... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Politisi PKS: Penghapusan Materi Jihad dan Khilafah Tidak Mengurangi Radikalisme

Foto: Politisi PKS, Buchori Yusuf

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Buchori Yusuf menilai bahwa banyak yang menganggap terorisme berkaitan dengan agama Islam. Ia memaparkan, dihapusnya materi jihad dan khilafah dari materi ujian madrasah tidak terlepas dari asumsi yang salah tersebut.

“Teori yang dibangun mereka adalah terorisme yang menjadi musuh oleh semua ini diasumsikan pelaku terbesarnya adalah umat Islam. Dan visi yang paling berpotensi menjadikan orang radikal menuju pada pemberontakan ya ajaran jihad dan pemahaman tentang khilafah. Kalau yang dibangun adalah pemikiran itu, maka itu salah besar,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Senin (09/12/2019).

Ia menekankan, jika mata ajar khilafah atau jihad dihapus dari generasi umat Islam tidak akan mengurangi radikalisme. Tetapi justru akan menyesatkan anak-anak kita dalam memahami agama dan mendistorsi pemahaman syariat yang benar.

“Meniadakan mata ajar khilafah atau jihad kepada anak kita itu tidak akan mengurangi radikalisme tetapi justru akan menyesatkan anak-anak. Jadi salah menentukan tesis kalau kemudian sumber radikalisme adalah jihad dan khilafah,” tuturnya.

Maka, Buchori menegaskan bahwa kebijakan Kemenag tersebut harus dicabut. Sebab, kata dia, saya meyakini langkah tersebut akan gagal.

“Ini tidak layak untuk diterapkan dan saya meyakini akan gagal. Walaupun Menag memaksakan, norma itu (khilafah dan jihad) tidak akan hilang di umat Islam dan tidak akan bisa mengurangi sikap radikalisme,” pungkas Politisi PKS ini.

BACA JUGA  Update Corona: 1.414 Kasus, 75 Sembuh, 122 Meninggal

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Pentagon Bantah Wacana Penambahan 14.000 Pasukan di Timur Tengah

Pentagon membantah laporan yang menyebut bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk menyebar 14.000 tentaranya ke Timur Tengah.

Ahad, 08/12/2019 05:52 0

Amerika

Waspada! Smart TV Bisa Mematai-matai Aktivitas Penggunanya

Biro Investigasi Federal (FBI) baru-baru ini memperingatkan bahwa smart TV atau televisi pintar dapat mematai-matai penggunanya.

Sabtu, 07/12/2019 13:31 0

Pakistan

Pakistan dan Bangladesh Khawatirkan Nasib Muslim India

Presiden Pakistan Arif Alvi telah mengungkapkan bahwa Bangladesh juga mengkhawatirkan nasib Muslim di India yang telah didiskriminasi berdasarkan aturan baru dalam Undang-Undang Kewarganegaraan 1955.

Sabtu, 07/12/2019 11:40 0

Suriah

Oposisi Suriah Luncurkan Tiga Operasi Ofensif di Pedesaan Idlib

Persimpangan pedesaan Idlib selatan dan timur Idlib menjadi saksi pertempuran sengit antara oposisi dan militer rezim sejak pekan lalu. Pertempuran ini berkobar menyusul serangan balasan oposisi Suriah dengan sandi “Wa Laa Tahinuu”. Oposisi menyerang militer rezim setelah gempuran udara berhari-hari ke wilayahnya.

Sabtu, 07/12/2019 07:17 0

Eropa

Statistik Ungkap Islam Paling Cepat Tumbuh di Norwegia

Laporan ini menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan peningkatan hampir 90 persen dari jumlah Muslim yang terdaftar pada 2009, yang saat itu berjumlah 90.700.

Sabtu, 07/12/2019 06:57 0

Amerika

Tentara Saudi Tembaki Orang-orang di Sekitarnya Saat Ikuti Pelatihan Militer di Florida

Penyerang, yang bisa jadi pilot atau teknisi di bidang penerbangan, melakukan serangan dengan pistol.

Sabtu, 07/12/2019 05:44 0

Amerika

Muhammad Masuk 10 Nama Terpopuler di Amerika

KIBLAT.NET, Washington – Muhammad, untuk pertama kalinya masuk dalam 10 nama teratas yang diberikan oleh...

Jum'at, 06/12/2019 14:31 0

Amerika

AS Berniat Kirim Ribuan Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Menteri Pertahanan AS Mark Asper berniat mengirim 5 hingga 7 ribu tentara tambahan ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran.

Jum'at, 06/12/2019 08:52 0

Amerika

Marinir AS Tembaki Pegawai di Pangkalan Pearl Harbor Lalu Bunuh Diri

Insiden ini sendiri terjadi sekitar pukul 2.30 malam waktu setempat (10:30 malam Kamis).

Jum'at, 06/12/2019 07:59 0

Irak

Data Resmi: 460 Orang Tewas dalam Aksi Protes di Irak

Setidaknya 460 demonstran tewas selama bulan-bulan Oktober dan November di provinsi-provinsi tengah dan selatan, termasuk ibu kota Baghdad.

Kamis, 05/12/2019 16:36 0

Close