... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muhammadiyah Bantah Materi Jihad Picu Radikalisme

Foto: Prof Dadang Kahmad

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi, Prof. Dadang Kahmad menegaskan bahwa perlu ada penelitian yang valid jika materi jihad dan khilafah menjadi pemicu radikalisme. Menurutnya, jangan sampai Kemenag membuat aturan tanpa dasar penelitian.

“Perlu ada penelitian yang betul-betul valid. Sehingga keputusan-keputusan pun jangan sampai asal kemauan saja tanpa dasar penelitian. Kalau menyebut bahwa pelajaran mengenai peperangan Nabi itu menjadi pemicu Radikalisme, saya kira enggak,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (11/12/2019).

Ia sendiri mengaku belajar soal fiqih dan sejarah jihad dan tidak menjadi radikal. Bahkan, para ulama yang ada di Indonesia juga mempelajari masalah tersebut.

“Orang radikal kan sedikit, jangan generalisir. Harus ada penelitian. Ulama-ulama kan juga belajar fikih dan tarikh tapi tidak radikal,” tuturnya.

Prof. Dadang menegaskan bahwa terlalu vulgar jika mengaitkan ajaran Islam dengan terorisme. Ia menilai, tindakan tersebut seperti halnya padangan orang barat yang non muslim menganggap bahwa orang Islam teroris.

“Saya juga sedih kalau stigmanya datang dari para pemimpin yang notabene adalah orang muslim. Saya rasa jangan jadikan masyarakat Islam itu dicurigai secara keseluruhan. Jangan sampai orang baik pun dicurigai, kita harus memilah-milah dalam membuat kebijakan,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

India

India Sahkan RUU Kewarganegaraan yang Mendiskriminasi Muslim

RUU yang berupaya mengubah undang-undang kewarganegaraan itu bertujuan untuk memberikan kewarganegaraan kepada minoritas yang dianiaya seperti Hindu, Budha, dan minoritas lain dari Bangladesh, Afghanistan, dan Pakistan, tetapi tidak termasuk mereka yang Muslim.

Kamis, 12/12/2019 11:01 0

Afghanistan

Taliban Serang Pangkalan Udara Terbesar AS di Afghanistan

"Pertama, mobil Mazda untuk angkutan berat menabrak dinding pangkalan AS. Setelah itu, banyak Mujahidin yang dilengkapi dengan senjata ringan dan berat berhasil menyerang penjajah Amerika," jelas Mujahid.

Kamis, 12/12/2019 09:16 0

Afrika

71 Tentara Niger Tewas di Kamp Sendiri Akibat Serbuan Jihadis

Sumber-sumber yang dilansir AFP memperkirakan, para penyerang berjumlah ratusan dan terjadi pertempuran sengit.

Kamis, 12/12/2019 08:44 0

China

Dampak Wabah Flu Babi, Inflasi di China Meningkat Tajam

Harga barang di China meningkat dengan cepat selama pada November tahun ini ketika wabah flu babi Afrika menyebabkan harga daging babi naik lebih dari dua kali lipat.

Rabu, 11/12/2019 13:52 0

Philipina

Filipina Akhiri Status Darurat Militer di Wilayah Mindanao 

Darurat militer diberlakukan pada Mei 2017 sebagai tanggapan terhadap serangan mendadak di kota Marawi oleh para militan lokal dan asing yang loyal kepada ISIS.

Rabu, 11/12/2019 13:34 0

Amerika

Diduga Terlibat Pembunuhan Khasoggi, Mantan Konjen Saudi Dilarang Masuk Amerika

Amerika Serikat melarang mantan Konsulat Jenderal Saudi untuk Turki, Mohammed al-Otaibi untuk memasuki wilayahnya.

Rabu, 11/12/2019 13:21 0

Amerika

AS Tangguhkan Pelatihan 300 Pilot Saudi Pasca Insiden di Pangkalan Pensacola

Saat ini ada sekitar 850 siswa Saudi di Amerika Serikat untuk pelatihan militer.

Rabu, 11/12/2019 11:28 0

Artikel

Membumikan Jurnalisme Islam (Tanggapan Artikel Remotivi)

Jurnalis menyampaikan berita sebagaimana ia melihat dunia dan seperangkat nilai yang dianutnya dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan. Adalah bualan belaka ketika menganggap jurnalis bekerja terbebas dari nilai-nilai yang dianutnya. Baik ia sekular, relijius atau apapun.

Rabu, 11/12/2019 11:15 0

Afrika

Al-Shabab Somalia Serbu Hotel Elit di Dekat Istana Presiden

“Kami mengira mereka polisi. Namun ketika mendekat, mereka melemparkan granat tangan dan menembaki kami. Baku tembak pun meletus di gerbang hotel,” katanya.

Rabu, 11/12/2019 09:21 0

Qatar

Emir Qatar Tak Akan Hadiri KTT GCC di Riyadh

Ketidakhadiran Sheikh Tamim ini memupus harapan solusi bagi krisis diplomatik antara Doha dan negara-negara Teluk di pertemuan tahunan itu.

Rabu, 11/12/2019 08:39 0

Close