Jokowi Sebut Pengusul Presiden Tiga Periode Menjerumuskan Dirinya

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan tanggapan terkait wacana amandemen Undang-Undang Dasar, khususnya terkait jabatan presiden. Jokowi menegaskan dirinya adalah Presiden produk dari pemilihan langsung. Maka terhadap keinginan melakukan amandemen Undang-Undang Dasar (UUD), ia mengaku sudah menentukan sikap.

“Apakah bisa yang namanya amandemen itu hanya dibatasi untuk urusan haluan negara? Apakah tidak melebar ke mana-mana?” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (02/12/2019), dikutip dari situs Setkab.

Kenyataannya, lanjut Jokowi, sekarang ini ada yang wacananya lari ke Presiden dipilih oleh MPR, ada yang lari ke Presiden tiga periode, ada yang lari ke Presiden satu kali tetapi masa jabatannya delapan tahun.

“Lha kan ke mana-mana, seperti yang saya sampaikan,” tuturnya.

“Jadi, lebih baik tidak usah amandemen. Ini kita konsentrasi saja ke tekanan-tekanan eksternal yang sekarang ini bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan,” tegas Jokowi.

Terkait usulan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode, Jokowi mempunyai tiga pandangan.

“Satu, ingin menampar muka saya. Ya. Yang kedua, ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka. Yang ketiga, ingin menjerumuskan. Itu saja. Ini yang sejak awal saya sampaikan,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat