLAT.NET, Doha – Raja Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Kamis (12/12/2019), menandatangani nota kesepahaman untuk membentuk komite tinggi bersama antara kedua negara. Kesepahaman itu diteken di ibukota Qatar, Doha.

Kedua pihak membahas, selama sesi diskusi di awal kunjungan resmi Mahathir Mohamad ke Negara Qatar, hubungan kerja sama bilateral antara kedua negara dan cara-cara untuk meningkatkannya di masa depan. Diskusi itu juga membahas perkembangan regional dan internasional yang paling menonjol, sebagaimana disebutkan kantor berita resmi Qatar.

Kedua kepala negara juga sepakat memperkuat hubungan di sektor pemerintah dan swasta.

Patut dicatat, kunjungan Perdana Menteri Malaysia yang akan berlangsung empat hari ini dilakukan beberapa hari sebelum pertemuan puncak Islam di ibukota Malaysia Kuala Lumpur. Pertempuran yang digagas oleh Mahathir Mohamad itu mengundang Turki, Qatar, Pakistan dan Indonesia, untuk membahas masalah-masalah dunia Islam.

Sheikh Tamim mengatakan dalam tweet di Twitter, bahwa ia senang dengan kunjungan Perdana Menteri Malaysia ke Qatar. Ia berharap kunjungan ini membawa kerja sama dan hubungan persaudaraan antara kedua negara ke tahap baru berkat pengalaman pembangunan dan potensi besar kedua negara.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Kamar Dagang dan Industri Qatar dan investor Qatar, Mahathir mengatakan bahwa dia setuju dengan pihak Qatar untuk meningkatkan perdagangan bersama antara kedua negara dan meningkatkan kerja sama di beberapa bidang, seperti perbankan, keuangan, transportasi, energi, serta olahraga, pariwisata, dan pertanian.

Dia menambahkan bahwa Malaysia menyambut lebih banyak perusahaan Qatar untuk berinvestasi di Malaysia dan memanfaatkan peluang investasi, terutama di industri minyak, gas, kimia, makanan dan makanan halal, serta di hotel, pariwisata, perbankan syariah, dan sektor keuangan.

Dalam konteksnya, Perdana Menteri Malaysia menyatakan bahwa negaranya dapat menjadi pusat untuk menyediakan kebutuhan gas gas Qatar bagi negara-negara di kawasan itu (Asia Tenggara).

Di sisi lain, Mahathir mengatakan bahwa negaranya tidak terlalu terpengaruh oleh perselisihan perdagangan antara China dan Amerika Serikat, seraya mencatat bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 4,6%.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Wasekjen MUI Apresiasi Masuknya RUU Perlindungan Ulama

Masuknya Rancangan Undang Undang (RUU) Perlindungan Tokoh agama

Kamis, 12/12/2019 18:13 0

Indonesia

DSKS Minta Bupati Sukoharjo Tutup PT RUM Demi Jaga Kesehatan Warga

Dampak Limbah Cair dan Gas PT. RUM terbukti masih meresahkan warga

Kamis, 12/12/2019 17:59 0

Indonesia

Kemenag: Perusahaan Marketplace Dilarang Berangkatkan Jamaah

Arfi Hatim menegaskan bahwa marketplace tidak boleh berperan sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK)

Kamis, 12/12/2019 16:37 0

Indonesia

KPAI: Penghapusan UN Sejalan Dengan Sistem Zonasi PPDB

KPAI menyatakan sangat mendukung dua diantara kebijakan tersebut. Yaitu terkait penghapusan Ujian Nasional dan dipertahankannya sistem zonasi PPDB.

Kamis, 12/12/2019 15:49 0

Indonesia

Soal Materi Jihad, KH Luthfi Bashori Minta Menag Lebih Bijak

Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Luthfi Basori meminta Kemenag menjelaskan dengan benar apa itu jihad terhadap siswa madrasah

Kamis, 12/12/2019 15:16 0

Indonesia

Muhammadiyah Bantah Materi Jihad Picu Radikalisme

Menurutnya, jangan sampai Kemenag membuat aturan tanpa dasar penelitian.

Kamis, 12/12/2019 13:59 0

Indonesia

Komisi VIII: Pemerintah Jangan Paranoid Terhadap Realita Sejarah

Anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis menghimbau Pemerintah untuk terlebih dahulu memahami terminologi makna Khilafah dan Jihad

Kamis, 12/12/2019 13:12 0

Indonesia

Kompromi dengan Terduga Pelanggar HAM, Sebab Kemunduran Pemerintahan Jokowi

Ketua Divisi Impunitas Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya menyebut pemerintahan Jokowi di awal periode keduanya ini semakin tidak memperhatikan penanganan pelanggar HAM berat di masa lalu.

Kamis, 12/12/2019 06:54 0

Indonesia

Global Wakaf-ACT Hadirkan Program Lumbung Ternak Wakaf di Tasikmalaya

Global Wakaf-ACT meresmikan program unggulan Lumbung Ternak Wakaf (LTW)

Rabu, 11/12/2019 18:00 0

Indonesia

Peneliti INSIST: Jika Khilafah Tak Diajarkan di Madrasah Justru Bahaya

Menurutnya, ketika materi ini dibatasi justru generasi muda semakin penasaran

Rabu, 11/12/2019 17:44 0

Close