... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamanan Reuni 212 Tahun Ini Lebih Ketat, Ada Metal Detector di Setiap Pintu Masuk Monas

Foto: Peserta Reuni 212 jilid III harus melewati metal detector terlebih dahulu. (Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Beberapa mobil polisi tampak berjejer di Jalan Merdeka Barat di luar area Monumen Nasional. Pengamanan aksi Reuni 212 oleh kepolisian juga terlihat di beberapa titik persimpangan jalan.

Menurut penuturan Abdul Gana, tukang ojek yang telah merantau dari Garut ke Jakarta sejak 10 tahun silam, banyaknya anggota polisi yang dilibatkan untuk pengamanan aksi damai Reuni 212 tahun ini cukup berlebihan.

“Banyak banget polisinya, udah kaya ngamanin teroris. Padahal kan ini aksi damai,” ujar Abdul Gana, saat melintasi Jalan Merdeka Barat menuju pintu Monas Patung Kuda, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Ia mengungkapkan hal itu setelah melihat di beberapa titik pengamanan polisi juga melibatkan kendaraan taktis dan juga satuan polisi yang menggunakan motorcross.

Memang, pihak Polda Metro Jaya mengaku tidak melakukan pengamanan khusus pada acara Reuni 212 kali ini. Namun, dari pantauan Kiblat.net di lapangan, penjagaan memang tampak lebih ketat dari tahun sebelumnya, di setiap pintu masuk Monas tampak alat metal detector didirikan polisi.

Menurut salah satu anggota laskar yang menjaga aksi, memang pengamanan oleh kepolisian dirasakannya berbeda dari gelaran Reuni 212 tahun 2018. Ia melihat lebih banyak polisi dan lebih ketat penjagaannya.

Metal detector ada di semua pintu, lebih banyak juga polisinya dari tahun kemarin. Kita gak tau ada apa, ini kan di sini mau ibadah, bukan mau perang,” ujar anggota laskar yang mengaku sudah melakukan pengamanan aksi sejak aksi 411 tahun 2016.

BACA JUGA  Perkuat Jaringan di Timur Tengah, KAMMI Libya Dideklarasikan

Sementara itu, salah satu polisi yang ikut berjaga di sebelah metal detector mengungkapkan, alat ini digunakan untuk informasi awal, namun polisi yang berjaga tidak serta-merta langsung bertindak jika alat bereaksi.

Pasalnya, metal detector selalu berbunyi ketika ada peserta aksi yang melewatinya. Baik ibu-ibu beserta anaknya, pemuda, bahkan tukang penjual minuman. Karenanya, tidak semua peserta dan pengunjung aksi diperiksa satu persatu, karena akan memperpanjang antrean.

Metal detector hanya untuk informasi awal, karena tidak mungkin juga diperiksa satu-satu. Kita juga berdasarkan informasi dari intel polisi dan pengalaman kami melihat mana yang sekiranya mencurigakan,” ujar Bripda Sirillus dari satuan Sabhara Polda Metro Jaya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Jubir Taliban Bantah Pernyataan Trump Saat Kunjungi ke Afghanistan

"Masih terlalu dini untuk berbicara tentang melanjutkan perundingan pada tahap ini," kata Zabihullah Mujahid kepada AFP, Jumat (29/11/2019).

Sabtu, 30/11/2019 09:28 0

Eropa

Turki Kembali Fungsikan Masjid Peninggalan Ottoman di Eropa Selatan

Restorasi masjid dilakukan pascaditandatanganinya kesepakatan antara Direktorat Jenderal Yayasan Turki dan Pimpinan Uni Islam Makedonia Utara pada 1 April 2015. Restorasi tidak mengaubah desain aslinya.

Jum'at, 29/11/2019 16:27 1

Afrika

Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya Kembali Teken Kerja Sama Militer dengan Turki

Teks perjanjian baru itu lebih luas dari kerangka perjanjian kerja sama militer sebelumnya yang disepakati oleh kedua negara.

Jum'at, 29/11/2019 08:36 0

Afrika

SITE: ISIS Mengaku Penyebab Tabrakan Dua Helikopter Militer Prancis di Mali

Dua helikopter itu bertabrakan setelah menarik diri akibat ditembaki oleh pejuang ISIS.

Jum'at, 29/11/2019 07:58 0

Afghanistan

Trump Kunjungi Pasukannya di Afghanistan dan Janjikan Gencatan Senjata

"Taliban menginginkan kesepakatan. Kami sudah bertemu dan mereka mengatakan harus ada gencatan senjata. Tetapi mereka tidak menginginkannya saat ini. Saya pikir mereka akan menginginkan gencatan senjata mungkin nanti,” kata Trump, seperti dilansir Reuters.

Jum'at, 29/11/2019 07:31 0

Mesir

Amnesty: Mesir Jerat Para Kritikus dengan UU Kontra-Terorisme

Mesir menyalahgunakan undang-undang anti-teror untuk menuntut para pengkritik. Demikian menurut sebuah laporan 60 halaman yang dirilis Amnesty International.

Kamis, 28/11/2019 14:32 0

Inggris

Muslim Inggris Siap Coblos Kandidat dan Partai Politik yang Perangi Islamofobia

"Islamofobia adalah masalah pemilihan terbesar bagi umat Islam," kata organisasi Muslim terbesar di negara itu, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Anadolu Agency dari The Guardian.

Kamis, 28/11/2019 09:40 0

Irak

Massa Bakar Gedung Konsulat Iran di Najaf, Irak

Para pegawai misi diplomatik Iran di Najaf dilaporkan telah meninggalkan kota tersebut sepuluh menit sebelum aksi pembakaran. Mereka meninggalkan pergi dengan mendapat perlindungan ketat.

Kamis, 28/11/2019 08:41 0

Prancis

Kepala Staf Militer Prancis Pesimis Menang Hadapi Jihadis di Afrika Barat

"Kami tidak akan pernah meraih kemenangan yang menentukan (dalam perang ini)," katanya kepada radio France Inter.

Kamis, 28/11/2019 07:26 0

Malaysia

Mendagri Malaysia Sebut Kemungkinan ISIS Alihkan Basis ke Asia Tenggara

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin memperingatkan bahwa ISIS bisa saja mengalihkan basis operasinya ke wilayah Asia Tenggara usai kematian pimpinan tertingginya.

Rabu, 27/11/2019 16:51 0

Close