... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Koalisi Saudi Bebaskan 200 Pemberontak Syiah Hutsi

Foto: Pemberontak Syiah Hutsi di Yaman

KIBLAT.NET, Sanaa – Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi di Yaman, Selasa (26/11/2019), mengumumkan pembebasan seanyak 200 tawanan pemberontak Syiah Hautsi. Pelepasan tawanan ini untuk mendukung upaya perdamaian dalam upaya mengakhiri perang hampir lima tahun di Yaman.

Koalisi mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh media pemerintah Saudi bahwa mereka akan mengurangi pembatasan wilayah udara Yaman untuk memungkinkan penerbangan dari Sanaa, yang dikendalikan oleh Hautsi. Hal itu untuk memungkinkan mengangkut mereka yang membutuhkan perawatan medis di luar negeri.

Koalisi mengintervensi Yaman pada Maret 2015 untuk memerangi Syiah Hutsi dan mendukung pemerintahan sah Yaman.

Keputusan membebaskan para tahanan ini datang setelah sekitar dua bulan serangan roket Hutsi ke wilayah Saudi berhenti. Di saat yang sama, Saudi membuka kran komunikasi dengan Hutsi untuk menghentikan perang.

Namun, peningkatan baru-baru ini telah membuat khawatir para pejabat PBB. Di mana terjadi konfrontasi militer di provinsi Hudaida. Pertempuran itu meletus setelah Syiah Hutsi meluncurkan drone dan rudal balistik untuk menargetkan pasukan pemerintah. Sedikitnya 350 tentara tewas dan luka-luka akibat pertempuran itu.

Koalisi Saudi membalas dengan gempuran udara menargetkan posisi Syiah Hautsi di barat dan pesisir Hudaida.

PBB pada Selasa mendesak semua pihak dalam konflik Yaman untuk menahan diri dari segala tindakan yang mungkin bertentangan dengan ketentuan dan semangat Perjanjian Stockholm (ditandatangani pada akhir 2018), dan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dari situasi di Hudaida, barat negara itu.

Kepala misi PBB untuk mendukung perjanjian Hudaidah, Abhijit Guha, dalam pernyataannya pada Selasa mengatakan sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan di provinsi Hudaidah dan daerah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

“Peningkatan jumlah serangan udara yang dilakukan selama 72 jam terakhir, jelas berbeda dengan ketenangan relatif setelah pembentukan titik kontrol,” ujarnya.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pengamat Politik: Kerja Politik Staf Khusus Jokowi Belum Teruji

mereka kan memang miskin pengalaman di pemerintahan.

Selasa, 26/11/2019 19:53 0

Indonesia

Survei Sebut Dirinya Tak Cocok Jadi Mendagri, Tito Karnavian: Saya Bekerja untuk Allah Saja

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian mengaku tak terpengaruh dengan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menyatakan dirinya tidak cocok menjabat sebagai Mendagri.

Selasa, 26/11/2019 15:54 0

Indonesia

Ingatkan Bawahan Agar Amanah, Mendagri: Pangkat dan Jabatan Tidak Dibawa Mati

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI), Tito Karnavian menegaskan manusia hanya membawa amal ibadah dan perbuatan baik ketika mereka meninggal dunia.

Selasa, 26/11/2019 15:25 0

Indonesia

Indonesia Kembali Lobi Saudi Soal Peningkatan Layanan Haji

Indonesia akan kembali melobi pihak Kerajaan Saudi Arabia terkait layanan fast track haji dan visa. Menteri Agama, Fachrul Razi dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Urusan Haji Arab Saudi pada 2 Desember mendatang.

Selasa, 26/11/2019 15:02 0

Video News

MUI Harus Keluarkan Sikap Keagamaan untuk Sukmawati

Belum kapok membuat kontroversi dengan puisi, Sukmawati kini membandingkan Nabi Muhammad SAW dan Soekarno

Selasa, 26/11/2019 03:30 0

Indonesia

Tompi Kritisi Proyek Wisata Kesehatan Menkes

Beberapa waktu yang lalu Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengusulkan pengembangan wisata kesehatan di Indonesia, termasuk mengangkat sejumlah metode pengobatan tradisional Indonesia sebagai unggulan wisata kesehatan, contohnya seperti klinik kebugaran Mak Erot.

Senin, 25/11/2019 19:24 0

Indonesia

Mendagri: Izin Ormas FPI Masih Dikaji

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku telah menerima surat rekomendasi terkait organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) dari Kementerian Agama.

Senin, 25/11/2019 19:04 0

Indonesia

Komisi III DPR Ingatkan Pentingnya Perlindungan Hukum Bagi Guru

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsy mengingatkan kembali pentingnya perlindungan hukum untuk para guru.

Senin, 25/11/2019 16:00 0

Indonesia

BPJPH: Kewajiban Serifikat Halal Untungkan Investor

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Sukoso mengklaim kewajiban sertifikasi halal yang telah diberlakukan di Indonesia sejak 17 Oktober lalu merupakan hal yang strategis bagi investor.

Senin, 25/11/2019 15:30 0

Indonesia

Wacana Presiden 3 Periode, Mardani: Jangan-jangan Mau Ciptakan Despotisme

Mardani Ali Sera mengatakan pihak yang mengusulkan jabatan Presiden ditambah menjadi tiga periode berbahaya bagi reformasi Indonesia.

Senin, 25/11/2019 15:07 0

Close