... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bukan Lagi Materi Fikih, Khilafah Kini Dipindah ke Mata Pelajaran SKI

Foto: Ilustrasi siswa madrasah.
KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Agama akhir-akhir ini mendapat sorotan akibat kebijakan terkait kurikulum terbaru yang dikeluarkan. Dalam keputusan terbarunya, Kementerian Agama membatasi materi seputar pemerintahan Islam (khilafah) dan jihad.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, Umar menegaskan kedepannya pembahasan mengenai khilafah akan dihapuskan dari mata pelajaran Fikih dan dimasukkan ke dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).
Umar menjelaskan, perubahan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 183 tahun 2019 tentang Pedoman Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di Madrasah dan KMA No. 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah. Diketahui, sebelumnya pedoman kurikulum madrasah, PAI, dan Bahasa Arab mengacu pada KMA No. 165 tahun 2014.
“Materi khilafah ke depan bukan lagi pada mata pelajaran Fikih, tapi SKI,” ujar Umar pada Senin (09/12/2019), seperti dikutip dari website resmi Kementerian Agama.

Umar menuturkan, sebagai bagian mata pelajaran SKI, khilafah nantinya hanya akan disampaikan dalam konteks sejarah kebudayaan yang lebih menitikberatkan pembangunan peradaban, sejak zaman Nabi, Khulafaurrasyidin, Daulah Umayyah, Abasiyah, hingga Turki Utsmani. Di samping itu, peserta didik juga akan diberi materi seputar perkembangan Islam modern serta relasinya dengan kepemimpinan bangsa dan negara.

“Pelajaran khilafah diorientasikan untuk memberikan wawasan pengetahuan kepada peserta didik tentang keragaman sistem pemerintahan dalam sejarah Islam hingga era negara bangsa,” tutur Umar.

BACA JUGA  Cegah Corona, Gugus Tugas Covid-19 Minta Warga Papua Barat Konsumsi Sagu dan Ikan

Selain khilafah, penyesuaian juga dilakukan dalam materi pelajaran tentang jihad. Umar mengklaim materi ini nantinya tidak hanya membahas perkembangan perjuangan Islam sejak zaman Nabi, Khulafaurrasyidin, sampai ulama, tapi juga tentang dinamika jihad kontemporer.

“Misalnya, mencerdasakan kehidupan bangsa, membangun peradaban, pembaharuan pemikiran. Jadi, pembahasan jihad bukan semata soal perang, tetapi juga tentang daya juang yang tinggi dalam setiap perjuangan peradaban,” imbuhnya.

Umar mengatakan, dengan terbitnya KMA 183 dan 184 tahun 2019, maka Kompetensi Inti (KI)/Kompetensi Dasar (KD) yang tertuang dalam KMA 165 sudah tidak berlaku lagi. Sejalan dengan itu, implementasi KI/KD dalam pembelajaran dan penilaian hasil belajar tahun pelajaran 2019/2020 mengacu pada KI/KD yang tercantum dalam KMA 183 tahun 2019.

Direktorat KSKK Madrasah sendiri, tambah Umar, sudah menerbitkan surat edaran untuk Kepala Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia terkait dengan implementasi KMA 183 dan 184 Tahun 2019 tersebut. Ada dua hal pokok yang tertuang dalam edaran tersebut: Pertama, penegasan berlakunya KMA 183 dan 184 tahun 2019. Salah satu perubahannya adalah masuknya materi khilafah dalam pelajaran SKI, bukan Fikih. Kedua, soal ujian yang masih menempatkan bahasan khilafah pada mata pelajaran Fikih untuk ditarik dan diganti.

Reporter: Qoid
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Bukan Lagi Materi Fikih, Khilafah Kini Dipindah ke Mata Pelajaran SKI”

  1. abdul aziz

    sekarang jaman demokrasi maka ikut demokrasi, nanti ketika tiba jaman edan ikut edan, sesuai jamanlah…

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Pengamat: Kebijakan Luar Negeri AS di Somalia Untungkan Al-Shabaab

Hari ini, Farmago mendorong Somalia ke dalam jurang

Selasa, 10/12/2019 09:27 0

Turki

Turki Bungkam terhadap Eskalasi Terbaru di Idlib

Sementara Menteri Pertahanan Turki, Khulusi Akar, tidak menyinggung tentang Idlib selama wawancara dengan kantor berita resmi Turki Anadolu Agency (AA) pada Senin, tentang situasi terkini di Suriah utara.

Selasa, 10/12/2019 07:51 0

Suriah

Rusia Kontrol Bekas Basis ISIS di Suriah Pasca Penarikan Tentara AS

Cuplikan yang disiarkan oleh saluran TV Kementerian Pertahanan Rusia Zvezda memperlihatkan sekelompok tentara Rusia berjabat tangan dengan anak-anak Suriah dan menurunkan muatan bantuan kemanusiaan dari belakang sebuah truk yang bertuliskan "Rusia Bersamamu".

Selasa, 10/12/2019 07:02 0

News

Pentagon Bantah Wacana Penambahan 14.000 Pasukan di Timur Tengah

Pentagon membantah laporan yang menyebut bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk menyebar 14.000 tentaranya ke Timur Tengah.

Ahad, 08/12/2019 05:52 0

Amerika

Waspada! Smart TV Bisa Mematai-matai Aktivitas Penggunanya

Biro Investigasi Federal (FBI) baru-baru ini memperingatkan bahwa smart TV atau televisi pintar dapat mematai-matai penggunanya.

Sabtu, 07/12/2019 13:31 0

Pakistan

Pakistan dan Bangladesh Khawatirkan Nasib Muslim India

Presiden Pakistan Arif Alvi telah mengungkapkan bahwa Bangladesh juga mengkhawatirkan nasib Muslim di India yang telah didiskriminasi berdasarkan aturan baru dalam Undang-Undang Kewarganegaraan 1955.

Sabtu, 07/12/2019 11:40 0

Suriah

Oposisi Suriah Luncurkan Tiga Operasi Ofensif di Pedesaan Idlib

Persimpangan pedesaan Idlib selatan dan timur Idlib menjadi saksi pertempuran sengit antara oposisi dan militer rezim sejak pekan lalu. Pertempuran ini berkobar menyusul serangan balasan oposisi Suriah dengan sandi “Wa Laa Tahinuu”. Oposisi menyerang militer rezim setelah gempuran udara berhari-hari ke wilayahnya.

Sabtu, 07/12/2019 07:17 0

Eropa

Statistik Ungkap Islam Paling Cepat Tumbuh di Norwegia

Laporan ini menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan peningkatan hampir 90 persen dari jumlah Muslim yang terdaftar pada 2009, yang saat itu berjumlah 90.700.

Sabtu, 07/12/2019 06:57 0

Amerika

Tentara Saudi Tembaki Orang-orang di Sekitarnya Saat Ikuti Pelatihan Militer di Florida

Penyerang, yang bisa jadi pilot atau teknisi di bidang penerbangan, melakukan serangan dengan pistol.

Sabtu, 07/12/2019 05:44 0

Amerika

Muhammad Masuk 10 Nama Terpopuler di Amerika

KIBLAT.NET, Washington – Muhammad, untuk pertama kalinya masuk dalam 10 nama teratas yang diberikan oleh...

Jum'at, 06/12/2019 14:31 0

Close