Dampak Wabah Flu Babi, Inflasi di China Meningkat Tajam

KIBLAT.NET, Beijing –

Biro Statistik Nasional (NBS) mengatakan, Indeks harga konsumen (CPI) – tolok ukur utama inflasi ritel – berada di 4,5 persen pada November. Naik dari 3,8 persen pada Oktober dan menempati tingkat tertinggi sejak Januari 2012.

Analis yang disurvei Bloomberg News memperkirakan kenaikan 4,3 persen dalam setahun.

Wabah flu babi yang meluas sejak Agustus 2018 telah mengganggu pasokan daging babi di China, membuat harga daging pokok naik 110,2 persen bulan lalu.

Sementara jumlah babi China turun sekitar 40 persen, pemerintah pekan lalu meluncurkan rencana untuk mengembalikan produksi daging babi ke tingkat pra-babi pada tahun 2021.

Krisis ini juga membuat harga daging sapi, domba, dan telur naik karena konsumen beralih ke sumber protein lain.

Target inflasi konsumen China untuk 2019 adalah sekitar 3 persen.

Indeks harga produsen (PPI) – barometer penting dari sektor industri yang mengukur harga barang di gerbang pabrik – menunjukkan harga turun 1,4 persen satu tahun di bulan November.

Angka itu sedikit lebih tinggi daripada penurunan 1,5 persen yang diantisipasi dalam jajak pendapat Bloomberg News. Kendati demikian, hal tersebut menjadi tanda menurunnya ekonomi China.

Sumber: AFP
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat