... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Wantim MUI Minta Partai Islam Bela Kepentingan Umat

Foto: Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Prof. Din Syamsuddin

KIBLAT.NET, Jakarta – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) menggelar rapat pleno bersama para pimpinan partai Islam maupun partai berbasis massa Islam. Di antara partai yang hadir adalah PPP, PKS, PKB dan PAN.

Ketua Wantim MUI, Prof. Din Syamsuddin menegaskan bahwa pertemuan ini untuk mengingatkan kepada partai-partai agar membela kepentingan umat Islam. Menurutnya, kepentingan umat Islam juga merupakan kepentingan bangsa Indonesia.

“Kita ingin mengembangkan silaturahim dan silatufikri dengan semua pihak, khususnya partai tersebut. Mereka kan menggunakna nama Islam maka adalah kewajiban mereka untuk secara khusus membela kepentingan umat Islam. Kepentingan umat bukan sesuatu eksklusif tapi kepentingan bangsa itu sendiri,” kata Din pada Rabu (27/11/2019).

Maka, ia mendorong agar para partai Islam secara konsisten mengawal negara ini jangan sampai ada penyelewengan. Menurutnya, MUI sudah lama sekali menegerai terjadi distorsi dan disorientasi kehidupan kita dari nilai nilai dasar sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Ditambah lagi dengan narasi nasional yang dikembangkan itu menurut hemat saya merugikan kehidupan bangsa yang majemuk. Seperti isu anti radikalisme,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami keterpurukan. Din memberikan contoh keterpurukan dalam masalah ekonomi dan pendidikan.

“Kita tidak seperti dulu, ada perasaan ada keterpurukan. Keterpurukan insrastuktur kehidupan dalam bidang pendidikan, ekonomi misalnya,” pungkasnya.

BACA JUGA  Ingatkan Bawahan Agar Amanah, Mendagri: Pangkat dan Jabatan Tidak Dibawa Mati

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Mendagri Malaysia Sebut Kemungkinan ISIS Alihkan Basis ke Asia Tenggara

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin memperingatkan bahwa ISIS bisa saja mengalihkan basis operasinya ke wilayah Asia Tenggara usai kematian pimpinan tertingginya.

Rabu, 27/11/2019 16:51 0

Eropa

Rezim Suriah Boikot Pembicaraan Komite Konstitusi di Jenewa

Rezim Suriah di bawah komando Bashar al-Assad melanjutkan boikotnya pada putaran kedua pertemuan Komite Konstitusi Suriah yang berlangsung di Jenewa, Swiss pada Selasa (26/11/2019).

Rabu, 27/11/2019 16:17 0

Info Event

Ikuti! Seminar Bahaya LGBT di Islamic Center Al-Islam

Bahaya perilaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) masih menghantui kita.

Rabu, 27/11/2019 13:49 0

Thailand

Rusa di Thailand Ditemukan Mati dengan 7kg Plastik di Perut

Sekarang momok sampah plastik mempengaruhi hewan-hewan Thailand di darat.

Rabu, 27/11/2019 12:01 0

Turki

Turki: 370 Ribu Pengungsi Suriah Pulang ke Negara Mereka

Aktay menambahkan bahwa Turki menyediakan semua layanan dasar untuk Suriah dari keamanan, kesehatan, pendidikan, perumahan, air dan listrik tanpa perbedaan antara komponen-komponen rakyat Suriah.

Rabu, 27/11/2019 09:13 0

Yaman

Koalisi Saudi Bebaskan 200 Pemberontak Syiah Hutsi

Keputusan membebaskan para tahanan ini datang setelah sekitar dua bulan serangan roket Hutsi ke wilayah Saudi berhenti

Rabu, 27/11/2019 08:26 0

Afrika

Dua Helikopter Prancis Kecelakaan Saat Sergap Jihadis Mali, 13 Tentara Tewas

Saat itu, dua helikopter tersebut tengah memberi dukungan kepada pasukan darat yang sedang terlibat pertempuran sengit dengan kelompok jihadis di Mali tengah

Rabu, 27/11/2019 07:46 0

Yaman

Wabah Kolera Belum Berakhir, Kini Yaman Dilanda Demam Berdarah

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) melaporkan wabah baru demam berdarah di Yaman yang dilanda perang pada Senin (25/11/2019). Ribuan kasus dilaporkan dan beberapa lusin kematian.

Selasa, 26/11/2019 14:40 0

Inggris

Saudi Tahan 8 Aktivis, dari Penulis hingga Pengusaha

Kelompok Hak Asasi Saudi yang berbasis di London, ALQST menyebut pemerintah Saudi telah menahan kurang lebih delapan orang yang sebagian besar merupakan kaum intelek dan penulis. Menurut ALQST, penangkapan itu bagian dari "penumpasan kebebasan berekspresi" yang digulirkan pemerintah Saudi dalam dua tahun terakhir.

Selasa, 26/11/2019 14:32 0

Palestina

Di Tangan Pemuda Gaza Ini, Hampir Semua Barang Bisa Seimbang

Ia hanya perlu beberapa menit dan beberapa gerakan untuk menyelesaikannya.

Selasa, 26/11/2019 14:00 0

Close