... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ada Usulan Presiden Tiga Periode, Pengamat: Masyarakat Akan Muak

Foto: pengamat politik, Ujang Komarudin

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menilai bahwa wacana presiden tiga periode tidak pas. Menurutnya, keinginan tersebut hanya membawa Indonesia seperti Orde Baru.

“Sudah mulai ngawur dan aneh. Mereka ingin melanggengkan kekuasaan Jokowi dan para pendukungnya.
Di Amerika saja sebagai mbah-nya demokrasi masa jabatan hanya 2 periode. Mereka ingin mengulang Orde,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Sabtu (23/11/2019).

“Jangan membuat rakyat marah dengan memperpanjang jabatan presiden hingga 3 periode. Kalau rakyat marah, repot nanti pemerintah,” sambungnya.

Ujang menegaskan bahwa Pemerintah, DPR dan MPR sebaiknya bekerja untuk rakyat dengan baik. Yaitu dengan membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat.

“Jangan baru dilantik jadi pimpinan MPR saja, sudah berpikir untuk melanggengkan kekuasaan,” tuturnya.

Jadi, kata dia, usulan yang diungkap pertama kali oleh Wakil Ketua MPR, Asrul Sani itu layak untuk ditolak. “Dua periode jabatan presiden itu sudah ideal dan terbaik. Jika sampai tiga periode masyarakat akan muak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR Arsul Sani mengungkapkan ada usulan perubahan terkait masa jabatan presiden. Masa jabatan presiden diusulkan berubah menjadi satu kali saja atau bahkan tiga kali masa jabatan.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

“Serang” WhatsApp, Pendiri Telegram: Aplikasi Program Mata-mata Rahasia

Pendiri aplikasi pesan Telegram, Pavel Durov, baru-baru ini menyeru pengguna WhatsApp untuk menghapus aplikasi tersebut. Ia mengklaim bahwa WhatsApp bagian dari program mata-mata rahasia.

Sabtu, 23/11/2019 09:00 0

Iran

100 Pemimpin Demonstran Iran Ditangkap, Terancam Hukuman Berat

“Garda Revolusi mengidentifikasi sekitar 100 pemimpin kerusuhan baru-baru ini dan tokoh-tokoh yang paling menonjol dan menangkap mereka,” kata juru bicara pengadilan Iran, Gholam Hossein Ismaili, seperti dikutip Sky News Arabic dari kantor berita IRNA, Jumat (22/11/2019).

Sabtu, 23/11/2019 08:00 0

Yaman

PBB: Serangan Udara Koalisi Saudi di Yaman Menurun Tajam

"Ini mungkin indikasi bahwa ada sesuatu yang berubah di Yaman," jelas Griffiths dalam rapat di Dewan Keamanan. Ia mencatat bahwa serangan ini turun selama periode ini sebesar 80% dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya.

Sabtu, 23/11/2019 07:05 0

Editorial

Editorial: Sukmawati Harus Hati-hati

Kalaupun lolos dari jerat hukum, Sukmawati tetap tak boleh jumawa. Dia harus lebih berhati-hati dalam berucap.

Jum'at, 22/11/2019 10:36 0

Suriah

Rudal Militer Suriah “Kejar” Warga Hingga ke Kamp Pengungsian

Pagi setelah serangan itu, terlihat sebuah tenda yang hangus terbakar. Hanya terlihat sisa-sia ruangan dan beberapa tiang tenda dari besi yang masih berdiri. Tenda itu berada di tengah-tengah tenda lainnya yang bertutup terpal putih atau biru.

Jum'at, 22/11/2019 08:59 0

Iran

Garda Revolusi Iran Puji Pengerahan Militer untuk Hadapi Demonstran

Sampai Kamis pagi, jaringan Internet masih diblokir oleh pemerintah. Internet diputus sejak demontrasi meletus, empat hari lalu.

Jum'at, 22/11/2019 08:04 0

Video News

Tokoh FPI Turut Polisikan Sukmawati

Sukmawati Soekarnoputri kembali dipolisikan ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga menista agama Islam.

Kamis, 21/11/2019 18:48 0

News

Israel Tutup Masjid Al-Rasasi di Kota Al-Quds

Kantor-kantor televisi negara Palestina dan Direktorat Pendidikan Nasional Palestina di Yerusalem Timur juga ditutup selama enam bulan menyusul serangan oleh polisi Israel pada hari sebelumnya.

Kamis, 21/11/2019 14:15 0

News

Studi: Angka Kematian Dini Turun di Kota-kota yang Rindang

Pohon-pohon di kota-kota dapat mendinginkan dan membersihkan udara, dan menyerap gas-gas yang menghangatkan bumi.

Kamis, 21/11/2019 14:05 0

Suara Pembaca

Bikin Iba, Bocah Tuna Netra Penghafal Al-Qur’an

Hingga saat ini Gibran tidak bisa melihat indahnya dunia. Kedua mata Gibran merupakan mata palsu, meskipun sekilas terlihat seperti asli.

Kamis, 21/11/2019 10:56 0

Close