Kompromi dengan Terduga Pelanggar HAM, Sebab Kemunduran Pemerintahan Jokowi

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Divisi Impunitas Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya menyebut pemerintahan Jokowi di awal periode keduanya ini semakin tidak memperhatikan penanganan pelanggar HAM berat di masa lalu.

“Penyelesaian pelanggaran HAM berat stagnan untuk tidak bisa disebut mundur. Karena pemerintah tidak belajar dari pemerintahan jilid pertamanya. Dia (Jokowi, red.) berkompromi lagi-lagi dengan terduga pelanggar HAM,” ujar Dimas dalam konferensi pers hari HAM di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Dimas menyebut, dalam periode pertama pemerintahan Jokowi, mantan walikota Solo itu sudah berkompromi dengan terduga pelanggar HAM dengan mengangkat Wiranto menjadi Menkopolhukam.

Padahal, nama Wiranto sangat sering ditemukan dalam berkas penyelidikan pelanggaran HAM. Bahkan, Dimas menyebut nama Wiranto juga ditetapkan PBB sebagai ‘The Most Serious Crime”.

“Pada termin kedua bagaimana pak Jokowi juga akhirnya mengangkat lagi Pak Prabowo Subianto yang terduga pelanggar HAM. Namanya juga disebut dalam penyelidikan Komnas HAM untuk penculikan dan penghilangan paksa aktivis,” jelasnya.

Menurut KontraS, kompromi dengan terduga pelanggar HAM ini semakin menutup ruang atau malah memenjarakan visi Jokowi sendiri.

“Masyarakat korban dari pelanggaran HAM berat juga tidak mendapatkan keadilan dan penuntasan pelanggaran HAM berat di masa lalu,” ujarnya.

“Penunjukan Pak Prabowo sendiri juga memberikan petunjuk implisit kepada kita bahwa Pak Jokowi pada termin kedua ini tidak lagi punya persepsi atau perspektif soal penuntasan kasus pelanggaran HAM berat dan lagi-lagi pelanggaran HAM berat ini hanya sebatas komoditas politik semata,” tukasnya.

BACA JUGA  Suparji Ahmad: Sumbangsih Syekh Jaber untuk Indonesia Sangat Besar

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat