Rusa di Thailand Ditemukan Mati dengan 7kg Plastik di Perut

KIBLAT.NET, Bangkok – Seekor rusa liar ditemukan mati setelah menelan 7kg kantong plastik dan sampah lainnya di Thailand. Seorang pejabat pada Selasa (26/11/2019) memperingatkan tentang limbah yang mengotori perairan dan hutan negara.

Negara Asia Tenggara adalah salah satu konsumen plastik terbesar di dunia. Orang Thailand menggunakan hingga 3.000 kantong plastik sekali pakai setiap tahun, baik untuk membungkus makanan, kopi yang dibawa pulang atau bahan makanan kemasan.

Hewan laut seperti kura-kura dan ikan duyung telah mati di perairan yang tersumbat sampah. Otopsi menemukan bahwa plastik di lapisan perut berkontribusi pada kematian mereka.

Sekarang momok sampah plastik mempengaruhi hewan-hewan Thailand di darat.

Para pejabat mengatakan seekor rusa berumur 10 tahun ditemukan tewas di taman nasional di provinsi Nan, sekitar 630km utara ibukota Bangkok.

“Otopsi menemukan kantong plastik di perut sebagai salah satu penyebab kematiannya,” kata Kriangsak Thanompun, direktur kawasan lindung di Taman Nasional Khun Sathan.

Foto yang dirilis taman nasional menunjukkan kantong berisi bubuk kopi, kemasan mie instan, kantong sampah, handuk, dan juga pakaian dalam.

Penemuan rusa itu terjadi beberapa bulan setelah bayi duyung yang sakit membuat prihatin warga Thailand ketika dia berjuang untuk pemulihan. Bayi duyung itu akhirnya mati karena infeksi yang diperburuk oleh potongan-potongan plastik yang melapisi perutnya.

Kematian bayi ikan yang dinamai Mariam pada bulan Agustus itu secara luas mengundang kesedihan di media sosial. Kejadian ini menghidupkan kembali debat publik tentang kebutuhan mendesak Thailand untuk mengatasi kecanduan plastiknya.

Sampah plastik seberat 7kg di perut rusa
Sampah plastik seberat 7kg di perut rusa

“Hilangnya rusa liar adalah tragedi lain,” kata Kriangsak.

“Ini menunjukkan bahwa kita harus menganggap serius dan mengurangi … plastik sekali pakai,” katanya, sembari menyerukan agar “produk ramah lingkungan” digunakan.

Beberapa pengecer besar – termasuk operator toko serba ada 7-Eleven di mana-mana – telah berjanji untuk berhenti membagikan kantong plastik sekali pakai pada Januari tahun depan.

Sumber: Channel News Asia
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat