... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rudal Militer Suriah “Kejar” Warga Hingga ke Kamp Pengungsian

KIBLAT.NET, Idlib – Para pengungsi di kamp perbatasan Suriah-Turki tak menyangka rudal militer Suriah bisa menjangkau tempat penampungan mereka. Mereka menempati kamp tersebut untuk menghindari gempuran rezim namun kini lokasi itu tidak aman.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan, sebuah rudal permukaan yang ditembakkan militer Suriah menghantam kamp pengungsi di desa Qah di provinsi Idlib pada Rabu malam (20/11/2019). Sedikitnya 16 warga sipil tewas, termasuk delapan anak-anak dan enam wanita. Mereka berasal dari satu keluarga yang tinggal di satu atap.

Pagi setelah serangan itu, terlihat sebuah tenda yang hangus terbakar. Hanya terlihat sisa-sia ruangan dan beberapa tiang tenda dari besi yang masih berdiri. Tenda itu berada di tengah-tengah tenda lainnya yang bertutup terpal putih atau biru.

Hanya terlihat karpet hijau dan tabung gas merah tetap di tempatnya sementara semua yang ada di sekitarnya terbakar. Di ruangan lain, terlihat pakaian berwarna, wadah plastik berserakan dan pintu kayu putih.

“Setelah shalat malam, kami mendengar ledakan keras. Saya segera berlari untuk memeriksa tenda saudaraku dan terlihat api berkobar-kobar di dalamnya,” kisah Abu Mahmoud, pengungsi dari provinsi Hama. Ia tinggal di kamp tersebut bersama selurh keluarganya sejak tujuh tahun lalu.

Dengan penuh kesedihan, Abu Mahmoud menambahkan kepada AFP bahwa adik ipar dan anak perempuannya terbunuh. Abu Mahmoud sendiri juga menderika luka bakar dan pecahan bom di sekujur tubuhnya. Sementara Ibunya yang sudah tua membawa anak saudaranya, Aisha, yang selamat dari pemboman tersebut meksipun menderita luka di wajah.

BACA JUGA  Disokong Rusia, Rezim Assad Akan Buat Hagia Sophia Tandingan

“Tujuh tahun lalu kami di sini, kami tidak menyangka serangan ini sampai terjadi di sini. Sebelumnya kami merasa aman (tinggal di sini), tetapi saat ini kami merasa terancam. Situasinya sangat sulit,” ujarnya.

Pengungsi yang melarikan diri dari pertempuran dan pemboman sering pergi ke daerah perbatasan dengan Turki, karena wilayah itu lebih aman daripada yang lain.

Sejak akhir April, lebih dari 1.100 warga sipil terbunuh dan lebih dari 400.000 orang telah melarikan diri dari daerah-daerah di provinsi Idlib. Korban dan eksodus pengungsi itu menyusul serangan oleh pasukan rezim Suriah dengan dukungan Rusia yang memungkinkan mereka untuk mengambil kendali atas beberapa daerah di pedesaan Idlib selatan dan desa utara Hama yang berdekatan. Ankara mengatakan ingin membangun “daerah aman” untuk mengembalikan sebagian pengungsi Suriah ke wilayahnya.

Meskipun gencatan senjata yang ditengahi Rusia-Turki telah dicapai pada akhir Agustus, wilayah itu terus mengalami serangan Suriah dan Rusia sesekali yang telah meningkat baru-baru ini, dengan puluhan korban.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Tokoh FPI Turut Polisikan Sukmawati

Sukmawati Soekarnoputri kembali dipolisikan ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga menista agama Islam.

Kamis, 21/11/2019 18:48 0

Indonesia

Hidayat Nur Wahid Heran Pengundang Ustadz Somad ke KPK Akan Diperiksa

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mempertanyakan kenapa pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan diperiksa

Kamis, 21/11/2019 18:36 0

Indonesia

MUI: Kasus Sukmawati Melebihi Ahok

Pimpinan MUI Muhyidin Junaidi menyebut kasus Sukmawati lebih daripada Ahok.

Kamis, 21/11/2019 18:05 0

Indonesia

LBH Street Lawyer Ajukan Permohonan Sikap Keagamaan MUI untuk Kasus Sukmawati

Tim LBH Street Lawyer bersama kliennya, Irvan Noviandana mendatangi Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kamis, 21/11/2019 16:39 0

Indonesia

MUI Persilahkan Masyarakat Ambil Langkah Hukum Sikapi Pernyataan Sukmawati

Pimpinan MUI, Muhyidin Junaidi mempersilahkan masyarakat dan Umat Islam menempuh jalur hukum.

Kamis, 21/11/2019 16:12 0

Indonesia

Bahtiar Effendy Tutup Usia, Lukman Hakim: Almarhum Pemikir Luar Biasa

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin turut melayat dan mengantarkan jenazah Prof Bahtiar Effendy ke pemakamannya di TPU Lemperes Depok pada Kamis (21/11/2019).

Kamis, 21/11/2019 15:24 0

Indonesia

Jenazah Bahtiar Effendy Dikebumikan di Depok

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Profesor Doktor Bahtiar Effendy meninggal dunia pada Kamis (21/11/2019) pukul 00.00 WIB. Dikabarkan, beliau meninggal dunia setelah menderita penyakit kanker getah bening yang sudah diidapnya sejak 2004 silam.

Kamis, 21/11/2019 13:26 0

Indonesia

Bandingkan Nabi Muhammad dan Soekarno, Pelapor Minta Polisi Dalami Motif Sukmawati

Buya Abdul Majid melaporkan Sukmawati ke Bareskrim Mabes Polri Rabu (20/11/2019) siang karena diduga menistakan Agama Islam.

Kamis, 21/11/2019 12:06 0

Indonesia

Innalilahi, Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendy Wafat

Berita duka datang dari keluarga Muhammadiyah

Kamis, 21/11/2019 11:49 0

Suara Pembaca

Bikin Iba, Bocah Tuna Netra Penghafal Al-Qur’an

Hingga saat ini Gibran tidak bisa melihat indahnya dunia. Kedua mata Gibran merupakan mata palsu, meskipun sekilas terlihat seperti asli.

Kamis, 21/11/2019 10:56 0

Close