... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Sukmawati Harus Hati-hati

Foto: Sukmawati Soekarnoputri.

KIBLAT.NET – Seseorang dianggap pahlawan pastilah karena jasa-jasa yang telah dilakukannya. Dalam konteks kebangsaan, orang-orang yang berdedikasi tinggi terhadap bangsa akan menjadi pahlawan dengan sendirinya. Meskipun tanpa tanda kehormatan, tanpa gelar kenegaraan, tanpa pujian yang berlebihan, bahkan tanpa perlu digembar gemborkan namanya di ruang publik sekalipun, dia tetaplah pahlawan.

Pahlawan adalah inspirasi bagi banyak orang, jasanya akan selalu dikenang dan langkahnya akan ditiru oleh generasi penerus. Selain meneladani sang pahlawan, generasi penerus juga mempunyai tanggung jawab terhadap generasi penerus selanjutnya, agar tetap meneladani sang pahlawan. Hingga sang pahlawan tetap abadi, baik nama maupun dedikasinya.

Tanggung jawab untuk menjaga keabadian sang pahlawan mungkin menjadi beban tersendiri bagi Sukmawati. Menyandang nama belakang Soekarnoputri membuat dirinya merasa perlu untuk selalu menjaga keabadian Soekarno dalam hati, jiwa, dan pikiran rakyat Indonesia.

Namun, alih-alih memberi inspirasi, Sukmawati justru membuat kontroversi. Dalam sebuah diskusi yang bertajuk “Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme” pada Senin, 11 November, ia bertanya kepada hadirin soal siapa yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia di awal abad 20. Tak lupa, Sukmawati menyebut dua sosok sebagai opsi jawaban yang harus dipilih; Nabi Muhammad atau Soekarno.

Hasilnya bisa ditebak, pernyataan -berbungkus pertanyaan- tersebut menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Sukmawati dianggap menista agama, berbagai elemen umat Islam di tanah air pun menyampaikan kecaman, bahkan beberapa laporan sudah dilayangkan ke pihak kepolisian.

BACA JUGA  Pria Ini Rela Nge-camp di Monas Demi Tepat Waktu Ikuti Reuni 212

Memang, bicara pahlawan dalam ruang bernama Indonesia mau tidak mau kita harus menyebut Soekarno. Sang proklamator kemerdekaan dan juga presiden pertama Indonesia. Namun Sukmawati harus sadar, Soekarno bukan satu-satunya pahlawan kemerdekaan. Soekarno bukan matahari tunggal di tanah air ini. Dan yang pasti, Soekarno bukan manusia sempurna. Dia bisa salah dan dia sangat bisa untuk dikritik.

Di satu sisi, Muhammad SAW adalah sosok yang diyakini ma’shum alias terpelihara dari dosa oleh mayoritas penduduk Indonesia. Muhammad SAW adalah sosok yang berada dalam ruang bernama keimanan. Dengan dalih apapun, siapapun harus hati-hati ketika masuk ke dalam wilayah keimanan. Sikap kurang sopan di dalamnya bisa menjurus kepada intoleransi, hal yang sudah kita sepakati sebagai musuh bersama.

Sukmawati Soekarnoputri, kalaupun misalnya kali ini bisa lolos dari jerat hukum dan tidak terbukti menista agama. Tetap saja ke depannya dia harus hati-hati, jangan sampai hanya karena kontroversinya yang menyinggung banyak pihak. Orang-orang jadi berpikiran, apa memang seperti ini nilai-nilai yang diajarkan Soekarno: kurang menghargai keimanan dan suka membuat keributan.

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rudal Militer Suriah “Kejar” Warga Hingga ke Kamp Pengungsian

Pagi setelah serangan itu, terlihat sebuah tenda yang hangus terbakar. Hanya terlihat sisa-sia ruangan dan beberapa tiang tenda dari besi yang masih berdiri. Tenda itu berada di tengah-tengah tenda lainnya yang bertutup terpal putih atau biru.

Jum'at, 22/11/2019 08:59 0

Iran

Garda Revolusi Iran Puji Pengerahan Militer untuk Hadapi Demonstran

Sampai Kamis pagi, jaringan Internet masih diblokir oleh pemerintah. Internet diputus sejak demontrasi meletus, empat hari lalu.

Jum'at, 22/11/2019 08:04 0

Indonesia

Hidayat Nur Wahid Heran Pengundang Ustadz Somad ke KPK Akan Diperiksa

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mempertanyakan kenapa pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan diperiksa

Kamis, 21/11/2019 18:36 0

Indonesia

MUI: Kasus Sukmawati Melebihi Ahok

Pimpinan MUI Muhyidin Junaidi menyebut kasus Sukmawati lebih daripada Ahok.

Kamis, 21/11/2019 18:05 0

Indonesia

LBH Street Lawyer Ajukan Permohonan Sikap Keagamaan MUI untuk Kasus Sukmawati

Tim LBH Street Lawyer bersama kliennya, Irvan Noviandana mendatangi Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kamis, 21/11/2019 16:39 0

Indonesia

MUI Persilahkan Masyarakat Ambil Langkah Hukum Sikapi Pernyataan Sukmawati

Pimpinan MUI, Muhyidin Junaidi mempersilahkan masyarakat dan Umat Islam menempuh jalur hukum.

Kamis, 21/11/2019 16:12 0

Indonesia

Bahtiar Effendy Tutup Usia, Lukman Hakim: Almarhum Pemikir Luar Biasa

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin turut melayat dan mengantarkan jenazah Prof Bahtiar Effendy ke pemakamannya di TPU Lemperes Depok pada Kamis (21/11/2019).

Kamis, 21/11/2019 15:24 0

News

Israel Tutup Masjid Al-Rasasi di Kota Al-Quds

Kantor-kantor televisi negara Palestina dan Direktorat Pendidikan Nasional Palestina di Yerusalem Timur juga ditutup selama enam bulan menyusul serangan oleh polisi Israel pada hari sebelumnya.

Kamis, 21/11/2019 14:15 0

News

Studi: Angka Kematian Dini Turun di Kota-kota yang Rindang

Pohon-pohon di kota-kota dapat mendinginkan dan membersihkan udara, dan menyerap gas-gas yang menghangatkan bumi.

Kamis, 21/11/2019 14:05 0

Indonesia

Jenazah Bahtiar Effendy Dikebumikan di Depok

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Profesor Doktor Bahtiar Effendy meninggal dunia pada Kamis (21/11/2019) pukul 00.00 WIB. Dikabarkan, beliau meninggal dunia setelah menderita penyakit kanker getah bening yang sudah diidapnya sejak 2004 silam.

Kamis, 21/11/2019 13:26 0

Close