... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemerintah Jerman Sebut Islamofobia Sebagai Bahaya Nyata

Foto: Aksi Islamofobia di Jerman.

KIBLAT.NET, Berlin – Kebencian terhadap komunitas muslim masih menjadi masalah sosial di Jerman. Pemerintah Jerman melalui Menteri Integrasi, Annete Widmann-Mauz menyatakan keprihatinan terhadap fenomena Islamofobia yang terjadi di negaranya. Ia menyebut hal itu merupakan “bahaya nyata” bagi kohesi sosial.

Dalam pemaparan laporan tahunan mengenai perkembangan integrasi, Widmann-Mauz mengatakan bahwa ekstremisme sayap kanan, anti-Semitisme, dan permusuhan terhadap muslim adalah bahaya nyata yang harus dilawan secara konsekuen dan berkelanjutan.

“Saya khawatir tentang perkembangan ekstremis, di mana orang tengah diperangi, dihina dan diancam hanya karena asal mereka, karena iman mereka, dan karena mereka terlihat berbeda. Dan itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk tahu dengan jelas bahwa ini adalah bahaya nyata. Ancaman bagi masyarakat ini, pada kohesinya,” kata Widmann-Mauzz dalam pemaparannya pada hari Selasa (03/12/2019) di ibu kota Berlin.

Ia menambahkan bahwa masyarakat yang bebas dan aman harus menjamin semua orang bahwa mereka dapat berbeda tanpa rasa takut.

Jerman telah menjadi saksi meningkatnya Islamofobia dalam beberapa tahun terakhir yang dipicu oleh propaganda kebencian dari partai-partai sayap kanan.

Pada 2018, lebih dari 100 masjid dan institusi keagamaan diserang oleh ekstremis sayap kanan.

Polisi mencatat 813 kejahatan rasial terhadap muslim tahun lalu, termasuk penghinaan verbal, surat ancaman, dan serangan fisik yang menyebabkan setidaknya 54 muslim terluka.

BACA JUGA  Islamofobia: Masjid-masjid di Jerman Kembali Diteror

Komunitas muslim di Jerman mengaku tidak merasa cukup aman di tengah meningkatnya Islamofobia di negara tersebut.

“Tahun ini kami mengalami lebih dari 80 serangan terhadap komunitas masjid di Jerman. Situasi keamanan sangat tegang. Muslim tidak merasa cukup aman,” kata Burhan Kesici, ketua Dewan Islam yang berbasis di Berlin.

“Otoritas keamanan harus bekerja lebih dekat dengan komunitas (Muslim), mengembangkan konsep, dan memberikan saran. Jika tidak, umat Islam kehilangan kepercayaan pada aparat keamanan,” tambahnya.

Sebagai negara berpenduduk lebih dari 81 juta orang, Jerman merupakan rumah bagi populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Perancis. Di antara hampir 4,7 juta Muslim di negara itu, setidaknya 3 juta berasal dari Turki.

Sumber: Anadolu
Penulis: Qoid
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jokowi Ingin Setiap Kebijakan Mengandung Rasa Ideologi Pancasila

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengemukakan, dalam setiap kepemimpinan apapun, baik itu di lembaga, di kementerian, di negara manapun, yang namanya ideologi harusnya dipegang oleh pemimpin-pemimpin yang ada di lembaga-lembaga itu.

Rabu, 04/12/2019 14:14 0

Indonesia

Kemenag Sebut PMA Majelis Taklim untuk Permudah Salurkan Bantuan

aturan ini bukan untuk mengintervensi majelis taklim yang ada di Indonesia.

Rabu, 04/12/2019 14:07 0

Opini

Wahai Mahasiswa, Gunakan Rumus Ini Saat Datangnya Ujian

Lantas, bagaimana seharusnya kita sebagai mahasiswa muslim bersikap? Berikut adalah rumus Ni Sindal untuk menjadi mahasiwa yang cerdas dan mendapatkan keberkahan ilmu.

Selasa, 03/12/2019 17:41 0

Indonesia

Pakar Pidana: Granat Meledak di Monas Bikin Orang Ketakutan

Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan bahwa polisi harus memperjelas kasus tersebut. Hal ini diperlukan agar tidak muncul spekulasi di kalangan masyarakat.

Selasa, 03/12/2019 16:34 0

Indonesia

Perilaku One Night Stand di Kalangan Millenial Jadi Tantangan Para Pendakwah

Salah satu kecenderungan negatif generasi millenial di beberapa kota besar dunia termasuk di Indonesia adalah one night stand (ONS), yaitu perilaku seks bebas tanpa ada rasa satu sama lain, hanya berdasarkan ketertarikan yang sama.

Selasa, 03/12/2019 15:12 0

Indonesia

Peserta Reuni 212 Ini Keluhkan Ghirah Persatuan Menurun

Tercatat sudah tiga kali aksi Reuni 212 digelar. Reuni 212 merupakan gelaran tahunan untuk mengingat momentum persatuan umat Islam pada tanggal 2 Desember 2016 silam, dimana jutaan orang berkumpul menuntut keadilan. Mereka meminta kepada pemerintah agar menghukum Ahok sang Gubernur DKI Jakarta waktu itu karena dinilai telah menista agama. 

Selasa, 03/12/2019 15:00 0

Indonesia

Jokowi Sebut Pengusul Presiden Tiga Periode Menjerumuskan Dirinya

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan tanggapan terkait wacana amandemen Undang-Undang Dasar, khususnya terkait jabatan presiden. Jokowi menegaskan dirinya adalah Presiden produk dari pemilihan langsung. Maka terhadap keinginan melakukan amandemen Undang-Undang Dasar (UUD), ia mengaku sudah menentukan sikap.

Selasa, 03/12/2019 13:45 0

Opini

Membangkitkan Semangat Literasi Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Global

Salah satu perbedaan antara Islam dengan agama yang lainnya adalah penekanan terhadap masalah ilmu. Al-Quran dan Al-Sunnah mengajak kaum muslim untuk mencari dan memperoleh ilmu, kearifan, dan menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi.

Selasa, 03/12/2019 13:01 0

Indonesia

2 Anggota TNI Luka Serius Kena Ledakan Monas, Polisi: Ini Kan Hanya Granat Asap

"Ini kan hanya granat asap. Kami akan lakukan penyelidikan mendalam khususnya mengapa kenapa ada barang itu," tuturnya.

Selasa, 03/12/2019 12:33 0

Indonesia

Siapa Pemilik Granat Sasar Anggota TNI di Monas?

"Kalau benar granat, maka semua tahu bahwa yang punya alat itu cuma beberapa institusi. Gimana bisa granat itu beredar keluar untuk digunakan dalam aksi teror?" tandasnya.

Selasa, 03/12/2019 12:19 0

Close