... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komisi III DPR Ingatkan Pentingnya Perlindungan Hukum Bagi Guru

Foto: Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al-Habsyi

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsy mengingatkan kembali pentingnya perlindungan hukum untuk para guru. Ia menegaskan bahwa jangan sampai mereka kena pidana lantaran menjalankan proses pendidikan.

Menurutnya, saat ini banyak catatan kelam perlindungan hukum untuk guru, dimana proses pendidikan berujung pada bui.

Misalkan saja Darmawati guru SMAN 3 Pare Pare yang dipidana 3 bulan lantaran menyuruh shalat dengan mengibaskan mukena dan akhirnya mengenai salah satu siswa berinisial AY.

“Demikian pula Pak Mubazir, Guru sukarela SMA Negeri 2 Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang akhirnya dipenjara lantaran memotong rambut salah satu siswanya,” katnya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Senin (25/11/2019).

Ia menganggap bahwa seharusnya hal sedemikian tidak boleh terjadi lagi karena perlindungan terhadap profesi guru sendiri sudah diakui dalam PP Nomor 74 Tahun 2008. Menurut pasal 39 ayat 1 Pada PP tersebut dikatakan bahwa dalam mendidik, mengajar, membimbing hingga mengevaluasi siswa, maka guru diberikan kebebasan akademik untuk melakukan metode-metode yang ada.

“Selain itu, guru juga tidak hanya berwenang memberikan penghargaan terhadap siswanya, tetapi juga memberikan punishment kepada siswanya tersebut.

Selain itu dalam pasal 40 PP tersebut dikatakan bahwa Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari pemerintah,” tuturnya.

Seharusnya, kata dia, rasa aman dan jaminan keselamatan tersebut diperoleh guru melalui perlindungan hukum, profesi dan keselamatan dan kesehatan kerja.

BACA JUGA  Penangkapan Terkait Hoaks UU Cipta Kerja Tindakan Gegabah

Hal ini, lanjutnya, ditegaskan kembali pada pasal 41 PP yang sama. Dimana dikatakan bahwa Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain.

“Oleh karenanya, saya mengajak para penegak hukum untuk memperhatikan kaidah hukum tersebut. Jika memang ada persoalan dilapangan, aparat bisa mengedepankan untuk melalukan restorativ justice, atau penyelesaian diluar pengadilan,” tuturnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Iran Tuduh Demonstran Anti Kenaikan BBM Milisi Bayaran Asing

Garda Revolusi Iran menganggap para demontran yang tertanggap “milisi bayaran” yang ditugaskan untuk mengacau negara. Para “milisi bayaran” itu akan dihukum dengan berat.

Senin, 25/11/2019 08:59 0

Lebanon

Pendukung Organisasi Syiah Lebanon Serang Demonstran

Puluhan pria muda itu tiba dengan penuh kemarahan. Mereka datang berjalan kaki dan mengendarai sepeda motor. Kedatangan mereka tak lama setelah demontran memblokir jalan utama menuju ibukota.

Senin, 25/11/2019 08:17 0

Opini

Tebar Sensasi Ala Menteri Jokowi

Belum genap sebulan menjabat, beberapa menteri sudah tebar sensasi.

Ahad, 24/11/2019 09:56 0

Rusia

“Serang” WhatsApp, Pendiri Telegram: Aplikasi Program Mata-mata Rahasia

Pendiri aplikasi pesan Telegram, Pavel Durov, baru-baru ini menyeru pengguna WhatsApp untuk menghapus aplikasi tersebut. Ia mengklaim bahwa WhatsApp bagian dari program mata-mata rahasia.

Sabtu, 23/11/2019 09:00 0

Iran

100 Pemimpin Demonstran Iran Ditangkap, Terancam Hukuman Berat

“Garda Revolusi mengidentifikasi sekitar 100 pemimpin kerusuhan baru-baru ini dan tokoh-tokoh yang paling menonjol dan menangkap mereka,” kata juru bicara pengadilan Iran, Gholam Hossein Ismaili, seperti dikutip Sky News Arabic dari kantor berita IRNA, Jumat (22/11/2019).

Sabtu, 23/11/2019 08:00 0

Yaman

PBB: Serangan Udara Koalisi Saudi di Yaman Menurun Tajam

"Ini mungkin indikasi bahwa ada sesuatu yang berubah di Yaman," jelas Griffiths dalam rapat di Dewan Keamanan. Ia mencatat bahwa serangan ini turun selama periode ini sebesar 80% dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya.

Sabtu, 23/11/2019 07:05 0

Kiblatorial

Editorial: Sukmawati Harus Hati-hati

Kalaupun lolos dari jerat hukum, Sukmawati tetap tak boleh jumawa. Dia harus lebih berhati-hati dalam berucap.

Jum'at, 22/11/2019 10:36 0

Suriah

Rudal Militer Suriah “Kejar” Warga Hingga ke Kamp Pengungsian

Pagi setelah serangan itu, terlihat sebuah tenda yang hangus terbakar. Hanya terlihat sisa-sia ruangan dan beberapa tiang tenda dari besi yang masih berdiri. Tenda itu berada di tengah-tengah tenda lainnya yang bertutup terpal putih atau biru.

Jum'at, 22/11/2019 08:59 0

Iran

Garda Revolusi Iran Puji Pengerahan Militer untuk Hadapi Demonstran

Sampai Kamis pagi, jaringan Internet masih diblokir oleh pemerintah. Internet diputus sejak demontrasi meletus, empat hari lalu.

Jum'at, 22/11/2019 08:04 0

Video News

Tokoh FPI Turut Polisikan Sukmawati

Sukmawati Soekarnoputri kembali dipolisikan ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga menista agama Islam.

Kamis, 21/11/2019 18:48 0

Close
CLOSE
CLOSE