... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Raja Saudi Undang Emir Qatar ke KTT GCC, Upaya Rekonsiliasi?

Foto: Raja Salman saat berkunjung ke Qatar. Ketika itu, hubungan Suadi-Qatar masih baik-baik saja.

KIBLAT.NET, Riyadh – Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mengundang Emir Qatar Al-Syaikh Tamim bin Hamd Alu Tsani untuk menghadiri pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (KTT GCC) di Riyadh, bulan ini. Demikian disebutkan kantor berita resmi Qatar pada Selasa (03/12/2019). Tidak dijelaskan apakah Emir Qatar akan datang di pertempuran itu.

Undangan ke KTT GCC yang akan digelar pada 10 Desember itu datang di tengah tanda-tanda menurunnya ketegangan antara Qatar dan Arab Saudi. Ketegangan antara negara Teluk itu menyebabkan boikot ekonomi terhadap Doha sejak 2017.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dengan tuduhan mendukung gerakan ekstrimis, yang secara konsisten ditolak oleh Doha dan berusaha mendekati Iran, musuh regional utama Riyadh.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain saat ini mengambil bagian dalam Turnamen Sepak Bola Teluk Arab, Piala Teluk 24, yang diselenggarakan di Qatar. Arab Saudi dan Qatar akan bertemu di semi-final pada Kamis besok.

Kantor berita Qatar melaporkan bahwa emir Qatar “menerima pesan tertulis dari raja Saudi untuk menghadiri KTT GCC pada 10 Desember”.

Sejak pengenaan blokade, Emir Qatar telah menerima undangan ke KTT GCC, tetapi menolak berpartisipasi secara pribadi dan hanya mengirim perwakilan.

Andreas Craig, seorang analis regional dan profesor di King’s College di London, mengatakan dia percaya Riyadh telah mendorong untuk menjadi tuan rumah KTT, bukan UEA. Hal ini bertujuan supaya Emir Qatar bersedia hadir.

“Pembicaraan yang berlangsung dalam dua minggu terakhir, terutama dengan menteri luar negeri, berfokus pada mengangkat blokade,” kata Craig.

Ia menambahkan, sebuah sumber diplomatik Arab mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdul Rahman Al-Thani bulan lalu mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Saudi.

Craig melanjutkan, partisipasi Emir Qatar dalam KTT tergantung pada komitmen Saudi terhadap apa yang telah mereka janjikan dalam perjanjian, setidaknya mencabut larangan perjalanan atau membuka perbatasan mereka.

Bulan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khalid Al-Jarallah mengatakan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain berpartisipasi dalam Piala Teluk di Qatar. Keikutsertaan ini tanda positif untuk menyelesaikan krisis antar saudara.

Seorang pejabat Mesir di Liga Arab yang menghadiri konferensi selama turnamen menyatakan harapan besar untuk upaya mediasi yang sukses.

Negara-negara pemboikot Qatar menolak untuk berpartisipasi dalam turnamen Piala Teluk sebelumnya yang juga digelar di Doha. Namun setelah tuan rumah turnamen dipindah ke Kuwait, mereka kembali bersedia mengikuti perlombaan sepak bola itu.

Boikot yang diberlakukan Saudi CS membuat jamaah haji dan umrah asal Qatar kesulitan. Mereka harus mengurus administrasi berliku untuk melaksanaan salah satu kewajiban itu.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Wahai Mahasiswa, Gunakan Rumus Ini Saat Datangnya Ujian

Lantas, bagaimana seharusnya kita sebagai mahasiswa muslim bersikap? Berikut adalah rumus Ni Sindal untuk menjadi mahasiwa yang cerdas dan mendapatkan keberkahan ilmu.

Selasa, 03/12/2019 17:41 0

Indonesia

Pakar Pidana: Granat Meledak di Monas Bikin Orang Ketakutan

Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan bahwa polisi harus memperjelas kasus tersebut. Hal ini diperlukan agar tidak muncul spekulasi di kalangan masyarakat.

Selasa, 03/12/2019 16:34 0

Indonesia

Perilaku One Night Stand di Kalangan Millenial Jadi Tantangan Para Pendakwah

Salah satu kecenderungan negatif generasi millenial di beberapa kota besar dunia termasuk di Indonesia adalah one night stand (ONS), yaitu perilaku seks bebas tanpa ada rasa satu sama lain, hanya berdasarkan ketertarikan yang sama.

Selasa, 03/12/2019 15:12 0

Indonesia

Peserta Reuni 212 Ini Keluhkan Ghirah Persatuan Menurun

Tercatat sudah tiga kali aksi Reuni 212 digelar. Reuni 212 merupakan gelaran tahunan untuk mengingat momentum persatuan umat Islam pada tanggal 2 Desember 2016 silam, dimana jutaan orang berkumpul menuntut keadilan. Mereka meminta kepada pemerintah agar menghukum Ahok sang Gubernur DKI Jakarta waktu itu karena dinilai telah menista agama. 

Selasa, 03/12/2019 15:00 0

Indonesia

Jokowi Sebut Pengusul Presiden Tiga Periode Menjerumuskan Dirinya

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan tanggapan terkait wacana amandemen Undang-Undang Dasar, khususnya terkait jabatan presiden. Jokowi menegaskan dirinya adalah Presiden produk dari pemilihan langsung. Maka terhadap keinginan melakukan amandemen Undang-Undang Dasar (UUD), ia mengaku sudah menentukan sikap.

Selasa, 03/12/2019 13:45 0

Opini

Membangkitkan Semangat Literasi Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Global

Salah satu perbedaan antara Islam dengan agama yang lainnya adalah penekanan terhadap masalah ilmu. Al-Quran dan Al-Sunnah mengajak kaum muslim untuk mencari dan memperoleh ilmu, kearifan, dan menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi.

Selasa, 03/12/2019 13:01 0

Indonesia

2 Anggota TNI Luka Serius Kena Ledakan Monas, Polisi: Ini Kan Hanya Granat Asap

"Ini kan hanya granat asap. Kami akan lakukan penyelidikan mendalam khususnya mengapa kenapa ada barang itu," tuturnya.

Selasa, 03/12/2019 12:33 0

Indonesia

Siapa Pemilik Granat Sasar Anggota TNI di Monas?

"Kalau benar granat, maka semua tahu bahwa yang punya alat itu cuma beberapa institusi. Gimana bisa granat itu beredar keluar untuk digunakan dalam aksi teror?" tandasnya.

Selasa, 03/12/2019 12:19 0

Opini

Pemuda Islam, Go International!

Secara tidak langsung, teknologi menjadi bumerang yang melalaikan bahkan menjadi tunggangan empuk ghazwul fikri beraksi. Prahara tersebut menunjukkan penjajahan era digital yang semakin melumpuhkan mental. Oleh karenanya budaya literasi adalah obat untuk memerdekakan setiap insan.

Selasa, 03/12/2019 12:00 0

Indonesia

Sehari Pasca Reuni 212, Ada Ledakan Granat Menyasar Prajurit TNI di Monas

"Dugaan sementara hasil temuan tim di lapangan, berasal dari granat asap," ujar Gatot dalam jumpa pers bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, (03/12).

Selasa, 03/12/2019 11:10 0

Close