... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HILMI FPI Sediakan 4.000 Kotak Nasi Kebuli untuk Peserta Reuni 212

Foto: Posko Logistik HILMI FPI di Reuni 212 jilid 3

KIBLAT.NET, Jakarta – Sayap relawan kemanusiaan Front Pembela Islam (FPI) Hilal Merah Indonesia (HILMI) sediakan 4000 kotak nasi kebuli bagi relawan dan peserta aksi reuni 212 di Monas hari ini.

Menurut Eko Purnomo, Koordinator Lapangan Relawan HILMI, pihaknya sudah membuka tenda posko relawan di Monas sejak Sabtu malam, baru kemudian menyiapkan peralatan logistik pada Ahad pagi.

“Kita masak di sini, ada 4000 box nasi kebuli, 2000 nasi kuning, 1500 roti pisang, kopi, susu, kurma,” ujar Eko.

Tidak hanya logistik, HILMI-FPI juga menyiapkan tim medis untuk membantu peserta reuni 212. Tidak hanya medis kedokteran konvensional, dan juga praktisi herbal dan terapis.

Puluhan orang ditangani oleh HILMI-FPI, menurut Ella salah satu perawat, rata-rata peserta aksi mengalami naiknya asam lambung, hipertensi, dan juga maagh.

“Rata-rata mereka asam lambungnya meningkat, banyak ngopi mungkin dan nyeri ulu hati karena kurang istirahat dan makannya tidak teratur, begadang juga. Masuk angin, ada juga yang kesurupan,” ujarnya.

Penanganan yang dilakukan HILMI-FPI, berupa pengecekan tensi, pemberian obat medis dan mungkin herbal bagi yang membutuhkan, dan juga terapi dan refleksi.

Menurut Eko, HILMI-FPI bisa menyelenggarakan pelayanan kepada peserta aksi karena mendapat donasi dari Umat Islam juga, sehingga dana dari Umat untuk Umat.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Prancis

13 Mayat Tentara Prancis yang Tewas di Mali Dipulangkan

Peti mati itu ditutupi dengan bendera Prancis. Seorang tentara membawa bendera bertulis “Operasi Barkhan” yang dipimpin Prancis untuk memerangi para jihadis di Sahel.

Senin, 02/12/2019 10:23 0

Irak

Kantor Konsulat Iran di Najaf Kembali Dibakar Massa

"Tim pertahanan sipil saat ini berusaha mengendalikan api," katanya, seraya menambahkan bahwa konsulat itu benar-benar kosong ketika dibakar.

Senin, 02/12/2019 09:28 0

Suriah

Pertempuran Sengit Meletus di Provinsi Idlib

“Pertempuran masih berlangsung,” ujar Abdul Rahman.

Senin, 02/12/2019 07:23 0

Afghanistan

Jubir Taliban Bantah Pernyataan Trump Saat Kunjungi ke Afghanistan

"Masih terlalu dini untuk berbicara tentang melanjutkan perundingan pada tahap ini," kata Zabihullah Mujahid kepada AFP, Jumat (29/11/2019).

Sabtu, 30/11/2019 09:28 0

Eropa

Turki Kembali Fungsikan Masjid Peninggalan Ottoman di Eropa Selatan

Restorasi masjid dilakukan pascaditandatanganinya kesepakatan antara Direktorat Jenderal Yayasan Turki dan Pimpinan Uni Islam Makedonia Utara pada 1 April 2015. Restorasi tidak mengaubah desain aslinya.

Jum'at, 29/11/2019 16:27 1

Afrika

Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya Kembali Teken Kerja Sama Militer dengan Turki

Teks perjanjian baru itu lebih luas dari kerangka perjanjian kerja sama militer sebelumnya yang disepakati oleh kedua negara.

Jum'at, 29/11/2019 08:36 0

Afrika

SITE: ISIS Mengaku Penyebab Tabrakan Dua Helikopter Militer Prancis di Mali

Dua helikopter itu bertabrakan setelah menarik diri akibat ditembaki oleh pejuang ISIS.

Jum'at, 29/11/2019 07:58 0

Afghanistan

Trump Kunjungi Pasukannya di Afghanistan dan Janjikan Gencatan Senjata

"Taliban menginginkan kesepakatan. Kami sudah bertemu dan mereka mengatakan harus ada gencatan senjata. Tetapi mereka tidak menginginkannya saat ini. Saya pikir mereka akan menginginkan gencatan senjata mungkin nanti,” kata Trump, seperti dilansir Reuters.

Jum'at, 29/11/2019 07:31 0

Mesir

Amnesty: Mesir Jerat Para Kritikus dengan UU Kontra-Terorisme

Mesir menyalahgunakan undang-undang anti-teror untuk menuntut para pengkritik. Demikian menurut sebuah laporan 60 halaman yang dirilis Amnesty International.

Kamis, 28/11/2019 14:32 0

Inggris

Muslim Inggris Siap Coblos Kandidat dan Partai Politik yang Perangi Islamofobia

"Islamofobia adalah masalah pemilihan terbesar bagi umat Islam," kata organisasi Muslim terbesar di negara itu, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Anadolu Agency dari The Guardian.

Kamis, 28/11/2019 09:40 0

Close