DSKS Minta Gus Muwafiq Diadili Sesuai Hukum

KIBLAT.NET, Solo – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) melaporkan dan mengadakan aksi di depan Mapolresta Surakarta terkait ceramah Gus Muwafiq di Purwodadi yang menyinggung Nabi Muhammad SAW sewaktu kecil.

Divisi humas DSKS, Endro Sudarsono mengatakan bahwa pihaknya menilai ceramah yang disampaikan oleh gus Muwafiq tidak sepatutnya diucapkan, apalagi di depan umum. Karena hal tersebut telah mencoreng nama baik Nabi Muhammad sebagai Rasulullah yang telah diberikan sifat maksum.

“Kami menilai Rasulullah tidak bisa dinisbatkan dengan karakter-karakter biasa karena jelas beliau maksum,” ungkapnya kepada kiblat.net pada Sabtu (7/12/19).

Berdasarkan hal tersebut, ia melaporkan ke pihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti. Karena dalam potongan ceramah Gus Muwafiq yang viral di media sosial, Gus Muwafiq menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad yang biasa saja. Selain itu Gus Muwafiq juga menyebut Nabi Muhammad rembesan atau ingusan.

Dalam hal ini, Endro berharap pada pihak yang berwajib untuk ditindaklanjtui, memberikan hukuman yang setimpal sesuai hukum yang telah ditetapkan. Sehingga hukum bisa tegak dan adil tanpa pandang bulu siapa yang melanggar.

“Jangan seolah-olah mereka ini dilindungi,” ujarnya.

Karena ia khawatirkan, jika kasus seperti ini tidak ditindaklanjuti dan diberi sanksi yang sesuai hukum. Ke depannya akan ada lagi, bermunculan penista-penista agama yang akan meremehkan syiar agama.

“Jika kasus seperti ini tidak ditanggapi dan diberi sanksi yang sesuai hukum, ke depannya akan bermunculan lagi penista-penista agama,” terangnya.

BACA JUGA  Kepala BNPB Doni Monardo Positif Covid-19

Sebagaimana diketahui, ceramah Gus Muwafiq pada November lalu mendapat banyak kecaman karena menganggap bahwa kelahiran dan masa kecil Nabi Muhammad biasa saja. Ia membantah jika ada orang yang mengatakan wajah Nabi Muhammad bersinar saat lahir.

Reporter: Reno
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat