... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menghapus Materi Jihad dan Khilafah Sama Dengan Menyembunyikan Kebenaran

Foto: Bukhari Yusuf, Lc

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Buchori Yusuf menegaskan bahwa penghapusan materi khilafah dan jihad dalam pelajaran Islam di madrasah berlebihan. Sebab, hal itu sama saja dengan menyembunyikan kebenaran.

“Itu tindakan yang berlebihan, karena itu adalah fakta sejarah dan itu tidak boleh disembunyikan. Menyembunyikan sejarah itu maknanya menyembunyikan kebenaran,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Senin (09/12/2019).

“Dan menyembunyikan kebenaran itu adalah salah satu bentuk yang tidak dibenarkan, apalagi konotasinya ini sejarah seluruh umat Islam,” sambungnya.

Menurutnya, jika generasi muslim tidak tahu tentang sejarah khilafah dia tidak akan bisa mendapatkan sebuah gambaran yang persis menerapkan agama Islam . Ia juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad pernah berpesan agar umat Islam berpegang teguh kepada Sunnah Nabi Muhammad dan Sunnah Khulafaur Rasyidin.

“Kalau sejarah tentang khulafaur rasyidin itu disembunyikan, kita berarti telah menyembunyikan ajaran Islam,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Surat Edaran B-4339.4/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/12/2019, Kompetensi Inti dan Komentensi Dasar (KI-KD) materi ujian yang membahas tentang Pemerintahan Islam (Khilafah) dan jihad yang tercantum dalam KMA 165 Tahun 2014 dinyatakan tidak berlaku lagi.

Hal dilakukan oleh Kemenag dalam rangka pengarusutamaan moderasi beragama dan pencegahan paham radikalisme di satuan pendidikan Madrasah.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Pentagon Bantah Wacana Penambahan 14.000 Pasukan di Timur Tengah

Pentagon membantah laporan yang menyebut bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk menyebar 14.000 tentaranya ke Timur Tengah.

Ahad, 08/12/2019 05:52 0

Amerika

Waspada! Smart TV Bisa Mematai-matai Aktivitas Penggunanya

Biro Investigasi Federal (FBI) baru-baru ini memperingatkan bahwa smart TV atau televisi pintar dapat mematai-matai penggunanya.

Sabtu, 07/12/2019 13:31 0

Pakistan

Pakistan dan Bangladesh Khawatirkan Nasib Muslim India

Presiden Pakistan Arif Alvi telah mengungkapkan bahwa Bangladesh juga mengkhawatirkan nasib Muslim di India yang telah didiskriminasi berdasarkan aturan baru dalam Undang-Undang Kewarganegaraan 1955.

Sabtu, 07/12/2019 11:40 0

Suriah

Oposisi Suriah Luncurkan Tiga Operasi Ofensif di Pedesaan Idlib

Persimpangan pedesaan Idlib selatan dan timur Idlib menjadi saksi pertempuran sengit antara oposisi dan militer rezim sejak pekan lalu. Pertempuran ini berkobar menyusul serangan balasan oposisi Suriah dengan sandi “Wa Laa Tahinuu”. Oposisi menyerang militer rezim setelah gempuran udara berhari-hari ke wilayahnya.

Sabtu, 07/12/2019 07:17 0

Eropa

Statistik Ungkap Islam Paling Cepat Tumbuh di Norwegia

Laporan ini menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan peningkatan hampir 90 persen dari jumlah Muslim yang terdaftar pada 2009, yang saat itu berjumlah 90.700.

Sabtu, 07/12/2019 06:57 0

Amerika

Tentara Saudi Tembaki Orang-orang di Sekitarnya Saat Ikuti Pelatihan Militer di Florida

Penyerang, yang bisa jadi pilot atau teknisi di bidang penerbangan, melakukan serangan dengan pistol.

Sabtu, 07/12/2019 05:44 0

Amerika

Muhammad Masuk 10 Nama Terpopuler di Amerika

KIBLAT.NET, Washington – Muhammad, untuk pertama kalinya masuk dalam 10 nama teratas yang diberikan oleh...

Jum'at, 06/12/2019 14:31 0

Amerika

AS Berniat Kirim Ribuan Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Menteri Pertahanan AS Mark Asper berniat mengirim 5 hingga 7 ribu tentara tambahan ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran.

Jum'at, 06/12/2019 08:52 0

Amerika

Marinir AS Tembaki Pegawai di Pangkalan Pearl Harbor Lalu Bunuh Diri

Insiden ini sendiri terjadi sekitar pukul 2.30 malam waktu setempat (10:30 malam Kamis).

Jum'at, 06/12/2019 07:59 0

Irak

Data Resmi: 460 Orang Tewas dalam Aksi Protes di Irak

Setidaknya 460 demonstran tewas selama bulan-bulan Oktober dan November di provinsi-provinsi tengah dan selatan, termasuk ibu kota Baghdad.

Kamis, 05/12/2019 16:36 0

Close