... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Massa Bakar Gedung Konsulat Iran di Najaf, Irak

Foto: Massa membakar kantor konsulat Iran di Najaf, Irak, beberapa hari lalu.

KIBLAT.NET, Najaf – Para demonstran Irak membakar gedung konsulat Iran di kota Najaf. Ratusan massa menyerang gedung tersebut, menurunkan bendera Iran dan menggantinya dengan bendera Irak.

Koresponden Arabi21.com melaporkan dari lokasi pada Rabu malam (27/11/2019), tentara menutup semua pintu masuk dan keluar kota Najaf dan mengisolasinya dari bagian lain negara itu setelah tindakan anarkis massa.

Para pegawai misi diplomatik Iran di Najaf dilaporkan telah meninggalkan kota tersebut sepuluh menit sebelum aksi pembakaran. Mereka meninggalkan pergi dengan mendapat perlindungan ketat.

Pemerintah Najaf meliburkan seluruh kantor departemen pemerintah pada Kamis ini, kecuali departemen keamanan, kesehatan, dan layanan. Pemerintah lokal juga memberlakukan jam malam hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Para pengunjuk rasa berhasil masuk gedung konsulat setelah pasukan keamanan gagal menghalau mereka. Selain membakar, massa menurunkan bendera Iran dan diganti dengan bendera nasional Irak.

Demonstran menuduh Iran mengendalikan keputusan politik pemerintah mereka, yang dipimpin oleh Adel Abdul-Mahdi. Mereka juga menuduh faksi-faksi Syiah pro-Iran melakukan pembunuhan dan penculikan aktivis.

Sementara itu, militer menutup semua pintu masuk dan keluar kota Najaf pada Rabu malam. Kota itu diisolasi dari provinsi lain. Hal dilakukan menyusul aksi pembakaran gedung konsulat Iran, menurut ketarangan sumber perwira militer.

Pasukan militer tidak mengizinkan mobil masuk atau meninggalkan kota. Prosedur ini akan diterapkan sampai pemberitahuan lebih lanjut, sampai ketegangan di kota menjadi tenang.

BACA JUGA  Data Resmi: 460 Orang Tewas dalam Aksi Protes di Irak

Najaf adalah salah satu kota suci Syiah. Kota ini tempat tinggal ulama Syiah Irak, Ali Al-Sistani, yang telah berulang kali menyuarakan dukungan untuk protes rakyat.

Para pengunjuk rasa telah berulang kali mencoba menyerbu konsulat Iran di Karbala, provinsi tetangga, namun selalu gagal.

Baghdad dan provinsi-provinsi lainnya menyaksikan protes yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pemerintah sejak awal Oktober.

Protes termasuk kekerasan yang meluas, menyebabkan setidaknya 348 orang tewas dan 15.000 terluka, menurut sensus kantor berita Anadolu Agency dan berdasarkan angka-angka dari Komisi Hak Asasi Manusia parlemen, Komisi Hak Asasi Manusia (parlemen resmi), dan sumber-sumber medis dan hak asasi manusia.

Para pengunjuk rasa awalnya menuntut pekerjaan, peningkatan layanan dan perang melawan korupsi. Namun tak diduga, protes semakin meluas. Tuntutannya pun semakin banyak, termasuk tuntutan mundur para elit politik yang terlibat korupsi.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Din Syamsuddin: Gerakan 212 Jangan Hanya Kerumunan, Harus Ditransformasi

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Din Syamsuddin menegaskan bahwa tidak ada pihak yang boleh melarang acara Reuni 212.

Rabu, 27/11/2019 22:21 0

Indonesia

Refleksi Satu Tahun Tsunami Selat Sunda, WMI & AQL Gelar Roadshow

Wahana Muda Indonesia (WMI) dan AQL peduli melakukan road show pasca satu tahun bencana tsunami selat Sunda. Aneka program dari WMI dan AQL selama fase emergency dan recovery di selat Sunda selama satu tahun terakhir dikunjungi oleh donatur dari Majelis Nasional Turkistan Timur.

Rabu, 27/11/2019 21:36 0

Indonesia

Wantim MUI Minta Partai Islam Bela Kepentingan Umat

Wantim MUI menggelar rapat pleno bersama para pimpinan partai Islam maupun partai berbasis massa Islam.

Rabu, 27/11/2019 21:19 0

Indonesia

Reuni 212 Akan Digelar Kembali, Mahfud MD: Itu Hak Warga Negara

Menkopolhukam, Mahfud MD mengaku dirinya tidak mempermasalahkan gelaran Reuni 212 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta pada 2 Desember nanti. Namun Mahfud mengingatkan agar acara itu tidak menimbulkan keributan.

Rabu, 27/11/2019 20:06 1

Indonesia

Tito Karnavian: Ormas Tidak Sesuai Pancasila Perlu Diluruskan

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian mengatakan organisasi masyarakat (ormas) yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila perlu diluruskan.

Rabu, 27/11/2019 19:44 0

Indonesia

Wahdah Islamiyah Siapkan Dai untuk Optimalkan Masjid Megah yang Viral di Gowa

Dusun Langkoa yang terletak di Desa Bontoloe Kecamatan Bontolempangan Kab. Gowa Sulsel kini ramai dikunjungi wisatawan

Rabu, 27/11/2019 17:06 0

Indonesia

Derita Gio, Idap Penyakit Kronis hingga Perut Membengkak

Media sosial Bengkulu sempat ramai memperbincangkan salah satu warganya yang menderita penyakit kronis.

Rabu, 27/11/2019 16:09 0

Indonesia

Perkuat Jaringan di Timur Tengah, KAMMI Libya Dideklarasikan

Bertepatan dengan momen Hari Guru Nasional 25 November 2019 PP KAMMI mendeklarasikan Perwakilan KAMMI di Libya.

Rabu, 27/11/2019 15:46 0

Indonesia

Setahun Tsunami Selat Sunda, WMI & AQL Bangun Training Center di Cimanggu Banten

Wahana Muda Indonesia (WMI) dan AQL peduli sepakat mengubah Huntara (Hunian Sementara) menjadi Training Center bersama.

Rabu, 27/11/2019 15:25 0

Indonesia

LPA Generasi Apresiasi Visi Mendikbud

Pada momen Hari Guru 25 November kemarin, Mendikbud RI Nadiem Anwar Makarim menyampaikan pesan yang dinilai menggembirakan banyak pihak, mulai dari guru, orang tua, termasuk para pegiat anak. Hal ini juga turut diapresiasi oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Generasi, Ena Nurjanah.

Rabu, 27/11/2019 15:24 0

Close