71 Tentara Niger Tewas di Kamp Sendiri Akibat Serbuan Jihadis

KIBLAT.NET, Niger – Departemen Pertahanan Niger mengumumkan bahwa sebanyak 71 tentaranya tewas dan sejumlah lainnya hilang dalam serangan di kamp militer Nigeria di Inatis, dekat Mali, pada Selasa (10/12/2019). Diduga kelompok jihadis di balik serangan ini.

“Sayangnya, kami memiliki hasil sebagai berikut: 71 tentara tewas dan 12 lainnya terluka dan sejumlah lainnya hilang serta sejumlah besar kematian di antara para teroris,” kata pernyataan Dephan Niger yang dibacakan di TV pemerintah, seperti dikutip AFP pada Rabu (11/12/2019).

Sumber-sumber yang dilansir AFP memperkirakan, para penyerang berjumlah ratusan dan terjadi pertempuran sengit.

Sebelumnya, sumber keamanan mengatakan bahwa serangan itu mengakibatkan “lebih dari enam puluh tentara tewas”.

Hasil ini merupakan kerugian paling besar yang dialami tentara Nigeria sejak kelompok-kelompok jihadis memulai serangan di negara itu pada 2015.

Kelompok-kelompok jihadis di Mali memperluas operasi militer ke negara-negara tetangga sebagai akibat kampanye militer Prancis dan negara Sahel. Serangan-serangan itu sebagai peringatan bagi negara Sahel untuk tidak campur tangan di Mali.

Sebelumnya, kepresidenan mengatakan di Twitter bahwa “Presiden Republik, komandan tertinggi pasukan, Isovo Muhammadu, memotong partisipasinya dalam Konferensi Perdamaian Permanen, Keamanan dan Pembangunan di Afrika, di Mesir untuk kembali ke Niamey menyusul tragedi yang terjadi di Inatis.”

Dewan Menteri kemudian memperpanjang keadaan darurat selama tiga bulan, yang telah dinyatakannya pada 2017 di beberapa daerah untuk melawan serangan jihadis.

Wilayah utara Tahoua dan wilayah tetangganya Tillabéry menjadi sasaran lebih banyak serangan jihadis dari negara tetangga Mali.

Sejak Oktober, organisasi kemanusiaan telah dicegah untuk pergi ke beberapa daerah tanpa pengawalan militer.

Jihadis mengintensifkan serangan mereka di Sahel, terutama di Mali, Niger, dan Burkina Faso, meskipun pengerahan tentara Prancis sebagai bagian dari pasukan Barkhan.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat