... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cajee Dapat Umrah Gratis Usai Shalat Subuh 40 Hari Berturut-turut di Masjid

Foto: Muhammad Cajee

KIBLAT.NET, North West – Muhammad Cajee, seorang pemuda 16 tahun dari Klerksdorp, North West, Afrika Selatan mendapat hadiah umrah dalam acara “Penghargaan Shalat Subuh Pertama” yang digelar Deen Team di Johannesburg pada 26 November 2019.

Program inovatif ‘Subuh Pertama’ mengimbau kepada remaja Muslim dari 7 masji untuk melaksanakan shalat tepat waktu selama 40 hari. Aktifitas mereka akan dipantau dan dinilai oleh para petugas.

Kampanye ini bertujuan untuk menyemarakkan rajin ke masjid di antara kaum muda, dan menciptakan imbauan dengan hadiah daripada teguran.

Sekitar 100 anak muda berusia antara 13 dan 19 tahun mendaftar untuk program ini dan 82 berhasil menyelesaikannya. Peserta yang sukses diundang untuk menghadiri upacara penghargaan di Image Lifestyle Centre di Johannesburg.

Para peserta yang berhasil 100% menghadiri shalat Subuh dari 8 Oktober 2019 hingga 16 November 2019, diberikan hadiah voucher senilai R750 yang dapat digunakan di toko populer pilihan mereka, termasuk toko olahraga, toko alat pancing dan toko pakaian.

Anak-anak muda juga dapat memilih voucher uang dari perkemahan pemuda mereka berikutnya, yang diselenggarakan oleh ‘Deen Team’. Sementara itu, hadiah utama umrah dimenangkan oleh Cajee.

“Menjadi seorang mahasiswa Hifz, saya terbiasa bangun Subuh meski juga sering tidur pada hari Minggu dan hari-hari lainnya. Setelah mengetahui inisiatif ini dari guru-guru saya, saya bertekad untuk tepat waktu dan Alhamdulillah, sejak itu saya tidak pernah melewatkan sholat subuh berjamaah. Saya sangat berharap untuk melanjutkannya,” kata Cajee.

BACA JUGA  Al-Shabaab Serbu Pangkalan AS di Kenya, Tiga Tewas dan Empat Pesawat Hancur

Penelitian filosofis, spiritual, dan bahkan ilmiah menunjukkan bahwa masa 40 hari sangat penting dalam membentuk kebiasaan. Sementara pemberian hadiah dan hadiah untuk alasan yang baik adalah hal biasa dalam kehidupan Nabi Muhammad dan dalam pusat pembelajaran Islam di seluruh dunia.

Sarjana terkemuka Afrika Selatan Mufti Zubair Bayat, menghadiri upacara penghargaan sebagai pembicara tamu dan memuji program Deen Team.

“Komunitas dan cendekiawan terpelajar melakukan upaya besar dalam memotivasi kaum muda untuk mengisi masajid. Kompetisi sehat untuk berbuat lebih baik sangat dianjurkan,” kata Mufti Bayat.

Hafiz Shaakir Bhyat, kepala ‘The Deen Team,’ sebuah organisasi pengembangan pemuda nirlaba, mengatakan: “Kami berharap untuk menghidupkan kembali pentingnya shalat berjamaah, menciptakan perubahan yang langgeng untuk pendirian doa, dan berharap remaja Muslim membentuk ikatan dengan imam mereka untuk kesehatan spiritual mereka.”

“Kami juga berterima kasih kepada semua yang mendukung pekerjaan yang kami lakukan, terutama Badan Muslim Afrika, Awqaf SA dan Ashraful Aid yang memastikan keberhasilan kampanye ini,” tambah Bhyat.

Deen Team didirikan pada tahun 2016 dan bertujuan untuk menyediakan berbagai program untuk pemuda Muslim, untuk remaja sekolah dan mahasiswa.

Kelompok pemuda ini mendorong inisiatif dan program berbasis agama untuk anak-anak muda Muslim, memastikan mereka berkembang secara holistik dan berkontribusi secara berarti di masyarakat.

Sumber: Ilmfeed
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KPAI: Penghapusan UN Sejalan Dengan Sistem Zonasi PPDB

KPAI menyatakan sangat mendukung dua diantara kebijakan tersebut. Yaitu terkait penghapusan Ujian Nasional dan dipertahankannya sistem zonasi PPDB.

Kamis, 12/12/2019 15:49 0

Indonesia

Soal Materi Jihad, KH Luthfi Bashori Minta Menag Lebih Bijak

Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Luthfi Basori meminta Kemenag menjelaskan dengan benar apa itu jihad terhadap siswa madrasah

Kamis, 12/12/2019 15:16 0

Indonesia

Muhammadiyah Bantah Materi Jihad Picu Radikalisme

Menurutnya, jangan sampai Kemenag membuat aturan tanpa dasar penelitian.

Kamis, 12/12/2019 13:59 0

Indonesia

Komisi VIII: Pemerintah Jangan Paranoid Terhadap Realita Sejarah

Anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis menghimbau Pemerintah untuk terlebih dahulu memahami terminologi makna Khilafah dan Jihad

Kamis, 12/12/2019 13:12 0

Indonesia

Kompromi dengan Terduga Pelanggar HAM, Sebab Kemunduran Pemerintahan Jokowi

Ketua Divisi Impunitas Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya menyebut pemerintahan Jokowi di awal periode keduanya ini semakin tidak memperhatikan penanganan pelanggar HAM berat di masa lalu.

Kamis, 12/12/2019 06:54 0

Indonesia

Global Wakaf-ACT Hadirkan Program Lumbung Ternak Wakaf di Tasikmalaya

Global Wakaf-ACT meresmikan program unggulan Lumbung Ternak Wakaf (LTW)

Rabu, 11/12/2019 18:00 0

Indonesia

Peneliti INSIST: Jika Khilafah Tak Diajarkan di Madrasah Justru Bahaya

Menurutnya, ketika materi ini dibatasi justru generasi muda semakin penasaran

Rabu, 11/12/2019 17:44 0

Indonesia

Gamblang, KH Luthfi Bashori Jelaskan Makna Jihad

Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Lutfi Basori menjelaskan apa itu yang dimaksud dengan jihad.

Rabu, 11/12/2019 17:10 0

Indonesia

Kemenag Batasi Materi Jihad, Peneliti INSIST: Apa Kitab Ulama Mau Dilarang Juga?

Ia juga mempertanyakan apa dasar Kemenag untuk menghapus jihad dan khilafah dari materi ujian.

Rabu, 11/12/2019 16:55 0

Indonesia

Haji 2020: Saudi Setujui Usulan Indonesia Soal Pembatas Jamaah Laki-Laki dan Perempuan di Tenda Mina

Muasasah Ath-Thawafah Makkah menyetujui usulan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag untuk memasang pembatas jemaah laki-laki dan perempuan di tenda Mina.

Rabu, 11/12/2019 15:46 0

Close