... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Romo Syafi’i: Kalimat Takbir untuk Mengusir Penjajah Ajaran Nabi Muhamad, Bukan Soekarno

Foto: Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafi'i.

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafi’i mengecap pertanyaan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad dan Soekarno. Menurutnya, pertanyaan Sukmawati tidak pantas dilontarkan ke publik.

“Saya heran, dia mengaku tidak tau syariat Islam tapi berbicara tentang Islam. Yang kedua, dia tidak tau tentang Nabi Muhammad tiba-tiba dia mengatakan yang berjuang di abad 20 bukan Muhammad. Ini jelas menunjukkan logika Sukmawati tidak sehat,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (19/11/2019).

Ia menegaskan bahwa saat penjajahan, Nabi Muhammad memberikan pengaruh besar bagi para pejuang di Indonesia. Salah satunya adalah kalimat takbir.

“Kalimat apa yang diterikan pejuang? Apa ada kalimat Sukmawati? Ada kalimat Soekarno? Mana ada. Yang ada allahuakbar, itu ajaran Nabi Muhammad, bukan Soekarno,” jelasnya.

“Jadi kalau secara fisik Nabi Muhammad tidak turun, tapi tanpa spirit Nabi Muhammad apa mungkin Indonesia merdeka? Jadi dia tidak menggunakan logika akal sehat, kalau logika sudah tidak sehat jangan dipamerkan,” sambungnya.

Oleh sebab itu, kata dia, spririt yang dibawa Nabi Muhammad itulah yang mewarnai dan menjadi obor pendorong perjangan kemerdekan. Selain itu, lanjutnya, yang menjajah Indonesia juga bukan umat Muhammad.

“Di masa itu yang menjajah Indonesia bukan mat Muhammad, tapi mereka yang anti spririt Muhammad lah yang menjajah Indonesia,” pungkas pria yang akrab dengan sapaan Romo Syafii ini.

BACA JUGA  Pasca Dijemput Polisi, Hendri Wafat dengan Kondisi Kepala Dibungkus Plastik

Maka, ia berharap pihak kepolisian dapat memproses hukum Sukmawati. Hal ini perlu dilakukan agar Sukmawati tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

UNICEF: 12 Juta Bocah Yaman Butuh Bantuan Mendesak

"Berlanjutnya konflik berdarah dan hasil dari krisis ekonomi telah menempatkan sistem pelayanan sosial dasar di seluruh negeri di ambang kehancuran dengan konsekuensi jangka panjang bagi anak-anak," kata Bisolo.

Rabu, 20/11/2019 10:49 0

Iran

Amnesty: 100 Orang Lebih Tewas Selama Protes Kenaikan BBM di Iran

Tidak ada reaksi langsung dari pemerintah Iran terhadap perkiraan korban tewas.

Rabu, 20/11/2019 10:37 0

Mesir

Lagi, Mesir Bangun Terowongan di Bawah Terusan Suez

Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi kemarin mengumumkan bahwa negaranya sedang membangun terowongan baru di bawah Terusan Suez.

Rabu, 20/11/2019 10:28 0

Artikel

Hendak Kemana (Ke)Menteri(an) Agama?

Namun sebagian pihak keliru menyamakan kehadiran Kementerian Agama sebagai kelanjutan dua lembaga penjajahan tadi.

Selasa, 19/11/2019 18:30 0

Australia

Pria Australia Lolos dari Cengkeraman Buaya Usai Colok Matanya

Dia mengatakan buaya 2,8 meter muncul dari belakangnya ketika ia meninggalkan pantai.

Selasa, 19/11/2019 14:32 0

Eropa

Uni Eropa Seru Israel Hentikan Pembangunan Pemukiman di Tepi Barat

Uni Eropa menegaskan pihaknya terus meyakini bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah perbuatan ilegal berdasarkan hukum internasional.

Selasa, 19/11/2019 14:07 0

Iran

Protes di Iran, Warganet Seru Twitter Blokir Akun Khamenei

Seluruh negara offline, sementara Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei mentweet pada hari Ahad (17/11/2019), untuk mendukung keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar.

Selasa, 19/11/2019 11:24 0

Eropa

Laporan PBB: Amerika Penjarakan Anak Paling Banyak di Dunia

"Di seluruh dunia lebih dari 7 juta orang di bawah usia 18 tahun ditahan di penjara dan tahanan polisi, termasuk 330.000 anak di pusat-pusat penahanan imigrasi," kata Manfred Nowak, seorang pakar independen.

Selasa, 19/11/2019 11:02 0

Iran

Demo Iran: Internet Diputus, 1.000 Ditangkap, 12 Tewas, Puluhan Toko dan Bank Dibakar

Sumber mengatakan bahwa protes telah meluas. Ada kehadiran keamanan besar di jalan-jalan utama dan alun-alun di kota-kota besar.

Selasa, 19/11/2019 09:01 0

Suriah

56 Sipil Meregang Nyawa Akibat Dua Pekan Gempuran Rezim dan Rusia di Idlib

Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah, Senin (18/11/2019), mengumumkan bahwa sedikitnya 56 warga sipil meregang nyawa akibat serangan udara rezim Suriah dan Rusia di zona de-eskalasi di provinsi Idlib dalam dua pekan teakhir.

Selasa, 19/11/2019 08:19 0

Close