... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KontraS Nilai Saat Ini Indeks Kebebasan Berpendapat Menurun

Foto: Yati Andriyani (jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyusun catatan tahunan HAM dalam rangka memaknai peringatan Hari HAM internasional. Yati Andriyani, Koordinator KontraS mengungkapkan, dalam rentang satu tahun terakhir (Desember 2018 -November 2019), KontraS melakukan pemantauan atas situasi dan peristiwa hak asasi manusia.

“Pada tahun ini, KontraS memberikan catatan terhadap dekadensi demokrasi yang semakin deras dan dampaknya yang negatif terhadap pemenuhan terhadap hak asasi manusia pasca 21 tahun Reformasi,” ujar Yati dalam konferensi pers di kantor KontraS, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Yati menjelaskan, proposisi kemunduran demokrasi dapat diurai dari tiga rangkaian peristiwa besar yang terjadi selama satu tahun belakangan.

Pertama, dinamika politik selama dan pasca pemilihan presiden dan wakil presiden yang memuncak dalam peristiwa kekerasan pada tanggal 21-23 Mei 2019. Kedua, meletupnya kemarahan rakyat Papua atas serangan rasisme kepada terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya yang menyulut rentetan demonstrasi masif di seluruh wilayah Papua dan memuncak pada kekerasan dan kerusuhan di Jayapura dan Wamena pada bulan September 2019.

“Dan ketiga, rangkaian demonstrasi mahasiswa dan masyarakat pada bulan September yang dipicu oleh dipaksakannya perumusan revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi dan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang mengancam kebebasan sipil,” ujarnya.

Menurut KontraS, keseluruhan rangkaian peristiwa tersebut bukan hanya diiringi penangkapan, penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan jatuhnya korban jiwa. Tetapi juga secara efektif telah membungkam dan menurunkan level kebebasan rakyat untuk mengemukakan pendapat dan mengkritik pemerintahan.

BACA JUGA  Ini Dua "Kartu" Jokowi untuk Masyarakat Hadapi Corona

Yati pun menegaskan bahwa sepanjang tahun, pemerintah mengabaikan hak asasi manusia, terlihat dari tidak diberikannya ruang kepada penikmatan hak asasi manusia.

“Kebebasan dan hak Sipil dan politik dikorbankan oleh obsesi pemerintah untuk mendorong dan mempermudah iklim investasi, dan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur,” ketusnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Dampak Wabah Flu Babi, Inflasi di China Meningkat Tajam

Harga barang di China meningkat dengan cepat selama pada November tahun ini ketika wabah flu babi Afrika menyebabkan harga daging babi naik lebih dari dua kali lipat.

Rabu, 11/12/2019 13:52 0

Philipina

Filipina Akhiri Status Darurat Militer di Wilayah Mindanao 

Darurat militer diberlakukan pada Mei 2017 sebagai tanggapan terhadap serangan mendadak di kota Marawi oleh para militan lokal dan asing yang loyal kepada ISIS.

Rabu, 11/12/2019 13:34 0

Amerika

Diduga Terlibat Pembunuhan Khasoggi, Mantan Konjen Saudi Dilarang Masuk Amerika

Amerika Serikat melarang mantan Konsulat Jenderal Saudi untuk Turki, Mohammed al-Otaibi untuk memasuki wilayahnya.

Rabu, 11/12/2019 13:21 0

Amerika

AS Tangguhkan Pelatihan 300 Pilot Saudi Pasca Insiden di Pangkalan Pensacola

Saat ini ada sekitar 850 siswa Saudi di Amerika Serikat untuk pelatihan militer.

Rabu, 11/12/2019 11:28 0

Artikel

Membumikan Jurnalisme Islam (Tanggapan Artikel Remotivi)

Jurnalis menyampaikan berita sebagaimana ia melihat dunia dan seperangkat nilai yang dianutnya dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan. Adalah bualan belaka ketika menganggap jurnalis bekerja terbebas dari nilai-nilai yang dianutnya. Baik ia sekular, relijius atau apapun.

Rabu, 11/12/2019 11:15 0

Afrika

Al-Shabab Somalia Serbu Hotel Elit di Dekat Istana Presiden

“Kami mengira mereka polisi. Namun ketika mendekat, mereka melemparkan granat tangan dan menembaki kami. Baku tembak pun meletus di gerbang hotel,” katanya.

Rabu, 11/12/2019 09:21 0

Qatar

Emir Qatar Tak Akan Hadiri KTT GCC di Riyadh

Ketidakhadiran Sheikh Tamim ini memupus harapan solusi bagi krisis diplomatik antara Doha dan negara-negara Teluk di pertemuan tahunan itu.

Rabu, 11/12/2019 08:39 0

Amerika

Afghanistan Papers Ungkap Kegagalan Perang AS di Afghanistan yang Selalu Ditutupi

Surat kabar The Washington Post pada Senin lalu memperoleh ribuan dokumen pemerintah AS yang menyebutkan kegagalan perang AS di Afghanistan.

Rabu, 11/12/2019 08:03 0

Khazanah

Pelajaran dari Guru Imam Syafi’i untuk Gus Muwafiq

Sekelas Imam Waki’ bin al-Jarrah; guru Imam asy-Syafi’i saja hampir diamuk massa gegara pernyataan beliau tentang nabi Muhammad

Selasa, 10/12/2019 23:16 0

Afrika

Pengamat: Kebijakan Luar Negeri AS di Somalia Untungkan Al-Shabaab

Hari ini, Farmago mendorong Somalia ke dalam jurang

Selasa, 10/12/2019 09:27 0

Close