... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

“Serang” WhatsApp, Pendiri Telegram: Aplikasi Program Mata-mata Rahasia

KIBLAT.NET, Moskow – Pendiri aplikasi pesan Telegram, Pavel Durov, baru-baru ini menyeru pengguna WhatsApp untuk menghapus aplikasi tersebut. Ia mengklaim bahwa WhatsApp bagian dari program mata-mata rahasia.

Durov menjelaskan, seperti dinukil Arabi21.com dari The Independent pada Jumat (22/11/2019), bahwa keamanan WhatsApp sangat berisiko. Ia menjelaskan, aplikasi tersebut membuat smartphone rentan diretas oleh Dinas Keamanan Pemerintah. Semua data pada smartphone dapat diakses hanya melalui pengiriman video ke pengguna.

Durov mendukung klaim tersebut dengan menunjukkan kerentanan terbaru terhadap WhatsApp, yang kemungkinan akan terekspos ke pesan dan foto pengguna WhatsApp.

“Whatsapp tidak mungkin secara tidak sengaja membuat kegagalan keamanan yang serius dan pemantauan yang tepat secara teratur, dan itu juga dapat digunakan oleh beberapa orang sebagai bug dalam kode yang sengaja dibuat oleh pengembang dan memungkinkan akses tanpa izin ke data,” jelasnya.

Ia menakankan kembali keraguannya bahwa kesalahan itu tidak disengaja. Ia mencotohkan aplikasi yang dibikinnya, Telegram. Telegram sama rumitnya dengan WahtsApp tapi tidak pernah mengalami masalah yang seperti dialami WhatsApp, sejak didirikan.

Durov mengatakan dia yakin celah baru ini akan digunakan melawan jurnalis dan aktivis.

Baik WhatsApp, atau perusahaan induknya, Facebook, belum menanggapi tuduhan tersebut.

WhatsApp menjadi platform perpesanan yang popular di masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia. Selanjutnya disusul Telegram. Meski mengaku paling aman, keduanya harus tunduk pada regulasi pemerintah setempat.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kemenag Awasi Pesantren Terindikasi Radikal

Fachrul Razi mengaku pihaknya terus memantau perkembangan pesantren-pesantren yang ada di Indonesia.

Jum'at, 22/11/2019 15:04 1

Indonesia

GNPF Ulama Minta Polisi Profesional Tangani Kasus Sukmawati

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Yusuf Martak meminta Kapolri Jendral Idham Aziz untuk bersikap profesional dalam memproses secara hukum Sukmawati

Jum'at, 22/11/2019 14:53 0

Indonesia

GNPF Ulama Polisikan Sukmawati

Sekretaris Jendral Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama, Edy Mulyadi melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri.

Jum'at, 22/11/2019 14:42 0

Indonesia

Reuni Akbar 212 Akan Kembali Digelar di Monas

Reuni Akbar 212 akan kembali digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada Senin, 2 Desember 2019 mendatang.

Jum'at, 22/11/2019 14:29 0

Indonesia

Soal Kasus Sukmawati, Muhammadiyah: Harus Berhati-hati dalam Berkata

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta kepada semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam membuat pertanyaan

Jum'at, 22/11/2019 13:52 0

Indonesia

ACT Luncurkan Rice Truck Untuk Distribusikan Beras ke Warga Kurang Mampu

Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program layanan beras gratis untuk masyarakat kurang mampu. Program ini diluncurkan di Desa Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Kamis (22/11/2019).

Jum'at, 22/11/2019 11:04 0

Kiblatorial

Editorial: Sukmawati Harus Hati-hati

Kalaupun lolos dari jerat hukum, Sukmawati tetap tak boleh jumawa. Dia harus lebih berhati-hati dalam berucap.

Jum'at, 22/11/2019 10:36 0

Video News

Tokoh FPI Turut Polisikan Sukmawati

Sukmawati Soekarnoputri kembali dipolisikan ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga menista agama Islam.

Kamis, 21/11/2019 18:48 0

Indonesia

Hidayat Nur Wahid Heran Pengundang Ustadz Somad ke KPK Akan Diperiksa

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mempertanyakan kenapa pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan diperiksa

Kamis, 21/11/2019 18:36 0

Indonesia

MUI: Kasus Sukmawati Melebihi Ahok

Pimpinan MUI Muhyidin Junaidi menyebut kasus Sukmawati lebih daripada Ahok.

Kamis, 21/11/2019 18:05 0

Close