Taliban Serang Pangkalan Udara Terbesar AS di Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Taliban menyerang pangkalan utama AS di Afghanistan, Pangkalan Angkatan Udara Bagram, di utara Kabul pada Rabu (11/12/2019). Serangan ini diluncurkan di saat AS mengumumkan akan dimulainya kembali negosiasi damai pasca pemutusan sepihak oleh Presiden Donald Trump.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, membenarkan para penyerang itu pejuangnya. Ia menjelaskan detik-detik serangan tersebut.

“Pertama, mobil Mazda untuk angkutan berat menabrak dinding pangkalan AS. Setelah itu, banyak Mujahidin yang dilengkapi dengan senjata ringan dan berat berhasil menyerang penjajah Amerika,” jelas Mujahid.

Koalisi militer pimpinan AS mengatakan bahwa serangan itu berhasil diatasi dan dihalau dengan cepat.

Misi dukungan di Afghanistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pejuang Taliban yang tidak berhasil menyerbu pangkalan udara terbunuh dalam serangkaian serangan udara.

Dalam sebuah pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengkaku bahwa dua warga sipil tewas dan lebih dari 70 lainnya terluka dalam serangan itu.

Kementerian Pertahanan Georgia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lima tentaranya termasuk dari korban luka. Georgia adalah mitra dalam koalisi militer pimpinan AS di Afghanistan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengutuk serangan tersebut dalam sebuah konferensi pers. Ia mengatakan, serangan itu melukai sedikitnya lima tentara pasukan koalisi.

Wahida Shahkar, juru bicara gubernur provinsi Parwan (lokasi pangkalan Bagram), menambahkan terjadi baku tembak selama 30 menit dengan penyerang. Para penyerang jelas ingin masuk ke pangkalan pasukan asing.

Serangan itu diawali dengan dua bom mobil di pintu masuk selatan pangkalan. Disusul kemudian lima lainnya dengan tembakan berat dan ringan.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangguhan pembicaraan dengan Taliban pada September setelah seorang tentara AS tewas dalam serangan Taliban. Taliban sekarang menguasai lebih banyak tanah daripada yang pernah mereka miliki sejak lawan mereka di Afghanistan menggulingkan mereka dari kekuasaan dengan dukungan udara AS pada tahun 2001.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat