Setelah Batalkan Negosiasi Sepihak, AS Umumkan Pembicaraan Baru dengan Taliban

KIBLAT.NET, Washington – Departemen Luar Negeri AS mengumumkan, Rabu (04/12/2019), bahwa utusan AS ke Afghanistan, Zalmay Khalilzad, akan segera melanjutkan negosiasi dengan Taliban. Negosiasi sebelumnya gagal menyusul pembatalan sepihak oleh Presiden AS Donald Trump .

Sebuah pernyataan Departemen Luar Negeri mengatakan, Zalmay Khalilzad akan melakukan perjalanan ke Qatar. Ia akan melanjutkan pembicaraan dengan Taliban untuk membahas langkah-langkah yang akan mengarah pada pembicaraan internal Afghanistan dan penyelesaian damai perang, khususnya pengurangan kekerasan yang mengarah pada gencatan senjata.

Pernyataan itu menambahkan bahwa utusan AS saat ini di Kabul dan akan bertemu perwakilan pemerintah Afghanistan dan pejabat Afghanistan lainnya untuk memastikan tindak lanjut kunjungan terbaru Presiden Trump. Selain itu, akan membahas dukungan yang lebih efektif untuk upaya cepat sehingga semua pihak berpartisipasi dalam negosiasi Afghanistan.

Trump mendadak memutus negosiasi langsung dengan Taliban pada 7 September. Padahal negosiasi itu berlangsung hampir satu tahun dan masing-masing pihak mengungkapkan banyak kemajuan positif. Saat itu, Trump mengatakan negosiasi itu “mati dan dikuburkan.”

Namun, dia mengumumkan dalam kunjungan mendadak ke Afghanistan pada Kamis lalu untuk melanjutkan negosiasi dengan Taliban.

“Taliban menginginkan kesepakatan, dan kami akan bertemu dengan mereka,” katanya setelah bertemu dengan koleganya dari Afghanistan Ashraf Ghani di pangkalan militer AS di Bagram, utara Kabul.

“Saya pikir semuanya akan berjalan dengan baik seperti ini,” kata Trump.

Di sisi lain, Taliban menjawab pernyataan Trump tersebut dengan mengatakan bahwa “terlalu dini untuk berbicara tentang melanjutkan perundingan”.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat