... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sulitnya Militer Prancis Buru Jihadis di Hutan Burkina Faso, Dipaksa Seperti “Kucing dan Tikus”

KIBLAT.NET, Militer Prancis dan negara 5 negara Sahel (G5) menggelar operasi militer menargetkan kelompok jihadis di hutan Tofa Gala di Burkina Faso, yang berdampingan dengan wilayah Mali. Hutan ini di luar kendali pemerintah dan menjadi tempat persembunyian aman bagi para jihadis.

Seperti dilaporkan AFP pada Senin (25/11/2019), pasukan Perancis bergerak maju di satu sisi rawa, dan militer Burkina Faso di sisi lain. Tujuan mereka adalah untuk mengontrol area yang tidak bisa dijamah oleh militer sejak setahun lalu itu.

Operasi ini bagian dari kampanye militer Prancis (militer Barkhan) dengan pasukan negara G5; Burkina Faso, Chad, Mali, Mauritania, dan Niger. Operasi gabungan darat pertama lintas batas itu diberi sandi Bourgou 4.

Kolonel Prancis Thibaut Lemerl mengungkapkan bahwa kawasan hutan Tofa Gala sangat sempurna bagi kelompok “ekstrem” untuk bersembunyi dan mengelola logistik.

Pasukan gabungan yang berjumlah puluhan ribu itu dipaksa bermain seperti “kucing dan tikus” di hutan ini. Para jihadis bergerak cepat dan mampu “menghilang” di gurun. Bahkan, pasukan berpatroli berjam-jam tanpa menemukan apapun.

“Kami tahu mereka ada di sini. Kami mencari mereka dan kami tidak dapat menemukan mereka. Ini adalah perang yang mustahil,” kata seorang perwira dengan memegang senjatanya kepada AFP.

Terkadang pasukan berjalan berjam-jam tanpa menemukan apa pun. Baru-baru ini ditemukan dua orang pengendara sepeda motor dan kami masih ragu apakah mereka anggota kelompok jihadis.

BACA JUGA  Kepala Staf Militer Prancis Pesimis Menang Hadapi Jihadis di Afrika Barat

“Ini seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Mereka mungkin ada di sini karena mereka mungkin baru saja pergi,” kata perwira Prancis yang mengaku bernama Julian itu.

Seorang perwira Prancis lainnya menjelaskan, peralatan militer Prancis di satu sisi menjadi titik lemah. Pasukan harus berkonvoi untuk mencapai titik target yang jauh. Hal itu memudahkan “militan” berpindah dengan cepat.

Di sisi lain, pasukan G5 lebih mobile. Mereka bergerak cepat dengan mengendari sepeda motor, namun mereka mendapat risiko paling tinggi.

“Wajar jika militer Prancis tidak menemukan apa pun ketika mereka tiba,” katanya, seraya menambahkan bahwa sepeda motor membuat para jihadis “lebih mobile.”

Prancis menempatkan sekitar 4.500 tentara di kawasan itu, sementara negara G5mengerahkan sekitar 5.000 tentara, dengan kondisi kekurangan dana, pelatihan, dan peralatan.

Kelompok-kelompok jihadis yang berafiliasi dengan Organisasi Al-Qaidah dan Daulah Islamiyah (ISIS) beberapa bulan terakhir menggencarkan serangan terhadap militer. Bahkan, serangan beberapa pekan lalu yang menewaskan puluhan tentara Mali membuat publik ragu tentang kemampuan militer.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

MUI Harus Keluarkan Sikap Keagamaan untuk Sukmawati

Belum kapok membuat kontroversi dengan puisi, Sukmawati kini membandingkan Nabi Muhammad SAW dan Soekarno

Selasa, 26/11/2019 03:30 0

Indonesia

Tompi Kritisi Proyek Wisata Kesehatan Menkes

Beberapa waktu yang lalu Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengusulkan pengembangan wisata kesehatan di Indonesia, termasuk mengangkat sejumlah metode pengobatan tradisional Indonesia sebagai unggulan wisata kesehatan, contohnya seperti klinik kebugaran Mak Erot.

Senin, 25/11/2019 19:24 0

Indonesia

Mendagri: Izin Ormas FPI Masih Dikaji

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku telah menerima surat rekomendasi terkait organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) dari Kementerian Agama.

Senin, 25/11/2019 19:04 0

Indonesia

Komisi III DPR Ingatkan Pentingnya Perlindungan Hukum Bagi Guru

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsy mengingatkan kembali pentingnya perlindungan hukum untuk para guru.

Senin, 25/11/2019 16:00 0

Indonesia

BPJPH: Kewajiban Serifikat Halal Untungkan Investor

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Sukoso mengklaim kewajiban sertifikasi halal yang telah diberlakukan di Indonesia sejak 17 Oktober lalu merupakan hal yang strategis bagi investor.

Senin, 25/11/2019 15:30 0

Indonesia

Wacana Presiden 3 Periode, Mardani: Jangan-jangan Mau Ciptakan Despotisme

Mardani Ali Sera mengatakan pihak yang mengusulkan jabatan Presiden ditambah menjadi tiga periode berbahaya bagi reformasi Indonesia.

Senin, 25/11/2019 15:07 0

Opini

Refleksi Hari Guru: Membangkitkan Ruh dan Jiwa Seorang Pendidik

Hidup tidak bisa lepas dari pendidikan. Karena manusia diciptakan bukan sekedar untuk hidup. Ada tujuan yang lebih mulia dari sekedar hidup yang mesti diwujudkan, dan itu memerlukan ilmu yang diperoleh lewat pendidikan. Inilah salah satu perbedaan antara manusia dengan makhluk lain, yang membuatnya lebih unggul dan lebih mulia.

Senin, 25/11/2019 14:52 0

Indonesia

Indonesia Raih Juara Dua Kompetisi Panahan Berkuda Tingkat Internasional

Tim Indonesia berhasil meraih peringkat II dalam Kejuaraan Internasional Panahan Berkuda "The Silk Road 2019 3rd World Equestrian Martial Arts Competition"

Senin, 25/11/2019 14:26 0

Indonesia

LDK Se-Makassar Gelar Aksi Peduli Palestina

Pimpinan Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PD Lidmi) Makassar bersama sejumlah Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se Makassar menggelar aksi solidaritas Palestina

Senin, 25/11/2019 13:54 0

Indonesia

Soal Sertifikasi Perkawinan, Kemenag: Bimbingan Pasca Pernikahan Juga Penting

Direktur Bina KUA (Kantor Urusan Agama) dan Keluarga Sakinah Kemenag, Mohsen mengklaim bahwa di samping sertifikasi perkawinan untuk memperkuat ketahanan keluarga, bimbingan pasca pernikahan juga penting.

Ahad, 24/11/2019 10:10 0

Close