... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KPAI: Penghapusan UN Sejalan Dengan Sistem Zonasi PPDB

Foto: Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim baru saja mengumumkan Empat Program Pokok Kebijakan Pendidikan ‘Merdeka Belajar’. Program itu meliputi perubahan pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Menanggapi hal itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sangat mendukung dua diantara kebijakan tersebut. Yaitu terkait penghapusan Ujian Nasional pada 2021, dan dipertahankannya sistem zonasi PPDB pada 2020.

“KPAI menilai bahwa kebijakan penghapusan UN sejalan dengan sistem zonasi dalam PPDB, yaitu hanya mempertimbangan jarak rumah ke sekolah, bukan nilai UN-nya seperti praktik sebelum kebijakan zonasi PPDB ditetapkan pemerintah,” kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti melalui siaran persnya yang diterima kiblat.net pada Rabu (12/12/2019).

Meski demikian, KPAI menyayangkan adanya penurunan persentasi zonasi jarak murni yang semula sudah mencapai 80% setelah pelaksanaan tiga tahun zonasi, namun di era Menteri Nadiem malah terjadi kemunduran karena diturunkan drastis menjadi 50%.

“Padahal, sudah banyak daerah yang mampu dan konsisten menjalankan 80% zonasi jarak murni walau dengan segala keterbatasan. Berbeda dengan DKI Jakarta, yang memiliki jauh lebih banyak sekolah, namun “setengah hati” menerapkan zonasi murni sehingga seleksi PPDB sesungguhnya tetap menggunakan UN,”ujarnya.

Retno mengutip data Kementerian Pendidikan yang menunjukkan bahwa dalam 5 tahun terakhir, anak-anak dari keluarga miskin justru mengeluarkan biaya yang lebih besar dari dibandingkan anak-anak dari keluarga kaya.

BACA JUGA  Habib Bahar Tersangka Lagi, Pengacara: Ini Kriminalisasi

Retno menjelaskan, karena seleksi PPDB menggunakan hasil UN. Anak-anak kaya mampu membayar bimbel, sehingga nilai UN nya bisa tinggi dan bisa memilih sekolah negeri manapun karena tinggi nya nilai UN.

“Sementara jumlah sekolah negeri minim. Akibatnya, sekolah negeri didominasi anak-anak dari keluarga kaya. Anak-anak dari keluarga miskin justru harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk pendidikan di sekolah swasta,”papar Retno.

Untuk itu menurut Retno, Pemerintah harus menambah jumlah sekolah negeri dan bukan menurunkan persentasi zonasi murni. Ia menyebut hal ini dikarenakan ketimpangan kualitas pendidikan juga disertai ketimpangan jumlah sekolah di Indonesia. “Angka menunjukkan jumlah sekolah jenjang SD mencapai 148.000an, namun jenjang SMP hanya 39.000an dan jenjang SMA sekitar 13.000an,”tuturnya.

“Minimnya sekolah negeri di jenjang SMP dan SMA haruslah di atasi segera dengan membangun sekolah dan infrastruktur pendidikan yang mendukung kualitas pendidikan, bukan menurunkan persentase zonasi nya,”lanjut Retno.

Diakhir ia mengingatkan, jika pemerintah tidak segera menambah jumlah sekolah menengah, maka setiap tahun dunia pendidikan indonesia akan menghadapi keluhan masyarakat dan masalah PPDB di setiap daerah. Oleh karena itu, KPAI mendorong pemerintah pusat tidak hanya melakukan zonasi siswa, tetapi juga zonasi guru dan zonasi pendidikan yang melibatkan setidaknya 7 Kementerian/Lembaga.

Menurutnya, sistem zonasi dalam PPDB mendorong terciptanya pendidikan berkeadilan bagi anak-anak Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Konstitusi Republik Indonesia. Ia menilai, hanya menzonasi siswa tanpa menzonasi guru dan zonasi pendidikan tidak akan mendongkrak kualitas pendidikan.

