... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Palestina Rugi Rp35,3 Triliun Per Tahun Akibat Penjajahan Israel

Foto: Seorang anak lelaki Palestina duduk di sebelah saudarinya saat ia menjual kepiting di kamp pengungsi al-Shati, Kota Gaza, 16 September 2019. (REUTERS)

KIBLAT.NET, Tepi Barat – Penjajahan Israel atas wilayah Palestina telah merugikan ekonomi Palestina lebih dari $2,5 miliar atau Rp35,3 triliun per tahun selama dua dekade terakhir.

Laporan Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB, Senin (03/12/2019), memperkirakan total kerugian fiskal bagi pemerintah Palestina antara tahun 2000 dan 2017 mencapai $47,7 miliar. Angka itu termasuk $28 miliar dalam bunga yang masih harus dibayar dan $6,6 miliar kebocoran dari pendapatan fiskal Palestina.

Jumlah itu cukup untuk menghilangkan defisit anggaran pemerintah Palestina sebesar $ 17,7 miliar selama periode yang sama, lebih dari dua kali lipat. Laporan itu menyebutkan, jika $ 47 miliar diinvestasikan dalam ekonomi Palestina yang miskin, akan menciptakan 2 juta pekerjaan tambahan selama periode 18 tahun atau 110.000 setahun.

Laporan tersebut dipresentasikan di Institut Penelitian Kebijakan Ekonomi Palestina (MAS) di kota Ramallah, Tepi Barat, yang menjadi rumah bagi pemerintah Palestina.

Misyef Jameel, peneliti senior di MAS yang mengerjakan laporan itu, mengatakan mereka hanya mengukur dampak fiskal langsung. Angka sebenarnya untuk semua kerugian kemungkinan jauh lebih tinggi.

Menurut sebuah laporan yang dirilis pada bulan September oleh Komite Populer untuk Mengakhiri Pengepungan Gaza, di bawah blokade Israel selama bertahun-tahun, kehidupan warga Palestina semakin memburuk dari hari ke hari di bawah blokade Israel selama bertahun-tahun di Jalur Gaza dengan 85% populasi hidup di bawah garis kemiskinan.

BACA JUGA  Pantau Bumi, Israel Luncurkan Satelit Baru

September lalu, Bank Dunia memperingatkan bahwa ekonomi Gaza “jatuh bebas,” dan menyerukan Israel dan komunitas internasional untuk mengambil tindakan segera untuk menghindari “kehancuran segera” di wilayah Palestina.

Sejak 2007, Jalur Gaza berada di bawah blokade Israel dan Mesir yang melumpuhkan yang menghancurkan ekonominya dan merampas sekitar 2 juta penduduk dari banyak komoditas penting, termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Di wilayah kantong yang sudah lama diembargo, situasi kemanusiaan semakin memburuk dari hari ke hari. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) sebelumnya menyatakan bahwa sekarang ada sekitar 620.000 warga Gaza yang hidup dalam kemiskinan, yang berarti mereka yang tidak dapat memenuhi kebutuhan makanan pokok mereka dan yang harus bertahan hidup dengan $ 1,6 per hari, dan hampir 390.000 benar-benar miskin.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jokowi Sebut Pengusul Presiden Tiga Periode Menjerumuskan Dirinya

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan tanggapan terkait wacana amandemen Undang-Undang Dasar, khususnya terkait jabatan presiden. Jokowi menegaskan dirinya adalah Presiden produk dari pemilihan langsung. Maka terhadap keinginan melakukan amandemen Undang-Undang Dasar (UUD), ia mengaku sudah menentukan sikap.

Selasa, 03/12/2019 13:45 0

Opini

Membangkitkan Semangat Literasi Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Global

Salah satu perbedaan antara Islam dengan agama yang lainnya adalah penekanan terhadap masalah ilmu. Al-Quran dan Al-Sunnah mengajak kaum muslim untuk mencari dan memperoleh ilmu, kearifan, dan menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi.

Selasa, 03/12/2019 13:01 0

Indonesia

2 Anggota TNI Luka Serius Kena Ledakan Monas, Polisi: Ini Kan Hanya Granat Asap

"Ini kan hanya granat asap. Kami akan lakukan penyelidikan mendalam khususnya mengapa kenapa ada barang itu," tuturnya.

Selasa, 03/12/2019 12:33 0

Indonesia

Siapa Pemilik Granat Sasar Anggota TNI di Monas?

"Kalau benar granat, maka semua tahu bahwa yang punya alat itu cuma beberapa institusi. Gimana bisa granat itu beredar keluar untuk digunakan dalam aksi teror?" tandasnya.

Selasa, 03/12/2019 12:19 0

Opini

Pemuda Islam, Go International!

Secara tidak langsung, teknologi menjadi bumerang yang melalaikan bahkan menjadi tunggangan empuk ghazwul fikri beraksi. Prahara tersebut menunjukkan penjajahan era digital yang semakin melumpuhkan mental. Oleh karenanya budaya literasi adalah obat untuk memerdekakan setiap insan.

Selasa, 03/12/2019 12:00 0

Indonesia

Sehari Pasca Reuni 212, Ada Ledakan Granat Menyasar Prajurit TNI di Monas

"Dugaan sementara hasil temuan tim di lapangan, berasal dari granat asap," ujar Gatot dalam jumpa pers bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, (03/12).

Selasa, 03/12/2019 11:10 0

Opini

Budaya IDI Sebagai Strategi Ciptakan Generasi Muslim Cerdas dan Berilmu

Tidak perlu bermimpi teralu besar terhadap Indonesia, tapi mari kita perbaiki diri terlebih dahulu dengan membudayakan IDI, insyaAllah dengan sendirinya kita bisa menolong Agama Allah sehingga Indonesia akan dipenuhi dengan generasi muslim yang cerdas dan berilmu.

Selasa, 03/12/2019 11:00 0

Opini

Pentingnya Budaya Literasi bagi Pemuda Islam dalam Memajukan Indonesia

Seharusnya, mukmin membiasakan literasi sejak kecil. Selain itu, seorang mukmin haruslah pandai dalam memanfaatkan waktunya untuk ketaatan kepada Allah, salah satunya dengan literasi, menuntut ilmu,

Selasa, 03/12/2019 10:21 0

Indonesia

Habib Rizieq Bantah Tak Lapor KBRI di Arab Saudi Soal Pencekalan

Habib Rizieq menyebut ada kebohongan hingga pemerintah pusat terkait pencekalannya

Senin, 02/12/2019 12:46 0

Indonesia

PKS: Kembalinya Habib Rizieq Tugas Negara

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengibaratkan kepulangan Habib Rizieq sebagai bisul yang pecah bagi pemerintahan Jokowi

Senin, 02/12/2019 12:37 0

Close