... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Macron Minta Para Pemimpin Afrika Barat Redakan Sentimen Anti-Prancis

Foto: Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

KIBLAT.NET, Paris – Presiden Prancis Emmanuel Macron, Rabu (04/12/2019), mendesak para pemimpin Afrika Barat untuk mengatasi sentimen anti-Perancis yang berkembang di kawasan itu. Upaya ini harus mereka lakukan jika ingin pasukan Prancis melanjutkan operasi melawan kelompok “Islam radikal” di wilayah tersebut.

Prancis, bekas kekuatan kolonial, memiliki kehadiran militer terbesar dan sedang melakukan operasi kontra-pemberontakan di Mali dan di wilayah Sahel yang kering di Afrika sub-Sahara.

Alih-alih menstabilkan, keamanan semakin memburuk ketika gerilyawan yang memiliki hubungan dengan Al-Qaidah dan Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) semakin kuat di kawasan itu. Kondisi itu menyebabkan sejumlah besar wilayah di luar kendali pemerintah dan memicu kekerasan etnis, khususnya di Mali dan Burkina Faso.

Pemerintah Perancis menghadapi kritik di dalam negeri bahwa pasukannya yang berkekuatan 4.500 pasukan tak mampu meraih kemajuan apa pun. Kritik juga datang dari negara-negara tempat militer Prancis beroperasi. Suara-suara di kawasan itu yang mengejek kegagalan Paris untuk memulihkan stabilitas ketika sentimen anti-Prancis tumbuh.

“Saya ingin mereka (para pemimpin Mali, Niger, Burkina Faso, Chad, dan Mauritania) mengklarifikasi dan mengajukan tuntutan mereka secara resmi pada Prancis dan komunitas internasional: Apakah mereka menginginkan kehadiran kami?” kata Macron pada konferensi pers setelah pertemuan puncak NATO di London.

“Apakah mereka membutuhkan itu? Saya ingin jawaban yang jelas untuk pertanyaan-pertanyaan ini,” lanjutnya.

Setidaknya tiga belas tentara Prancis tewas di Mali pekan lalu, sehingga jumlah tentara Prancis yang terbunuh sejak intervensi di Mali pada 2013 menjadi 38.

Para prajurit itu tewas dalam insiden tabrakan dua helikopter di kegelapan selama misi untuk berburu gerilyawan. Itu adalah kerugian pasukan terbesar yang dialami Prancis dalam satu hari sejak serangan di Beirut 36 tahun lalu, yang menewaskan 58 tentara.

“Saya tidak bisa menahan pasukan Prancis di tanah di Sahel, sementara ada ambiguitas (di pihak otoritas) tentang gerakan anti-Prancis dan kadang-kadang komentar oleh politisi dan menteri,” kata Macron.

Sementara tentara Prancis dielu-elukan sebagai pahlawan pada tahun 2013 setelah berhasil memblokir kelompok Islam radikal untuk maju ke ibukota Mali, Bamako, ada banyak protes yang menuntut Prancis pergi atau menuduhnya berada di wilayah itu karena alasan ekonomi.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Polisi Resmi Terima Laporan FPI Terhadap Gus Muwafiq

Bareskrim Polri menerima laporan yang dibuat anggota DPP FPI Amir Hasanudin terhadap Gus Muwafiq.

Rabu, 04/12/2019 19:30 0

Indonesia

Polri Bentuk Satgas Khusus Selidiki Ledakan Granat Asap di Monas

Polri membentuk satgas khusus untuk menangani kasus ledakan granat asap di Monas yang mengakibatkan 2 anggota TNI terluka. Satgas khusus itu akan menyelidiki asal muasal granat asap sehingga ada di halaman Monas.

Rabu, 04/12/2019 18:42 0

Indonesia

Generasi Milenial Diminta Waspada Perang Asimetris

Salah satu ancaman terhadap generasi milenial di Indonesia saat ini adalah perang Asimetris.

Rabu, 04/12/2019 18:30 0

Indonesia

Indonesia Lobi Saudi Agar Tetapkan Kuota Dasar Jamaah Haji Menjadi 231 Ribu

Menteri Agama Fachrul Razi beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke Makkah, Arab Saudi untuk menandatangani MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk melobi Pemerintah Arab Saudi agar kuota dasar jemaah haji Indonesia ditetapkan menjadi 231 ribu.

Rabu, 04/12/2019 18:17 0

Indonesia

Jokowi Ingin Setiap Kebijakan Mengandung Rasa Ideologi Pancasila

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengemukakan, dalam setiap kepemimpinan apapun, baik itu di lembaga, di kementerian, di negara manapun, yang namanya ideologi harusnya dipegang oleh pemimpin-pemimpin yang ada di lembaga-lembaga itu.

Rabu, 04/12/2019 14:14 0

Indonesia

Kemenag Sebut PMA Majelis Taklim untuk Permudah Salurkan Bantuan

aturan ini bukan untuk mengintervensi majelis taklim yang ada di Indonesia.

Rabu, 04/12/2019 14:07 0

Opini

Wahai Mahasiswa, Gunakan Rumus Ini Saat Datangnya Ujian

Lantas, bagaimana seharusnya kita sebagai mahasiswa muslim bersikap? Berikut adalah rumus Ni Sindal untuk menjadi mahasiwa yang cerdas dan mendapatkan keberkahan ilmu.

Selasa, 03/12/2019 17:41 0

Indonesia

Pakar Pidana: Granat Meledak di Monas Bikin Orang Ketakutan

Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan bahwa polisi harus memperjelas kasus tersebut. Hal ini diperlukan agar tidak muncul spekulasi di kalangan masyarakat.

Selasa, 03/12/2019 16:34 0

Indonesia

Perilaku One Night Stand di Kalangan Millenial Jadi Tantangan Para Pendakwah

Salah satu kecenderungan negatif generasi millenial di beberapa kota besar dunia termasuk di Indonesia adalah one night stand (ONS), yaitu perilaku seks bebas tanpa ada rasa satu sama lain, hanya berdasarkan ketertarikan yang sama.

Selasa, 03/12/2019 15:12 0

Indonesia

Peserta Reuni 212 Ini Keluhkan Ghirah Persatuan Menurun

Tercatat sudah tiga kali aksi Reuni 212 digelar. Reuni 212 merupakan gelaran tahunan untuk mengingat momentum persatuan umat Islam pada tanggal 2 Desember 2016 silam, dimana jutaan orang berkumpul menuntut keadilan. Mereka meminta kepada pemerintah agar menghukum Ahok sang Gubernur DKI Jakarta waktu itu karena dinilai telah menista agama. 

Selasa, 03/12/2019 15:00 0

Close