... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty: Mesir Jerat Para Kritikus dengan UU Kontra-Terorisme

Foto: Pengadilan Mesir

KIBLAT.NET, Kairo – Mesir menyalahgunakan undang-undang anti-teror untuk menuntut para pengkritik. Demikian menurut sebuah laporan 60 halaman yang dirilis Amnesty International.

“Di Mesir hari ini Penuntut Keamanan Negara Tertinggi [SSSP] telah memperluas definisi ‘terorisme’ mencakup protes damai, posting media sosial dan kegiatan politik yang sah yang mengakibatkan kritik pemerintah yang damai diperlakukan sebagai musuh negara,” kata Direktur Amnesty Timur Tengah dan direktur Afrika Utara Philip Luther.

SSSP adalah lembaga khusus Penuntut Umum yang seolah-olah menyelidiki ancaman keamanan nasional. Mereka secara rutin menyalahgunakan kekuatan khusus yang diberikan berdasarkan hukum Mesir dan terlibat dalam penghilangan paksa, penyiksaan dan perampasan kebebasan.

SSSP memainkan peran penting dalam menangkap ribuan orang setelah protes 20 September dengan tuduhan teror. SSSP kemudian mengabaikan dan menyembunyikan bukti penyalahgunaan dan penyiksaan oleh polisi.

Sejak Abdel Fattah Al-Sisi naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2013 telah terjadi peningkatan tiga kali lipat dalam penuntutan SSSP, dari sekitar 529 tahun itu menjadi 1.739 pada 2018.

“SSSP telah menjadi alat penindasan yang tujuan utamanya tampaknya sewenang-wenang menahan dan mengintimidasi para kritikus, semuanya atas nama kontra-terorisme,” tambah Luther.

“Banyak dari mereka yang ditangkap oleh SSSP ditahan karena mengekspresikan pendapat mereka secara damai atau membela hak asasi manusia dan seharusnya tidak pernah ditangkap sejak awal.”

Laporan itu muncul ketika organisasi-organisasi hak asasi manusia mengungkapkan bukti bahwa Mesir mengalami krisis hak asasi manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya selama enam tahun terakhir. Ribuan orang telah ditangkap, disiksa secara sistematis dan ditolak mendapat perawatan medis.

Luther menggambarkan bagaimana SSSP dan Badan Keamanan Nasional (NSA) telah muncul sebagai sistem peradilan paralel untuk menangani para pemrotes damai.

“Tujuan kami dengan laporan ini adalah untuk membuatnya sangat jelas bahwa ketika seseorang dituduh melakukan terorisme di Mesir, masyarakat internasional tidak dapat menerimanya begitu saja,” kata Baoumi kepada Associated Press.

“Lebih mungkin, orang itu ditangkap karena mengekspresikan pendapatnya dengan damai.”

Dalam laporan itu Luther memperingatkan, bahwa sekutu internasional Mesir tidak boleh mengorbankan prinsip-prinsip hak asasi mereka demi hubungan bisnis dan keamanan. Mereka harus menekan pihak berwenang Mesir untuk mereformasi SSSP dan membebaskan semua yang ditahan karena mengekspresikan pendapat mereka secara damai atau membela hak asasi manusia.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Din Syamsuddin: Gerakan 212 Jangan Hanya Kerumunan, Harus Ditransformasi

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Din Syamsuddin menegaskan bahwa tidak ada pihak yang boleh melarang acara Reuni 212.

Rabu, 27/11/2019 22:21 0

Indonesia

Refleksi Satu Tahun Tsunami Selat Sunda, WMI & AQL Gelar Roadshow

Wahana Muda Indonesia (WMI) dan AQL peduli melakukan road show pasca satu tahun bencana tsunami selat Sunda. Aneka program dari WMI dan AQL selama fase emergency dan recovery di selat Sunda selama satu tahun terakhir dikunjungi oleh donatur dari Majelis Nasional Turkistan Timur.

Rabu, 27/11/2019 21:36 0

Indonesia

Wantim MUI Minta Partai Islam Bela Kepentingan Umat

Wantim MUI menggelar rapat pleno bersama para pimpinan partai Islam maupun partai berbasis massa Islam.

Rabu, 27/11/2019 21:19 0

Indonesia

Reuni 212 Akan Digelar Kembali, Mahfud MD: Itu Hak Warga Negara

Menkopolhukam, Mahfud MD mengaku dirinya tidak mempermasalahkan gelaran Reuni 212 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta pada 2 Desember nanti. Namun Mahfud mengingatkan agar acara itu tidak menimbulkan keributan.

Rabu, 27/11/2019 20:06 1

Indonesia

Tito Karnavian: Ormas Tidak Sesuai Pancasila Perlu Diluruskan

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian mengatakan organisasi masyarakat (ormas) yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila perlu diluruskan.

Rabu, 27/11/2019 19:44 0

Indonesia

Wahdah Islamiyah Siapkan Dai untuk Optimalkan Masjid Megah yang Viral di Gowa

Dusun Langkoa yang terletak di Desa Bontoloe Kecamatan Bontolempangan Kab. Gowa Sulsel kini ramai dikunjungi wisatawan

Rabu, 27/11/2019 17:06 0

Indonesia

Derita Gio, Idap Penyakit Kronis hingga Perut Membengkak

Media sosial Bengkulu sempat ramai memperbincangkan salah satu warganya yang menderita penyakit kronis.

Rabu, 27/11/2019 16:09 0

Indonesia

Perkuat Jaringan di Timur Tengah, KAMMI Libya Dideklarasikan

Bertepatan dengan momen Hari Guru Nasional 25 November 2019 PP KAMMI mendeklarasikan Perwakilan KAMMI di Libya.

Rabu, 27/11/2019 15:46 0

Indonesia

Setahun Tsunami Selat Sunda, WMI & AQL Bangun Training Center di Cimanggu Banten

Wahana Muda Indonesia (WMI) dan AQL peduli sepakat mengubah Huntara (Hunian Sementara) menjadi Training Center bersama.

Rabu, 27/11/2019 15:25 0

Indonesia

LPA Generasi Apresiasi Visi Mendikbud

Pada momen Hari Guru 25 November kemarin, Mendikbud RI Nadiem Anwar Makarim menyampaikan pesan yang dinilai menggembirakan banyak pihak, mulai dari guru, orang tua, termasuk para pegiat anak. Hal ini juga turut diapresiasi oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Generasi, Ena Nurjanah.

Rabu, 27/11/2019 15:24 0

Close