... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pantau Perbatasan, Indonesia-Malaysia Sepakat Gunakan Drone

Foto: Indonesia, Malaysia

KIBLAT.NET, Jakarta – Malaysia dan Indonesia pada prinsipnya sepakat untuk menggunakan drone dan teknologi lainnya untuk memantau perbatasan mereka. Demikian kata Menteri Dalam Negeri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Selasa (10/12/2019).

Perjanjian perbatasan Malaysia-Indonesia yang akan diperbarui pada tahun 2020. “Sebuah nota kesepahaman tentang lintas batas dan perdagangan akan diselesaikan dan ditandatangani tahun depan,” kata Muhyiddin di Jakarta.

Mendagri Malaysia bertemu dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Yasonna Laoly sebagai bagian dari kunjungan kerja dua hari ke negara tersebut.

“Malaysia dan Indonesia akan terus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah-masalah seperti penyelundupan, perdagangan narkoba, perdagangan manusia dan kejahatan lintas batas lainnya,” kata Muhyiddin.

“Perbatasan (tanah) antara Malaysia dan Indonesia (seperti di Sabah dan Sarawak, dan di Kalimantan) lebih dari 1.000 km, dan tentu saja sulit untuk dipantau, dan membutuhkan penggunaan teknologi,” katanya.

Muhyiddin menambahkan bahwa kedua pemerintah juga mempertimbangkan pertukaran tahanan – sebuah topik yang diangkat oleh Presiden Indonesia Joko Widodo pada pertemuan baru-baru ini dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Program pertukaran tahanan memungkinkan tahanan kedua negara dikirim kembali ke negara mereka masing-masing untuk menjalani hukuman mereka.

“Sementara Indonesia bersedia untuk mengimplementasikan program tersebut, masalah hukum tertentu harus diselesaikan,” kata menteri Malaysia.

“(Indonesia) belum memiliki undang-undang untuk mengimplementasikan program, dan pejabat kementerian akan menyusun proposal,” tambahnya.

BACA JUGA  Cegah Covid-19, BMH Papua Buka Layanan Semprot Disinfektan

Ada sekitar 300 orang Malaysia saat ini di penjara-penjara Indonesia, sementara lebih dari 5.000 orang Indonesia menjalani hukuman di Malaysia.

Masalah pekerja ilegal juga diangkat selama kunjungan Muhyiddin ketika dia bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja Indonesia Ida Fauziya.

“Malaysia dan Indonesia bersatu dalam hal ini, masalah imigran ilegal harus diselesaikan bersama dan serius,” katanya.

Sumber: Channel News Asia
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

AS Tangguhkan Pelatihan 300 Pilot Saudi Pasca Insiden di Pangkalan Pensacola

Saat ini ada sekitar 850 siswa Saudi di Amerika Serikat untuk pelatihan militer.

Rabu, 11/12/2019 11:28 0

Artikel

Membumikan Jurnalisme Islam (Tanggapan Artikel Remotivi)

Jurnalis menyampaikan berita sebagaimana ia melihat dunia dan seperangkat nilai yang dianutnya dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan. Adalah bualan belaka ketika menganggap jurnalis bekerja terbebas dari nilai-nilai yang dianutnya. Baik ia sekular, relijius atau apapun.

Rabu, 11/12/2019 11:15 0

Afrika

Al-Shabab Somalia Serbu Hotel Elit di Dekat Istana Presiden

“Kami mengira mereka polisi. Namun ketika mendekat, mereka melemparkan granat tangan dan menembaki kami. Baku tembak pun meletus di gerbang hotel,” katanya.

Rabu, 11/12/2019 09:21 0

Qatar

Emir Qatar Tak Akan Hadiri KTT GCC di Riyadh

Ketidakhadiran Sheikh Tamim ini memupus harapan solusi bagi krisis diplomatik antara Doha dan negara-negara Teluk di pertemuan tahunan itu.

Rabu, 11/12/2019 08:39 0

Amerika

Afghanistan Papers Ungkap Kegagalan Perang AS di Afghanistan yang Selalu Ditutupi

Surat kabar The Washington Post pada Senin lalu memperoleh ribuan dokumen pemerintah AS yang menyebutkan kegagalan perang AS di Afghanistan.

Rabu, 11/12/2019 08:03 0

Khazanah

Pelajaran dari Guru Imam Syafi’i untuk Gus Muwafiq

Sekelas Imam Waki’ bin al-Jarrah; guru Imam asy-Syafi’i saja hampir diamuk massa gegara pernyataan beliau tentang nabi Muhammad

Selasa, 10/12/2019 23:16 0

Afrika

Pengamat: Kebijakan Luar Negeri AS di Somalia Untungkan Al-Shabaab

Hari ini, Farmago mendorong Somalia ke dalam jurang

Selasa, 10/12/2019 09:27 0

Turki

Turki Bungkam terhadap Eskalasi Terbaru di Idlib

Sementara Menteri Pertahanan Turki, Khulusi Akar, tidak menyinggung tentang Idlib selama wawancara dengan kantor berita resmi Turki Anadolu Agency (AA) pada Senin, tentang situasi terkini di Suriah utara.

Selasa, 10/12/2019 07:51 0

Suriah

Rusia Kontrol Bekas Basis ISIS di Suriah Pasca Penarikan Tentara AS

Cuplikan yang disiarkan oleh saluran TV Kementerian Pertahanan Rusia Zvezda memperlihatkan sekelompok tentara Rusia berjabat tangan dengan anak-anak Suriah dan menurunkan muatan bantuan kemanusiaan dari belakang sebuah truk yang bertuliskan "Rusia Bersamamu".

Selasa, 10/12/2019 07:02 0

News

Pentagon Bantah Wacana Penambahan 14.000 Pasukan di Timur Tengah

Pentagon membantah laporan yang menyebut bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk menyebar 14.000 tentaranya ke Timur Tengah.

Ahad, 08/12/2019 05:52 0

Close