... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Kasus Sukmawati, Muhammadiyah: Harus Berhati-hati dalam Berkata

Foto: Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir

KIBLAT.NET, Depok – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta kepada semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam membuat pertanyaan dan pernyataan di muka publik.

Hal ini diungkapkannya mengomgentari polemik Sukmawati yang kali kedua dinilai menciderai Umat Islam.

“Pokoknya ini kepada semua pihak, kedepan harus semakin berhati-hati untuk lebih seksama dalam berkata dan bertindak,” ujar Haedar ditemui di Depok, Rabu (21/11/2019).

“Saya yakin setiap ada masalah ada penyelesaiannya,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polri bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’ di The Tribrata, Jakarta Selatan, Senin lalu, Sukmawati mempertanyakan siapa yang memerdekakan Indonesia. Nabi Muhammad atau Soekarno.

“Sekarang saya mau tanya, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad atau Insinyur Soekarno? untuk kemerdekaan Indonesia?,” kata Sukmawati.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Kiblatorial

Editorial: Sukmawati Harus Hati-hati

Kalaupun lolos dari jerat hukum, Sukmawati tetap tak boleh jumawa. Dia harus lebih berhati-hati dalam berucap.

Jum'at, 22/11/2019 10:36 0

Suriah

Rudal Militer Suriah “Kejar” Warga Hingga ke Kamp Pengungsian

Pagi setelah serangan itu, terlihat sebuah tenda yang hangus terbakar. Hanya terlihat sisa-sia ruangan dan beberapa tiang tenda dari besi yang masih berdiri. Tenda itu berada di tengah-tengah tenda lainnya yang bertutup terpal putih atau biru.

Jum'at, 22/11/2019 08:59 0

Iran

Garda Revolusi Iran Puji Pengerahan Militer untuk Hadapi Demonstran

Sampai Kamis pagi, jaringan Internet masih diblokir oleh pemerintah. Internet diputus sejak demontrasi meletus, empat hari lalu.

Jum'at, 22/11/2019 08:04 0

Video News

Tokoh FPI Turut Polisikan Sukmawati

Sukmawati Soekarnoputri kembali dipolisikan ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga menista agama Islam.

Kamis, 21/11/2019 18:48 0

News

Israel Tutup Masjid Al-Rasasi di Kota Al-Quds

Kantor-kantor televisi negara Palestina dan Direktorat Pendidikan Nasional Palestina di Yerusalem Timur juga ditutup selama enam bulan menyusul serangan oleh polisi Israel pada hari sebelumnya.

Kamis, 21/11/2019 14:15 0

News

Studi: Angka Kematian Dini Turun di Kota-kota yang Rindang

Pohon-pohon di kota-kota dapat mendinginkan dan membersihkan udara, dan menyerap gas-gas yang menghangatkan bumi.

Kamis, 21/11/2019 14:05 0

Suara Pembaca

Bikin Iba, Bocah Tuna Netra Penghafal Al-Qur’an

Hingga saat ini Gibran tidak bisa melihat indahnya dunia. Kedua mata Gibran merupakan mata palsu, meskipun sekilas terlihat seperti asli.

Kamis, 21/11/2019 10:56 0

Afrika

Prancis Kritik Saudi Karena Tak Penuhi Janji Bantu Negara G5 Perangi “Teroris”

Arab Saudi sepakat pada Desember 2017 untuk menyediakan sekitar 100 juta euro ($ 110,7 juta) kepada aliansi militer Sahel yang beranggotakan lima negara yaitu Mali, Mauritania, Niger, Burkina Faso, dan Chad. Kelompok lima negara itu lebih dikenal G5.

Kamis, 21/11/2019 10:34 0

Iran

Iran Umumkan Kemenangan Hadapi Gelombang Demonstrasi

Amnesty mengatakan, setidaknya 106 pengunjuk rasa tewas di 21 kota. Laporan ini berdasarkan keterangan saksi, rekaman video, dan informasi dari aktivis hak asasi manusia.

Kamis, 21/11/2019 09:28 0

Suriah

Rudal Militer Suriah Hantam Kamp Pengungsi, 15 tewas

Sebuah rudal permukaan yang ditembakkan militer rezim dari pedesaan Aleppo menghantam kamp pengungsi di dekat perbatasan Turki. Rudal itu menyebabkan kebakaran hebat di kamp.

Kamis, 21/11/2019 08:46 0

Close