... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Baleg DPR Targetkan 150 UU Rampung di Periode 2019-2024

Foto: Gedung DPR RI

KIBLAT.NET, Jarta – Rapat Kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) membahas program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020-2024 dan Prolegnas Prioritas 2020.

Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas menjelaskan penyusunan Prolegnas 2020-2024 akan mengacu pada hasil evalusi prolegnas priode lalu.

“Dalam penyusunan Prolegnas 2020-2024, kita juga harus perhatikan hasil evaluasi Prolegnas periode sebelumnya 2015-2019, di mana targetnya 189 UU. Namun demikian, yang dapat diselesaikan 90 RUU,” papar Supratman di Ruang Rapat Baleg Senayan, Jakarta pada Rabu (4/12/2019).

Supratman mengatakan tidak tercapainya target Prolegnas itu tidak boleh terulang di periode 2020-2024. Karena itulah, dia menargetkan RUU yang dibahas di periode ini akan lebih realistis.

“Tentunya tidak boleh terulang kembali pada 2020-2024 menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, DPR RI, dan DPD RI dalam penyusunan Prolegnas. Target ditetapkan tidak terlalu banyak,” ungkapnya.

Menurut Supratman, Baleg DPR RI telah menentukan target pengesahan RUU menjadi UU dalam lima tahun ke depan. Dia menjabarkan, setiap komisi ditargetkan mengesahkan dua RUU, Baleg DPR dua RUU, dan Panitia Khusus ada 3 RUU menjadi UU.

“Dari gambaran tersebut dapat dikatakan dalam 5 tahun dapat diselesaikan sebanyak 135 RUU, Maka target RUU kita paling banyak 150 RUU. Ini sudah tidak sebanyak periode lalu,” kata Supratman.

Baleg DPR RI telah menerima 451 usulan rancangan undang-undang (RUU). Ia mengatakan, 451 usulan RUU itu berasal dari sebelas komisi di DPR, kelompok masyarakat, dan fraksi-fraksi di DPR. Dari sekian banyak usulan tersebut akan dicari kesamaan prinsip sehingga tidak ada RUU yang tumpang tindih.

BACA JUGA  Pengamat: Terorisme Atas Nama Agama Tak Hanya di Islam

Supratman mengatakan, dalam penyusunan Prolegnas 2020 ada beberapa hal dipertimbangkan, yaitu RUU yang pada periode sebelumnya sudah masuk tahap pembicaraan tingkat satu terutama carry over periode sebelumnya. Kedua, RUU yang sudah siap naskah akademik dan drafnya, dan ketiga, RUU yang masuk kriteria dan memenuhi urgensi masuk Prolegnas 2020.

Reporter: Qoid
Sumber: Parlementaria

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Muhammad Masuk 10 Nama Terpopuler di Amerika

KIBLAT.NET, Washington – Muhammad, untuk pertama kalinya masuk dalam 10 nama teratas yang diberikan oleh...

Jum'at, 06/12/2019 14:31 0

Amerika

AS Berniat Kirim Ribuan Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Menteri Pertahanan AS Mark Asper berniat mengirim 5 hingga 7 ribu tentara tambahan ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran.

Jum'at, 06/12/2019 08:52 0

Amerika

Marinir AS Tembaki Pegawai di Pangkalan Pearl Harbor Lalu Bunuh Diri

Insiden ini sendiri terjadi sekitar pukul 2.30 malam waktu setempat (10:30 malam Kamis).

Jum'at, 06/12/2019 07:59 0

Irak

Data Resmi: 460 Orang Tewas dalam Aksi Protes di Irak

Setidaknya 460 demonstran tewas selama bulan-bulan Oktober dan November di provinsi-provinsi tengah dan selatan, termasuk ibu kota Baghdad.

Kamis, 05/12/2019 16:36 0

India

Swami Nithyananda Deklarasikan Negara Hindu Terbesar Bernama Kailaasa

"Bangsa Hindu ada di kosmos," katanya dalam video yang sekarang viral.

Kamis, 05/12/2019 12:26 0

Prancis

Macron Minta Para Pemimpin Afrika Barat Redakan Sentimen Anti-Prancis

“Apakah mereka membutuhkan itu? Saya ingin jawaban yang jelas untuk pertanyaan-pertanyaan ini," lanjutnya.

Kamis, 05/12/2019 07:56 0

Afghanistan

Setelah Batalkan Negosiasi Sepihak, AS Umumkan Pembicaraan Baru dengan Taliban

Ia akan melanjutkan pembicaraan dengan Taliban untuk membahas langkah-langkah yang akan mengarah pada pembicaraan internal Afghanistan dan penyelesaian damai perang, khususnya pengurangan kekerasan yang mengarah pada gencatan senjata.

Kamis, 05/12/2019 07:36 0

Eropa

Pemerintah Jerman Sebut Islamofobia Sebagai Bahaya Nyata

Kebencian terhadap komunitas muslim masih menjadi masalah sosial di Jerman. Menteri Integrasi Jerman, Annete Widmann-Mauz menyatakan keprihatinan terhadap fenomena Islamofobia yang terjadi di negaranya. Ia menyebut hal itu merupakan "bahaya nyata" bagi kohesi sosial.

Rabu, 04/12/2019 17:54 0

Asean

Bangladesh Tak Izinkan Anak-anak Rohingya Sekolah Layak

"Mereka bukan warga negara kami dan kami tidak dapat mengizinkan mereka menggunakan kurikulum resmi kami,” katanya kepada Reuters.

Rabu, 04/12/2019 09:52 0

Suriah

Serangan Udara Meningkat, Sekolah-sekolah di Idlib Diliburkan

Menurut informasi dari pasukan pengamat udara oposisi pada Selasa, pesawat Rusia meluncurkan serangan udara di kota Kafranbo, dan desa Kafr Sajnah di pedesaan Idlib.

Rabu, 04/12/2019 08:37 0

Close