... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

GNPF Ulama Minta Polisi Profesional Tangani Kasus Sukmawati

Foto: Ketua GNPF Ulama, Yusuf martak

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Yusuf Martak meminta Kapolri Jendral Idham Aziz untuk bersikap profesional dalam memproses secara hukum Sukmawati Soekarno Putri, sebagaimana hukum yang berlaku di negeri ini.

“Kami meminta kepada aparat kepolisian dengan adanya pimpinan Polri yang baru bersikap profesional. Jangan sampai Negara bertindak tidak adil dalam penegakan hukum,” ujarnya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (22/11/2019).

GNPF secara khusus mensoroti kelakukan Sukmawati yang sudah berkali-kali menghina dan menista agama Islam. Dalam kasus terakhir, Sukmawati membanding-bandingkan peran Rasulllah SAW dengan Soekarno di saat jaman penjajahan.

“Adalah tidak tepat sikap tersebut, yang tergolong penistaan agama Islam tingkat tinggi,” ujarnya.

Yusuf menekankan bahwa jika kasus Sukmawati tidak diselesaikan, maka akan berakibat buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.

“Semua kasus yang dilaporkan, berakhir tanpa proses hukum. Jika penistaan agama tidak diselesaikan secara hukum, maka tindakan penistaan-penistaan lainnya akan terus berlanjut. Mari kita hidup dalam tatanan hukum, etika dan moral, agar terjadi keselarasan, keharmonisan dalam bernegara,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rudal Militer Suriah “Kejar” Warga Hingga ke Kamp Pengungsian

Pagi setelah serangan itu, terlihat sebuah tenda yang hangus terbakar. Hanya terlihat sisa-sia ruangan dan beberapa tiang tenda dari besi yang masih berdiri. Tenda itu berada di tengah-tengah tenda lainnya yang bertutup terpal putih atau biru.

Jum'at, 22/11/2019 08:59 0

Iran

Garda Revolusi Iran Puji Pengerahan Militer untuk Hadapi Demonstran

Sampai Kamis pagi, jaringan Internet masih diblokir oleh pemerintah. Internet diputus sejak demontrasi meletus, empat hari lalu.

Jum'at, 22/11/2019 08:04 0

Video News

Tokoh FPI Turut Polisikan Sukmawati

Sukmawati Soekarnoputri kembali dipolisikan ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga menista agama Islam.

Kamis, 21/11/2019 18:48 0

News

Israel Tutup Masjid Al-Rasasi di Kota Al-Quds

Kantor-kantor televisi negara Palestina dan Direktorat Pendidikan Nasional Palestina di Yerusalem Timur juga ditutup selama enam bulan menyusul serangan oleh polisi Israel pada hari sebelumnya.

Kamis, 21/11/2019 14:15 0

News

Studi: Angka Kematian Dini Turun di Kota-kota yang Rindang

Pohon-pohon di kota-kota dapat mendinginkan dan membersihkan udara, dan menyerap gas-gas yang menghangatkan bumi.

Kamis, 21/11/2019 14:05 0

Suara Pembaca

Bikin Iba, Bocah Tuna Netra Penghafal Al-Qur’an

Hingga saat ini Gibran tidak bisa melihat indahnya dunia. Kedua mata Gibran merupakan mata palsu, meskipun sekilas terlihat seperti asli.

Kamis, 21/11/2019 10:56 0

Afrika

Prancis Kritik Saudi Karena Tak Penuhi Janji Bantu Negara G5 Perangi “Teroris”

Arab Saudi sepakat pada Desember 2017 untuk menyediakan sekitar 100 juta euro ($ 110,7 juta) kepada aliansi militer Sahel yang beranggotakan lima negara yaitu Mali, Mauritania, Niger, Burkina Faso, dan Chad. Kelompok lima negara itu lebih dikenal G5.

Kamis, 21/11/2019 10:34 0

Iran

Iran Umumkan Kemenangan Hadapi Gelombang Demonstrasi

Amnesty mengatakan, setidaknya 106 pengunjuk rasa tewas di 21 kota. Laporan ini berdasarkan keterangan saksi, rekaman video, dan informasi dari aktivis hak asasi manusia.

Kamis, 21/11/2019 09:28 0

Suriah

Rudal Militer Suriah Hantam Kamp Pengungsi, 15 tewas

Sebuah rudal permukaan yang ditembakkan militer rezim dari pedesaan Aleppo menghantam kamp pengungsi di dekat perbatasan Turki. Rudal itu menyebabkan kebakaran hebat di kamp.

Kamis, 21/11/2019 08:46 0

Wilayah Lain

PBB Tegaskan Pemukiman Yahudi Tetap Ilegal Meski Didukung Amerika

Kantor Hak Asasi Manusia PBB menegaskan bahwa pemukiman Yahudi Israel di wilayah Palestina tetaplah ilegal meskipun Amerika tak lagi menganggapnya bertentangan dengan hukum internasional.

Rabu, 20/11/2019 15:42 0

Close