Turki Bungkam terhadap Eskalasi Terbaru di Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Para pejabat Turki bungkam terhadap eskalasi militer terbaru rezim Suriah dan jet tempur Rusia di provinsi Idlib. Peningkatan operasi militer ini telah menyebabkan ribuan sipil tewas dan mengungsi.

Seperti dipantau portal lokal pro oposisi Suriah, Enabbaladi, pada Senin (09/12/2019), belum ada satu pun pernyataan yang keluar dari Turki mengenai eskalasi tersebut. Sementara Menteri Pertahanan Turki, Khulusi Akar, tidak menyinggung tentang Idlib selama wawancara dengan kantor berita resmi Turki Anadolu Agency (AA) pada Senin, tentang situasi terkini di Suriah utara.

Akar mencukupkan pembicaraan tentang operasi militer Turki di timur Sungai Eufrat, yang oleh Ankara disebut operasi “Mata Air Damai”. Ia juga berbicara tentang Jaisyul Wathany, aliansi faksi-faksi oposisi Suriah, yang didukung negaranya.

Provinsi Idlib beberapa hari terakhir mengalami gempuran udara sengit oleh militer Suriah dan Rusia. Puluhan orang tewas dan luka-luka sementara ribuan lainnya terpaksa mengungsi.

Relawan Pertahanan Sipil (White Helmets) di Idlib mengatakan bahwa 21 warga sipil tewas dan 42 lainnya terluka, termasuk 14 anak-anak dan delapan wanita, sebagai akibat dari pemboman pesawat-pesawat tempur Rusia dan pesawat-pesawat Assad di kota-kota Al-Barah, Billion, dan desa Abdita di Jabal Al-Zawiya, beberapa hari lalu. Jet tempur juga menargetkan sebuah pasar.

Selama berpekan-pekan, pasukan rezim berusaha maju ke daerah-daerah oposisi di poros timur dan selatan Idlib dengan dukungan Rusia. Sementara faksi-faksi telah menanggapi upaya-upaya ini dengan serangan rudal ke posisi rezim di wilayah itu.

Eskalasi ini terjadi sehari sebelum putaran keempat belas ” Negosiasi Astana” yang membahas file Suriah, terutama Idlib, dengan partisipasi pihak penjamin (Rusia, Turki dan Iran).

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat