... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar Pidana: Granat Meledak di Monas Bikin Orang Ketakutan

Foto: Pakar hukum pidana, Suparji Ahmad
KIBLAT.NET, Jakarta – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono memaparkan bahwa bisa saja granat asap yang meledak di Monas milik anggota Polri yang tertinggal. Sebab granat ini memang masuk kategori dimiliki polisi. Namun untuk lebih jelas sudah ada berapa lama granat itu di sana masih menunggu hasil penelitian laboratorium forensik.
“Granat asap kan bisa dimiliki tim kita, mungkin tertinggal. Tapi kan belum tahu kita dalami dulu,” katanya seperti dilansir Viva.co.id.
Menanggapi hal itu Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan bahwa polisi harus memperjelas kasus tersebut. Hal ini diperlukan agar tidak muncul spekulasi di kalangan masyarakat.
“Apakah itu untuk pencegahan aksi kemarin? Harus diperjelas barang itu untuk apa, kalau ketinggalan. Juga ini menjadikan orang ketakutan, jangan-jangan sengaja ditinggal atau gimana,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (03/12/2019).
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa perlu ada satu pengungkapan siapa yang menaruh barang. Namun, ia menekankan harus ada pertanggungjawaban bagi pelaku karena sudah ada korban.
“Kalau menyebabkan luka ya harus ada pertanggungjawaban hukum apakah secara etis atau yuridis. Kalau secara etis, Propam harus melakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Terlepas dari itu, kata dia, supaya ini menjadi edukasi kehati-hatian maka harus dipertegas siapa yang harus bertanggung jawab. Suparji menyebut, polisi jangan hanya berhenti pada temuan bahwa kemungkinan itu granat yang tertinggal.
“Nggak bisa berhenti di situ (menganggap ini granat tertinggal, red.). Harus ada transparansi kenapa sampai ada barang itu dan bagaimana tindakan bagi anggota itu. Karena kesalahan tidak hanya dihukum karena kesengajaan tapi juga kealpaan,” pungkasnya.
Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Rusydan Abdul Hadi
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Pendaftar Kartu Perdana di China Wajib Pindai Wajah

Para peneliti telah memperingatkan risiko privasi terkait dengan pengumpulan data pengenalan wajah

Selasa, 03/12/2019 16:22 0

Palestina

Palestina Rugi Rp35,3 Triliun Per Tahun Akibat Penjajahan Israel

Penjajahan Israel atas wilayah Palestina telah merugikan ekonomi Palestina lebih dari $2,5 miliar atau Rp35,3 triliun per tahun selama dua dekade terakhir.

Selasa, 03/12/2019 14:52 0

Opini

Membangkitkan Semangat Literasi Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Global

Salah satu perbedaan antara Islam dengan agama yang lainnya adalah penekanan terhadap masalah ilmu. Al-Quran dan Al-Sunnah mengajak kaum muslim untuk mencari dan memperoleh ilmu, kearifan, dan menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi.

Selasa, 03/12/2019 13:01 0

Opini

Pemuda Islam, Go International!

Secara tidak langsung, teknologi menjadi bumerang yang melalaikan bahkan menjadi tunggangan empuk ghazwul fikri beraksi. Prahara tersebut menunjukkan penjajahan era digital yang semakin melumpuhkan mental. Oleh karenanya budaya literasi adalah obat untuk memerdekakan setiap insan.

Selasa, 03/12/2019 12:00 0

Opini

Budaya IDI Sebagai Strategi Ciptakan Generasi Muslim Cerdas dan Berilmu

Tidak perlu bermimpi teralu besar terhadap Indonesia, tapi mari kita perbaiki diri terlebih dahulu dengan membudayakan IDI, insyaAllah dengan sendirinya kita bisa menolong Agama Allah sehingga Indonesia akan dipenuhi dengan generasi muslim yang cerdas dan berilmu.

Selasa, 03/12/2019 11:00 0

Opini

Pentingnya Budaya Literasi bagi Pemuda Islam dalam Memajukan Indonesia

Seharusnya, mukmin membiasakan literasi sejak kecil. Selain itu, seorang mukmin haruslah pandai dalam memanfaatkan waktunya untuk ketaatan kepada Allah, salah satunya dengan literasi, menuntut ilmu,

Selasa, 03/12/2019 10:21 0

Suriah

Rudal Jet Suriah Hantam Pasar di Wilayah Oposisi, Belasan Sipil Tewas

"Kami duduk di depan toko dan tiba-tiba serangan udara menghantam sebagian pasar dan tujuh atau delapan tetangga kami dan dua wanita yang berada di dalam mobil datang berbelanja terbunuh," kata Maher Mohammed, seorang salesman berusia 35 tahun.

Selasa, 03/12/2019 09:14 0

Suriah

Bom Lukai Tiga Polisi Militer Rusia Saat Patroli di Kobani, Suriah

Dalam pernyataan Kemenhan Rusia dikatakan, bom meledak di dekat kota Kobani di provinsi Aleppo di Suriah utara.

Selasa, 03/12/2019 07:56 0

Prancis

13 Mayat Tentara Prancis yang Tewas di Mali Dipulangkan

Peti mati itu ditutupi dengan bendera Prancis. Seorang tentara membawa bendera bertulis “Operasi Barkhan” yang dipimpin Prancis untuk memerangi para jihadis di Sahel.

Senin, 02/12/2019 10:23 0

Foto

[Foto] Reuni 212 Jilid III

Reuni 212 jilid III berlangsung dengan tertib.

Senin, 02/12/2019 10:19 0

Close