... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Tangguhkan Pelatihan 300 Pilot Saudi Pasca Insiden di Pangkalan Pensacola

Foto: Pintu Masuk ke Pangkalan Pensacola di Florida, AS

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat menangguhkan sementara program pelatihan 300 warga Saudi yang mempelajari pesawat militer di pangkalan-pangkalan AS. Keputusan ini dikeluarkan pasca aksi insiden penembakan di pangkalan laut AS di Florida yang dilakukan oleh tentara Saudi dan menewaskan tiga orang.

“Terhitung mulai Senin, pelatihan para siswa penerbangan Saudi ditangguhkan sementara untuk keselamatan mereka,” kata Letnan Andriana Jenoldi, juru bicara Angkatan Laut AS, pada Selasa (10/12/2019).

Seorang pejabat AS lainnya mengatakan bahwa penghentian pelatihan ini untuk membantu para siswa Saudi mempersiapkan dimulainya kembali pelatihan. Langkah-langkah serupa akan diambil jika insiden penembakan serupa terjadi dalam satu skuadron militer Amerika.

Jinoldi menjelaskan penangguhan ini mencakup pelatihan di tiga instalasi militer yang berbeda, yaitu stasiun Angkatan Laut Pensacola, Whitefield dan Mayport di Florida.

Dia mengatakan belum jelas kapan siswa Saudi akan diizinkan terbang lagi. Yang jelas, mereka dalam waktu dekat akan melanjutkan pelatihan teori. Sementara pelatihan penerbangan dari siswa negara lain tetap dilanjutkan.

Saat ini ada sekitar 850 siswa Saudi di Amerika Serikat untuk pelatihan militer.

Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan bahwa penyelidik Amerika percaya bahwa seorang letnan kedua di Angkatan Udara Saudi, Mohammed Saeed Al-Shamrani (21), bertindak sendiri ketika ia melakukan serangannya di pangkalan Angkatan Laut AS di Pensacola, Florida pada Jumat lalu. Tiga tewas dalam insiden itu, sementara Al-Shamrani tewas ditembak polisi.

BACA JUGA  Donald Trump Bebas dari Dakwaan Pemakzulan

Insiden itu sekali lagi menimbulkan pertanyaan tentang hubungan militer AS dengan Arab Saudi, yang menjadi perhatian besar di Kongres karena perang Yaman dan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi tahun lalu.

Komandan militer AS masih menggambarkan insiden penembakan di Florida itu sebagai masalah terbatas yang tidak akan mempengaruhi hubungan AS-Saudi secara keseluruhan.

Serangan itu terjadi pada saat Presiden AS Donald Trump tertarik untuk menjaga hubungan hangat dengan Riyadh mengingat meningkatnya ketegangan dengan Iran, saingannya di Timur Tengah.

Sebelumnya, Saudi Press Agency melaporkan bahwa Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman menelpon Presiden AS Donald Trump pada Ahad lalu, menyatakan belasungkawa dan dukungannya kepada keluarga para korban penembakan di pangkalan angkatan laut di Florida.

Putra Mahkota meyakinkan Presiden AS bahwa pemerintah Saudi akan menawarkan kerja sama absolut mereka dengan Amerika Serikat dan memberikannya semua informasi yang akan membantu penyelidikan.

Penyelidik swasta, Rachel Rojas, yang bertanggung jawab atas FBI di Jacksonville, mengungkapkan penahanan dan pencegahan kepergian pilot Saudi yang tersisa yang berpartisipasi dalam pelatihan di dalam pangkalan Florida.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Membumikan Jurnalisme Islam (Tanggapan Artikel Remotivi)

Jurnalis menyampaikan berita sebagaimana ia melihat dunia dan seperangkat nilai yang dianutnya dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan. Adalah bualan belaka ketika menganggap jurnalis bekerja terbebas dari nilai-nilai yang dianutnya. Baik ia sekular, relijius atau apapun.

Rabu, 11/12/2019 11:15 0

Khazanah

Pelajaran dari Guru Imam Syafi’i untuk Gus Muwafiq

Sekelas Imam Waki’ bin al-Jarrah; guru Imam asy-Syafi’i saja hampir diamuk massa gegara pernyataan beliau tentang nabi Muhammad

Selasa, 10/12/2019 23:16 0

Indonesia

Muhammadiyah: Kekerasan Polisi Kepada Demonstran Masih Jadi PR

Trisno Raharjo memaparkan bahwa kasus HAM yang masih menjadi PR adalah kekerasan penegak hukum pada demonstran.

Selasa, 10/12/2019 17:48 0

Indonesia

Khilafah Dihapus dari Materi Fikih, Menag: Biar Anak Tidak Bingung

Menurutnya, memahami Khilafah dari perspektif fikih menuntut ilmu pengetahuan yang lebih komprehensif.

Selasa, 10/12/2019 17:24 1

Indonesia

Hari HAM Sedunia, Muhammadiyah Soroti Petugas KPPS Meninggal dan Kekerasan Polisi

Muhammadiyah menyoroti beberapa persoalan HAM yang ada di Indonesia di Hari HAM sedunia.

Selasa, 10/12/2019 17:16 0

Indonesia

26 Tahun Jalin Kerjasama Bilateral, Guatemala Akhirnya Buka Kedutaan di Jakarta

Guatemala akhirnya membuka Kedutaan Besarnya di Jakarta. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan hal ini merupakan babak baru hubungan bilateral Indonesia dan Guatemala .

Selasa, 10/12/2019 17:01 0

Indonesia

Bukan Lagi Materi Fikih, Khilafah Kini Dipindah ke Mata Pelajaran SKI

Kementerian Agama akhir-akhir ini mendapat sorotan akibat kebijakan terkait kurikulum terbaru yang dikeluarkan. Dalam keputusan terbarunya, Kementerian Agama membatasi materi seputar pemerintahan Islam (khilafah) dan jihad.

Selasa, 10/12/2019 15:25 1

Indonesia

Muhammadiyah Minta Pemerintah Urus UMKM

Muhammadiyah dalam hal ini meminta pemerintah agar lebih mengarus utamakan UMKM.

Selasa, 10/12/2019 13:41 0

Indonesia

Hari Santri Tak Bisa Dijelaskan Jika Materi Jihad dan Khilafah Dihilangkan

Pemerintah telah memutuskan seluruh materi ujian di madrasah yang mengandung konten khilafah, perang, dan jihad ditarik dan diganti. Hal ini didasarkan pada ketentuan regulasi penilaian yang diatur pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3751, Nomor 5162, dan Nomor 5161 Tahun 2018 tentang Juknis Penilaian Hasil Belajar pada MA, MTs, dan MI.

Selasa, 10/12/2019 13:40 0

Indonesia

Sejarawan: Penyebab Radikalisme Bukan Khilafah dan Jihad

Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menarik materi ujian Khilafah dan Jihad serta perang dari materi ujian kurikulum Madrasah

Selasa, 10/12/2019 12:13 0

Close