Pakistan dan Bangladesh Khawatirkan Nasib Muslim India

KIBLAT.NET, Dhaka – Presiden Pakistan Arif Alvi telah mengungkapkan bahwa Bangladesh juga mengkhawatirkan nasib Muslim di India yang telah didiskriminasi berdasarkan aturan baru dalam Undang-Undang Kewarganegaraan 1955.

“Saya telah berbicara dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Wajed yang khawatir tentang nasib umat Islam di negara bagian Bihar di India dan takut akan masuknya para migran ke negaranya,” kata Alvi dalam pertemuan dengan delegasi parlemen Saudi yang dipimpin oleh Ketua Dewan Syura Dr Abdullah bin Mohammed bin Ibrahim Al-Sheikh di istana kepresidenan pada hari Jumat (06/12/2019).

Sekretaris pers untuk presiden Mian Jehangir Iqbal mengatakan kepada Dawn bahwa Presiden berbicara dengan Hasina Wajed selama konferensi baru-baru ini di Baku. Dia menyatakan keprihatinannya atas aturan baru tersebut.

Alvi berpandangan bahwa di bawah undang-undang yang diamandemen, umat Islam di India harus menunjukkan bukti properti kakek mereka untuk mempertahankan kewarganegaraan mereka.

“Perdana Menteri Hasina Wajed takut jika ada tindakan terhadap Muslim Bihar oleh pemerintah India, mereka [Muslim jika Bihar] akan mencoba bermigrasi ke Bangladesh,” ujarnya.

Menurut siaran pers resmi, presiden mengatakan Arab Saudi selalu memainkan peran proaktif dalam tantangan yang dihadapi umat. Dia mendesak Kerajaan untuk menyoroti konspirasi terhadap Muslim India.

Pada 4 Desember, kabinet India menandatangani undang-undang yang akan memberikan kewarganegaraan kepada minoritas agama tertentu, tidak termasuk Muslim. RUU yang diamandemen memiliki ketentuan untuk menentukan berbagai jenis kewarganegaraan, termasuk kelahiran, registrasi, naturalisasi, atau keturunan.

RUU tersebut, jika disahkan, akan mengubah bagian penting dalam kategori imigran ilegal dari Bangladesh dan Pakistan – negara mayoritas Muslim yang pernah menjadi bagian dari India yang tidak terbagi seperti yang didefinisikan dalam Undang-Undang Pemerintah India 1935.

Sumber: Dawn
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat