... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Iran Tuduh Demonstran Anti Kenaikan BBM Milisi Bayaran Asing

Foto: Demo Iran

KIBLAT.NET, Teheran – Garda Revolusi Iran menganggap para demontran yang tertanggap “milisi bayaran” yang ditugaskan untuk mengacau negara. Para “milisi bayaran” itu akan dihukum dengan berat.

Pihak berwenang Iran mengkonfirmasi bahwa situasi kembali tenang setelah kerusuhan yang pecah di seluruh negeri pada 15 November. Kerusuhan itu meletus setelah pemerintah menaikkan harga bensin hingga 200 persen.

Kantor berita Iran Fars melaporkan pada Ahad (24/11/2019), mengutip pernyataan para pejabat, bahwa setidaknya 180 pemimpin protes berhasil ditahan. Mereka memimpin demontrasi dengan menutup jalan raya dan membakar bank dan kantor polisi serta menjarah toko-toko.

“Kami pasti akan merespons sesuai dengan kebrutalan yang telah mereka lakukan,” kata wakil komandan Garda Revolusi, Ali Fadavi pada konferensi pers di Teheran.

Ia mengklaim menangkap semua agen dan “tentara bayaran”. Menurutnya, para agen dan tentara bayaran itu membuat pengakuan eksplisit bahwa mereka adalah tentara bayaran dari Amerika dan lainnya.

Dia juga mengklaim, puluhan yang tertangkap itu mengakui terkait dengan oposisi Iran Mujahidin Rakyat, yang masuk daftar teroris Teheran. “Kami telah menangkap mereka semua dan pengadilan akan dihukum dengan hukuman yang paling berat,” imbuhnya.

Jumlah total orang yang ditangkap sehubungan dengan kerusuhan masih belum jelas, tetapi Kantor Hak Asasi Manusia PBB pada Selasa lalu mencatat angkanya lebih dari 1.000.

Pada Jumat, kepemimpinan pasukan Basij mengumumkan bahwa kerusuhan yang disebabkan oleh naiknnya harga bahan bakar merupakan “perang global” terhadap Teheran dan berhasil digagalkan. Pasukan Iran itu menyalahkan negara-negara lain, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, di balik yang terjadi di negaranya.

“Ada perang dunia melawan rezim dan revolusi. Untungnya, anak itu meninggal saat dia dilahirkan,” kata Mayor Jenderal Salar Abnoush, wakil kepala milisi Basij.

Para pejabat Iran mengkonfirmasi kematian lima orang, sementara Amnesty International mengatakan mereka percaya lebih dari 100 pengunjuk rasa telah terbunuh dan angka kematian sebenarnya bisa mencapai 200 orang.

Sumber: Sky News Arabia
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Sertifikasi Perkawinan, Kemenag: Bimbingan Pasca Pernikahan Juga Penting

Direktur Bina KUA (Kantor Urusan Agama) dan Keluarga Sakinah Kemenag, Mohsen mengklaim bahwa di samping sertifikasi perkawinan untuk memperkuat ketahanan keluarga, bimbingan pasca pernikahan juga penting.

Ahad, 24/11/2019 10:10 0

Opini

Tebar Sensasi Ala Menteri Jokowi

Belum genap sebulan menjabat, beberapa menteri sudah tebar sensasi.

Ahad, 24/11/2019 09:56 0

Indonesia

Sedang Hamil, Muslimah di Australia Alami Tindakan Kekerasan

Seorang muslimah yang sedang hamil terluka dalam serangan islamofobia di Sydney, Australia. Muslimah tersebut adalah Rana Elasmar (31).

Sabtu, 23/11/2019 16:44 0

Indonesia

Pengamat Politik: Presiden Tiga Periode Berpotensi Menyuburkan Oligarki

Wacana masa jabatan presiden tiga periode hanya akan memperburuk citra Jokowi.

Sabtu, 23/11/2019 16:31 0

Indonesia

Ada Usulan Presiden Tiga Periode, Pengamat: Masyarakat Akan Muak

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menilai bahwa wacana presiden tiga periode tidak pas.

Sabtu, 23/11/2019 16:21 0

Indonesia

Soal Sertifikasi Pra Nikah, Kemenag: Harus Disiapkan Pembimbing dan Anggaranya

Direktur Bina KUA (Kantor Urusan Agama) dan Keluarga Sakinah Kemenag, Mohsen mengklaim bahwa sertifikasi perkawinan untuk memperkuat ketahanan keluarga.

Sabtu, 23/11/2019 15:08 0

Indonesia

Kemenag Awasi Pesantren Terindikasi Radikal

Fachrul Razi mengaku pihaknya terus memantau perkembangan pesantren-pesantren yang ada di Indonesia.

Jum'at, 22/11/2019 15:04 1

Indonesia

GNPF Ulama Minta Polisi Profesional Tangani Kasus Sukmawati

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Yusuf Martak meminta Kapolri Jendral Idham Aziz untuk bersikap profesional dalam memproses secara hukum Sukmawati

Jum'at, 22/11/2019 14:53 0

Indonesia

GNPF Ulama Polisikan Sukmawati

Sekretaris Jendral Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama, Edy Mulyadi melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri.

Jum'at, 22/11/2019 14:42 0

Indonesia

Reuni Akbar 212 Akan Kembali Digelar di Monas

Reuni Akbar 212 akan kembali digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada Senin, 2 Desember 2019 mendatang.

Jum'at, 22/11/2019 14:29 0

Close
CLOSE
CLOSE