... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kemenag Sebut PMA Majelis Taklim untuk Permudah Salurkan Bantuan

Foto: Sekjen Kemenag, M. Nur Kholis Setiawan (jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekjen Kementrian Agama, Mohammad Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim sudah dibahas sejak bulan Juli 2019. Menurutnya, pembahasan tersebut melibatkan ormas Islam.

“Sejak Juli 2019 dibahas dengan kajian yang mendalam. Dan yang terlibat yaitu unsur majelis taklim serta ormas islam,” paparnya di hotel Aston, Grogol, Jakarta Barat  pada Selasa (03/12/2019).

Ia juga mengklaim bahwa aturan ini bukan untuk mengintervensi majelis taklim yang ada di Indonesia. Kholis menyebut, peraturan ini dibuat karena masukan dari ormas Islam.

“Sama sekali tidak ada agenda untuk melakukan intervensi. Majelis taklim kan independen, hanya keluhan dari ormas yang terlibat tidak punya data majelis taklim, kita juga tidak punya karena tidak ada aturan majelis taklim harus mendaftar,” paparnya.

“Ini untuk penertiban administrasi, jika ada bantuan, pemberdayaan dengan kemitraan, majelis taklim jadi salah satu bagian. Maksudnya kesana. Ini seolah melarang majelis taklim, padahal tidak,” sambungnya.

Sebagai informasi, Menag Fachrul Razi telah menandatangani Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim. Aturan yang dianggap dipermasalahkan adalah Pasal 6 ayat (1) karena mengatur majelis taklim harus terdaftar di Kemenag.

Sementara itu, Pasal 9 dan Pasal 10 mengatur setiap majelis taklim harus memiliki surat keterangan terdaftar (SKT) yang berlaku lima tahun. Sedangkan Pasal 19 menyatakan majelis taklim harus melaporkan kegiatan selama satu tahun paling lambat 10 Januari setiap tahunnya.

BACA JUGA  Kemenag Perkuat Komitmen Anti Korupsi

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asean

Bangladesh Tak Izinkan Anak-anak Rohingya Sekolah Layak

"Mereka bukan warga negara kami dan kami tidak dapat mengizinkan mereka menggunakan kurikulum resmi kami,” katanya kepada Reuters.

Rabu, 04/12/2019 09:52 0

Suriah

Serangan Udara Meningkat, Sekolah-sekolah di Idlib Diliburkan

Menurut informasi dari pasukan pengamat udara oposisi pada Selasa, pesawat Rusia meluncurkan serangan udara di kota Kafranbo, dan desa Kafr Sajnah di pedesaan Idlib.

Rabu, 04/12/2019 08:37 0

Iran

Iran Akui Bunuh Para Demonstran Anti Kenaikan BBM

Pihak berwenang menghadapi protes pekan lalu itu dengan tindakan keras.

Rabu, 04/12/2019 08:19 0

Qatar

Raja Saudi Undang Emir Qatar ke KTT GCC, Upaya Rekonsiliasi?

Emir Qatar telah menerima undangan ke KTT GCC, tetapi menolak berpartisipasi secara pribadi dan hanya mengirim perwakilan.

Rabu, 04/12/2019 07:04 0

Opini

Wahai Mahasiswa, Gunakan Rumus Ini Saat Datangnya Ujian

Lantas, bagaimana seharusnya kita sebagai mahasiswa muslim bersikap? Berikut adalah rumus Ni Sindal untuk menjadi mahasiwa yang cerdas dan mendapatkan keberkahan ilmu.

Selasa, 03/12/2019 17:41 0

China

Pendaftar Kartu Perdana di China Wajib Pindai Wajah

Para peneliti telah memperingatkan risiko privasi terkait dengan pengumpulan data pengenalan wajah

Selasa, 03/12/2019 16:22 0

Palestina

Palestina Rugi Rp35,3 Triliun Per Tahun Akibat Penjajahan Israel

Penjajahan Israel atas wilayah Palestina telah merugikan ekonomi Palestina lebih dari $2,5 miliar atau Rp35,3 triliun per tahun selama dua dekade terakhir.

Selasa, 03/12/2019 14:52 0

Opini

Membangkitkan Semangat Literasi Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Global

Salah satu perbedaan antara Islam dengan agama yang lainnya adalah penekanan terhadap masalah ilmu. Al-Quran dan Al-Sunnah mengajak kaum muslim untuk mencari dan memperoleh ilmu, kearifan, dan menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi.

Selasa, 03/12/2019 13:01 0

Opini

Pemuda Islam, Go International!

Secara tidak langsung, teknologi menjadi bumerang yang melalaikan bahkan menjadi tunggangan empuk ghazwul fikri beraksi. Prahara tersebut menunjukkan penjajahan era digital yang semakin melumpuhkan mental. Oleh karenanya budaya literasi adalah obat untuk memerdekakan setiap insan.

Selasa, 03/12/2019 12:00 0

Opini

Budaya IDI Sebagai Strategi Ciptakan Generasi Muslim Cerdas dan Berilmu

Tidak perlu bermimpi teralu besar terhadap Indonesia, tapi mari kita perbaiki diri terlebih dahulu dengan membudayakan IDI, insyaAllah dengan sendirinya kita bisa menolong Agama Allah sehingga Indonesia akan dipenuhi dengan generasi muslim yang cerdas dan berilmu.

Selasa, 03/12/2019 11:00 0

Close