Gus Muwafiq Kembali Dipolisikan

KIBLAT.NET, Jakarta – Gus Muwaffiq kembali dilaporkan ke Kepolisian Republik Indonesia. Pelapor Gus Muwafiq, Salman Al Farisi melaporkan menilai Gus Muwafiq menistakan Agama Islam dengan menyamakan Nabi Muhammad dengan manusia biasa.

“Kita melaporkan Gus Muwafiq atas dugaan tindak pidana penistaan agama yang diduga dilakukan di Purwodadi ketika beliau melakukan ceramah. Dia sudah menyamakan Nabi Muhammad dengan manusia biasa,” ujar Wisnu Rakadita, pengacara Salman ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).

Salman menjelaskan bahwa ketika bicara tentang Nabi Muhammad, maka bicara tentang agama Islam. Ada hubungan antara Nabi Muhammad dengan Agama Islam.

“Jika Nabi Muhammad dinistakan dengan salah satunya dia (Muwafiq) mengatakan Nabi dekil, tidak terurus, ingusan, dan waktu dilahirkan sama seperti manusia pada umumnya, ini merupakan suatu bentuk penghinaan kepada Nabi,” ujar Salman.

Meskipun Muwaffiq telah membuat video klarifikasi dan permintaan maafnya, Salman menilai klarifikasi Muwaffiq tidak menyinggung substansi penistaan yang dilakukan Muwaffiq. Karenanya Salman tetap melaporkannya ke Bareskrim Polri.

“Justru dalam klarifikasi nya dia malah menyalahkan kaum milenial, bukan dia mengakui secara pribadi dia salah, dia menistakan. Sehingga kita belum bisa menerima permohonan maaf itu,” ujarnya.

Salman baru bisa memaafkan Muwaffiq jika yang bersangkutan melakukan syahadat ulang dan meminta maaf kepada Umat Islam Indonesia dan Dunia.

“kami mengharap seandainya jika ia bersyahadat kembali kemudian bertaubat, istighfar, minta maaf pada kaum muslimin khususnya di Indonesia dan di dunia, maka itu selesai saya kira,” ujarnya.

BACA JUGA  Survei IDEAS: 91 Persen Karyawan Dirumahkan Tak Daftar Kartu Prakerja

“Tapi karena itu tidak dilakukan, bahkan kita lihat sama sekali seolah-olah dia tidak merasa bersalah dalam klarifikasi nya, karenanya kita anggap ini belum selesai, masih kita anggap sebagai penista agama,” tutupnya.

Salman melaporkan Muwaffiq ke Bareskrim Mabes Polri dengan surat laporan LP/B/1022/XII/2019/BARESKRIM. Dalam pelaporannya, Salman didampingi oleh pengacara Wisnu Rakadita dari Bantuan Hukum Front, sayap lembaga hukum milik Front Pembela Islam.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat