... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komisi VIII: Pemerintah Jangan Paranoid Terhadap Realita Sejarah

Foto: Komisi VIII Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis (suarabali)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 183 Tahun 2019 telah membatasi pembahasan materi Khilafah dan Jihad dalam kurikulum. Keputusan ini pun menjadi perbincangan publik dan mengundang kontroversi.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis menghimbau Pemerintah untuk terlebih dahulu memahami terminologi makna keduanya. “Pemerintah harus memahami terminologi agama secara lengkap dan jangan sampai paranoid terhadap realita sejarah,” ujar Iskan melalui siaran persnya pada Rabu (11/12/2019).

Ia menambahkan, Khilafah dan Jihad telah menjadi bagian dalam sejarah Islam, sehingga KMA tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Pada Madrasah bertentangan dengan konstitusi.

Iskan pun kemudian mengutip UUD NRI Tahun 1945, pasal 29 ayat (2), “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu”.

Menurut Iskan, KMA Nomor 183 Tahun 2019 bertentangan dengan Pasal tersebut. Ia menghimbau Kemenag agar tetap memasukkan materi jihad dan khilafah dalam pelajaran agama di sekolah dan madrasah-madrasah.

Politisi Partai keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, Pemerintah tak perlu khawatir dengan Materi Khilafah dan Jihad karena materi itu bisa jadi khazanah pengetahuan bagi para siswa.

Istilah khilafah muncul sebagai realita sejarah ketika ada kekuasaan Khulafaurrasyidin, Khilafah Bani Umayyah, Khilafah Bani Abbasiyah, sampai Khilafah Turki Ustmani. Iskan memandang, murid-murid harus tahu fakta sejarah tersebut dengan harapan akan terbangun nilai-nilai positif tentang berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA  Ditolak Mabes Polri, FPI Laporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya

“Para guru dalam pengajarannya bisa menyesuaikan dengan nilai-nilai dasar yang dianut di negara kita, yaitu negara yang berideologi Pancasila,” kata Iskan.

Ia mengingatkan, ketika penjajahan di Nusantara, pahlawan yang terdiri dari kiai dan santri menyerukan jihad untuk membebaskan negeri ini dari belenggu penjajahan. Bahkan, kata jihad juga disebut dalam Al Qur’an yang mengajarkan semangat berjuang mempertahankan kehormatan bangsa dan negara.

“Kemenag memperluas makna jihad dalam terminologi agama dengan menafian makna perang adalah pembodohan intelektual. Konsensus kita dalam bernegara yang 4 pilar, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus kita jaga bersama,”tandasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Guntur Aji

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

India

India Sahkan RUU Kewarganegaraan yang Mendiskriminasi Muslim

RUU yang berupaya mengubah undang-undang kewarganegaraan itu bertujuan untuk memberikan kewarganegaraan kepada minoritas yang dianiaya seperti Hindu, Budha, dan minoritas lain dari Bangladesh, Afghanistan, dan Pakistan, tetapi tidak termasuk mereka yang Muslim.

Kamis, 12/12/2019 11:01 0

Afghanistan

Taliban Serang Pangkalan Udara Terbesar AS di Afghanistan

"Pertama, mobil Mazda untuk angkutan berat menabrak dinding pangkalan AS. Setelah itu, banyak Mujahidin yang dilengkapi dengan senjata ringan dan berat berhasil menyerang penjajah Amerika," jelas Mujahid.

Kamis, 12/12/2019 09:16 0

Afrika

71 Tentara Niger Tewas di Kamp Sendiri Akibat Serbuan Jihadis

Sumber-sumber yang dilansir AFP memperkirakan, para penyerang berjumlah ratusan dan terjadi pertempuran sengit.

Kamis, 12/12/2019 08:44 0

China

Dampak Wabah Flu Babi, Inflasi di China Meningkat Tajam

Harga barang di China meningkat dengan cepat selama pada November tahun ini ketika wabah flu babi Afrika menyebabkan harga daging babi naik lebih dari dua kali lipat.

Rabu, 11/12/2019 13:52 0

Philipina

Filipina Akhiri Status Darurat Militer di Wilayah Mindanao 

Darurat militer diberlakukan pada Mei 2017 sebagai tanggapan terhadap serangan mendadak di kota Marawi oleh para militan lokal dan asing yang loyal kepada ISIS.

Rabu, 11/12/2019 13:34 0

Amerika

Diduga Terlibat Pembunuhan Khasoggi, Mantan Konjen Saudi Dilarang Masuk Amerika

Amerika Serikat melarang mantan Konsulat Jenderal Saudi untuk Turki, Mohammed al-Otaibi untuk memasuki wilayahnya.

Rabu, 11/12/2019 13:21 0

Amerika

AS Tangguhkan Pelatihan 300 Pilot Saudi Pasca Insiden di Pangkalan Pensacola

Saat ini ada sekitar 850 siswa Saudi di Amerika Serikat untuk pelatihan militer.

Rabu, 11/12/2019 11:28 0

Artikel

Membumikan Jurnalisme Islam (Tanggapan Artikel Remotivi)

Jurnalis menyampaikan berita sebagaimana ia melihat dunia dan seperangkat nilai yang dianutnya dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan. Adalah bualan belaka ketika menganggap jurnalis bekerja terbebas dari nilai-nilai yang dianutnya. Baik ia sekular, relijius atau apapun.

Rabu, 11/12/2019 11:15 0

Afrika

Al-Shabab Somalia Serbu Hotel Elit di Dekat Istana Presiden

“Kami mengira mereka polisi. Namun ketika mendekat, mereka melemparkan granat tangan dan menembaki kami. Baku tembak pun meletus di gerbang hotel,” katanya.

Rabu, 11/12/2019 09:21 0

Qatar

Emir Qatar Tak Akan Hadiri KTT GCC di Riyadh

Ketidakhadiran Sheikh Tamim ini memupus harapan solusi bagi krisis diplomatik antara Doha dan negara-negara Teluk di pertemuan tahunan itu.

Rabu, 11/12/2019 08:39 0

Close