... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PERSIS: Gus Muwafiq Harus Dihukum

Foto: Logo Persis.

KIBLAT.NET, Jakarta – Penegakan hukum terhadap penistaan agama harus ditegakkan seadil-adilnya. Jangan sampai, satu kelompok yang dinilai pro pemerintah seakan dibiarkan saja. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum organisasi Persatuan Islam (Persis), ustadz Jeje Zainuddin.

Ia mengungkapkan, penegakan hukum yang tidak adil dan tegas akan menyebabkan kecemburuan sosial di masyarakat, sehingga polisi akan mendapatkan citra buruk dengan melakukan tebang pilih penegakan hukum.

“Ketika sudah terbukti penistaan agama, harus ada tindakan tegas, supaya tidak pengulangan penistaan agama, agar juga keadilan hukum itu bisa tegak sehingga tidak menimbulkan kecemburuan di masyarakat, seolah polisi itu tebang pilih, dari pihak sana menista, jangankan agama, menistakan seseorang saja langsung diciduk, dan langsung diproses, diadili, vonis, sedangkan kalau dari pihak yang seolah pro pemerintah, terkesan dibiarkan,” ujar Jeje ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (06/12/2019).

Adapun pandangan Jeje soal kasus dugaan penistaan oleh Gus Muwafiq (GM), ia menyebut jika GM mengungkapkan kata yang berkonotasi menghina dan ditujukan kepada Nabi Muhammad, maka sudah jelas itu penistaan agama.

“Kalau Gus Muwafiq, itu sudah jelas penistaan agama, jika ungkapan itu dtujukan untuk Nabi dan sudah jelas itu mengandung unsur pelecehan, ya harus dihukum, diproses supaya jelas,” ujarnya.

Namun, dalam kasus Sukmawati, pernyataan yang diduga mengandung penistaan agama menurutnya masih bias, belum konkrit, sehingga harus diperjelas dan ditanyakan lagi ke orang yang mengungkapkan frasa itu.

BACA JUGA  Terus Meningkat, 579 Orang Positif Corona

“Itu saya no komen, karena melihat itu masih bias, belum konkrit, khawatirnya itu lebih besar dipolitisirnya,” ujarnya.

Meskipun begitu, Jeje berharap polisi bersikap tegas, adil, dan cepat untuk merespon kasus Sukmawati ini, sehingga permasalahan yang bergulir di masyarakat cepat diselesaikan.

Ia khawatir, jika polisi tidak segera merespon kasus Sukmawati, akan ada aksi-aksi besar namun liar, dan tidak bisa dikendalikan.

“Wajib dan jelas, penistaan agama harus ada tindakan tegas. Tapi apakah itu sudah termasuk penistaan agama apa belum, itu harus dibuktikan secara hukum. Karenanya kita sepakat polisi harus merespon. Kalau tidak, ini justru akan menggelinding seperti bola salju, nanti malah jadi aksi yang tidak terkontrol, itu bahaya,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Pentagon Bantah Wacana Penambahan 14.000 Pasukan di Timur Tengah

Pentagon membantah laporan yang menyebut bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk menyebar 14.000 tentaranya ke Timur Tengah.

Ahad, 08/12/2019 05:52 0

Amerika

Waspada! Smart TV Bisa Mematai-matai Aktivitas Penggunanya

Biro Investigasi Federal (FBI) baru-baru ini memperingatkan bahwa smart TV atau televisi pintar dapat mematai-matai penggunanya.

Sabtu, 07/12/2019 13:31 0

Pakistan

Pakistan dan Bangladesh Khawatirkan Nasib Muslim India

Presiden Pakistan Arif Alvi telah mengungkapkan bahwa Bangladesh juga mengkhawatirkan nasib Muslim di India yang telah didiskriminasi berdasarkan aturan baru dalam Undang-Undang Kewarganegaraan 1955.

Sabtu, 07/12/2019 11:40 0

Suriah

Oposisi Suriah Luncurkan Tiga Operasi Ofensif di Pedesaan Idlib

Persimpangan pedesaan Idlib selatan dan timur Idlib menjadi saksi pertempuran sengit antara oposisi dan militer rezim sejak pekan lalu. Pertempuran ini berkobar menyusul serangan balasan oposisi Suriah dengan sandi “Wa Laa Tahinuu”. Oposisi menyerang militer rezim setelah gempuran udara berhari-hari ke wilayahnya.

Sabtu, 07/12/2019 07:17 0

Eropa

Statistik Ungkap Islam Paling Cepat Tumbuh di Norwegia

Laporan ini menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan peningkatan hampir 90 persen dari jumlah Muslim yang terdaftar pada 2009, yang saat itu berjumlah 90.700.

Sabtu, 07/12/2019 06:57 0

Amerika

Tentara Saudi Tembaki Orang-orang di Sekitarnya Saat Ikuti Pelatihan Militer di Florida

Penyerang, yang bisa jadi pilot atau teknisi di bidang penerbangan, melakukan serangan dengan pistol.

Sabtu, 07/12/2019 05:44 0

Amerika

Muhammad Masuk 10 Nama Terpopuler di Amerika

KIBLAT.NET, Washington – Muhammad, untuk pertama kalinya masuk dalam 10 nama teratas yang diberikan oleh...

Jum'at, 06/12/2019 14:31 0

Amerika

AS Berniat Kirim Ribuan Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Menteri Pertahanan AS Mark Asper berniat mengirim 5 hingga 7 ribu tentara tambahan ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran.

Jum'at, 06/12/2019 08:52 0

Amerika

Marinir AS Tembaki Pegawai di Pangkalan Pearl Harbor Lalu Bunuh Diri

Insiden ini sendiri terjadi sekitar pukul 2.30 malam waktu setempat (10:30 malam Kamis).

Jum'at, 06/12/2019 07:59 0

Irak

Data Resmi: 460 Orang Tewas dalam Aksi Protes di Irak

Setidaknya 460 demonstran tewas selama bulan-bulan Oktober dan November di provinsi-provinsi tengah dan selatan, termasuk ibu kota Baghdad.

Kamis, 05/12/2019 16:36 0

Close