BACA JUGA  Muhammadiyah: Polisi yang Pukul Relawan Harus Ditindak Tegas

“Zonasi pendidikan tidak hanya digunakan untuk mendekatkan anak dengan sekolah, sistem zonasi ini juga dapat digunakan untuk menambah guru dan mutasi guru, serta menentukan pembangunan sarana dan prasarana sekolah yang membutuhkan,”pungkasnya.

 

Reporter: Qoid

Editor: Guntur Aji


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

India

India Sahkan RUU Kewarganegaraan yang Mendiskriminasi Muslim

RUU yang berupaya mengubah undang-undang kewarganegaraan itu bertujuan untuk memberikan kewarganegaraan kepada minoritas yang dianiaya seperti Hindu, Budha, dan minoritas lain dari Bangladesh, Afghanistan, dan Pakistan, tetapi tidak termasuk mereka yang Muslim.

Kamis, 12/12/2019 11:01 0

Afghanistan

Taliban Serang Pangkalan Udara Terbesar AS di Afghanistan

"Pertama, mobil Mazda untuk angkutan berat menabrak dinding pangkalan AS. Setelah itu, banyak Mujahidin yang dilengkapi dengan senjata ringan dan berat berhasil menyerang penjajah Amerika," jelas Mujahid.

Kamis, 12/12/2019 09:16 0

Afrika

71 Tentara Niger Tewas di Kamp Sendiri Akibat Serbuan Jihadis

Sumber-sumber yang dilansir AFP memperkirakan, para penyerang berjumlah ratusan dan terjadi pertempuran sengit.

Kamis, 12/12/2019 08:44 0

China

Dampak Wabah Flu Babi, Inflasi di China Meningkat Tajam

Harga barang di China meningkat dengan cepat selama pada November tahun ini ketika wabah flu babi Afrika menyebabkan harga daging babi naik lebih dari dua kali lipat.

Rabu, 11/12/2019 13:52 0

Philipina

Filipina Akhiri Status Darurat Militer di Wilayah Mindanao 

Darurat militer diberlakukan pada Mei 2017 sebagai tanggapan terhadap serangan mendadak di kota Marawi oleh para militan lokal dan asing yang loyal kepada ISIS.

Rabu, 11/12/2019 13:34 0

Amerika

Diduga Terlibat Pembunuhan Khasoggi, Mantan Konjen Saudi Dilarang Masuk Amerika

Amerika Serikat melarang mantan Konsulat Jenderal Saudi untuk Turki, Mohammed al-Otaibi untuk memasuki wilayahnya.

Rabu, 11/12/2019 13:21 0

Amerika

AS Tangguhkan Pelatihan 300 Pilot Saudi Pasca Insiden di Pangkalan Pensacola

Saat ini ada sekitar 850 siswa Saudi di Amerika Serikat untuk pelatihan militer.

Rabu, 11/12/2019 11:28 0

Artikel

Membumikan Jurnalisme Islam (Tanggapan Artikel Remotivi)

Jurnalis menyampaikan berita sebagaimana ia melihat dunia dan seperangkat nilai yang dianutnya dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan. Adalah bualan belaka ketika menganggap jurnalis bekerja terbebas dari nilai-nilai yang dianutnya. Baik ia sekular, relijius atau apapun.

Rabu, 11/12/2019 11:15 0

Afrika

Al-Shabab Somalia Serbu Hotel Elit di Dekat Istana Presiden

“Kami mengira mereka polisi. Namun ketika mendekat, mereka melemparkan granat tangan dan menembaki kami. Baku tembak pun meletus di gerbang hotel,” katanya.

Rabu, 11/12/2019 09:21 0

Qatar

Emir Qatar Tak Akan Hadiri KTT GCC di Riyadh

Ketidakhadiran Sheikh Tamim ini memupus harapan solusi bagi krisis diplomatik antara Doha dan negara-negara Teluk di pertemuan tahunan itu.

Rabu, 11/12/2019 08:39 0

Close