... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamat Politik: Presiden Tiga Periode Berpotensi Menyuburkan Oligarki

Foto: Pengamat politik, Ujang Komarudin

KIBLAT.NET, Jakarta – Wacana masa jabatan presiden tiga periode hanya akan memperburuk citra Jokowi. Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin.

“Nanti bisa saja rakyat akan mencap Jokowi sebagai pemimpin yang otoriter. Kasihan Jokowi dijerumuskan oleh partai-partai pendukungnya,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Sabtu (23/11/2019).

Menurutnya, jika nanti presiden tiga periode maka arah perpolitikan di Indonesia akan suram. Sebab, kekuasaan hanya dipegang oleh orang yang sama dengan jangka waktu yang panjang.

“Dampaknya politik akan semakin tak jelas. Karena kekuasaan hanya akan dipegang oleh orang-orang itu saja, Presidennya itu lagi, DPR nya itu lagi. Hanya untuk melanggengkan kekuasaan dan menumbuh suburkan oligarki,” tuturnya.

Ujang menegaskan bahwa presiden tiga periode adalah bentuk pengkhianatan reformasi. Ketika itu Orde Baru dengan presidennya Soeharto, kata dia, tidak dibatasi kekuasaannya hingga 32 tahun menjabat.

“Setelah datangnya reformasi, dia pun mengundurkan diri. Reformasi dengan cara mengamandemen UUD telah membatasi kekuasaan presiden 2 periode,” tuturnya.

“Dan saat ini mereka ingin 3 periode. Nanti jika sudah 3 periode ingin 4 periode. Akhirnya akan mengulang pelaksanaan politik di masa Orba,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

“Serang” WhatsApp, Pendiri Telegram: Aplikasi Program Mata-mata Rahasia

Pendiri aplikasi pesan Telegram, Pavel Durov, baru-baru ini menyeru pengguna WhatsApp untuk menghapus aplikasi tersebut. Ia mengklaim bahwa WhatsApp bagian dari program mata-mata rahasia.

Sabtu, 23/11/2019 09:00 0

Iran

100 Pemimpin Demonstran Iran Ditangkap, Terancam Hukuman Berat

“Garda Revolusi mengidentifikasi sekitar 100 pemimpin kerusuhan baru-baru ini dan tokoh-tokoh yang paling menonjol dan menangkap mereka,” kata juru bicara pengadilan Iran, Gholam Hossein Ismaili, seperti dikutip Sky News Arabic dari kantor berita IRNA, Jumat (22/11/2019).

Sabtu, 23/11/2019 08:00 0

Yaman

PBB: Serangan Udara Koalisi Saudi di Yaman Menurun Tajam

"Ini mungkin indikasi bahwa ada sesuatu yang berubah di Yaman," jelas Griffiths dalam rapat di Dewan Keamanan. Ia mencatat bahwa serangan ini turun selama periode ini sebesar 80% dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya.

Sabtu, 23/11/2019 07:05 0

Editorial

Editorial: Sukmawati Harus Hati-hati

Kalaupun lolos dari jerat hukum, Sukmawati tetap tak boleh jumawa. Dia harus lebih berhati-hati dalam berucap.

Jum'at, 22/11/2019 10:36 0

Suriah

Rudal Militer Suriah “Kejar” Warga Hingga ke Kamp Pengungsian

Pagi setelah serangan itu, terlihat sebuah tenda yang hangus terbakar. Hanya terlihat sisa-sia ruangan dan beberapa tiang tenda dari besi yang masih berdiri. Tenda itu berada di tengah-tengah tenda lainnya yang bertutup terpal putih atau biru.

Jum'at, 22/11/2019 08:59 0

Iran

Garda Revolusi Iran Puji Pengerahan Militer untuk Hadapi Demonstran

Sampai Kamis pagi, jaringan Internet masih diblokir oleh pemerintah. Internet diputus sejak demontrasi meletus, empat hari lalu.

Jum'at, 22/11/2019 08:04 0

Video News

Tokoh FPI Turut Polisikan Sukmawati

Sukmawati Soekarnoputri kembali dipolisikan ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga menista agama Islam.

Kamis, 21/11/2019 18:48 0

News

Israel Tutup Masjid Al-Rasasi di Kota Al-Quds

Kantor-kantor televisi negara Palestina dan Direktorat Pendidikan Nasional Palestina di Yerusalem Timur juga ditutup selama enam bulan menyusul serangan oleh polisi Israel pada hari sebelumnya.

Kamis, 21/11/2019 14:15 0

News

Studi: Angka Kematian Dini Turun di Kota-kota yang Rindang

Pohon-pohon di kota-kota dapat mendinginkan dan membersihkan udara, dan menyerap gas-gas yang menghangatkan bumi.

Kamis, 21/11/2019 14:05 0

Suara Pembaca

Bikin Iba, Bocah Tuna Netra Penghafal Al-Qur’an

Hingga saat ini Gibran tidak bisa melihat indahnya dunia. Kedua mata Gibran merupakan mata palsu, meskipun sekilas terlihat seperti asli.

Kamis, 21/11/2019 10:56 0

Close